Deolipa Yumara Minta Pembatalan Pencabutan Kuasa Bharada E dan Fee Rp 15 Miliar, Sidang Ditunda

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

Kuasa hukum Bharada E, Deolipa Yumara mendatangi Bareskrim terkait kasus penembakan Brigadir J, di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 8 Agustus 2022. Kuasa hukum Bharada E kembali mendatangi Bareskrim untuk koordinasi lanjutan dengan penyidik di Bareskrim Polri. TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta - Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menunda sidang gugatan perdata oleh pengacara Deolipa Yumara terhadap pencabutan surat kuasa Bharada Richard Eliezer atau Bharada E selama 1 minggu atau pada hari Rabu (14/9) pekan depan.

Penundaan sidang dibacakan oleh Hakim Ketua Siti Hamidah pada sidang perdana yang berlangsung pada hari Rabu, 7 September 2022.

"Memberikan kesempatan kepada pihak penggugat agar memperbaiki alamat tergugat dua dan melengkapi legal standing dari kuasa penggugat," kata Siti.

Pihak tergugat dalam perkara ini adalah Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Tergugat I), Ronny Berty Talpessy, pengacara baru Bharada E (Tergugat II), kemudian Kapolri casu quo (c.q.) atau dalam hal ini Kabareskrim Polri (Tergugat III).

Selaku penggugat adalah pengacara merah putih Deolia Yumara dan Muh. Burhanuddin.

Koordinator tim kuasa hukum Bharada E, Ronny Talapessy, mengatakan bahwa pihaknya fokus memberikan pendampingan kepada Bharada E dalam menuntaskan kasusnya.

Namun, pihaknya siap menghadiri persidangan dengan memberikan kuasa kepada pengacara. "Nanti kuasakan ke lawyer (pengacara)," kata Ronny.
 

Deolipa Yumara minta hakim batalkan pencabutan kuasa Bharada E

Deolipa Yumara selaku penggugat, dalam gugatan yang dimohonkan (petitum), meminta majelis hakim untuk menyatakan surat pencabutan kuasa tertanggal 10 Agustus 2022 atas nama Richard Eliezer Pudihang Lumiu selaku Tergugat I batal demi hukum.

Penggugat juga meminta majelis hakim menyatakan perbuatan pencabutan kuasa oleh Tergugat I dan Tergugat III dalam membuat surat pencabutan kuasa dilakukan dengan iktikad jahat dan melawan hukum.

Untuk itu, dia meminta majelis hakim membatalkan setiap bentuk surat kuasa kepada penasihat hukum/advokat terkait sebagai penasihat hukum Richard Eliezer Pudihang Lumiu dalam perkara kematian Brigadir Yosua dan dinyatakan tidak sah.

Penggugat juga meminta hakim menyatakan bahwa penggugat adalah penasihat hukum Bharada E yang sah dan mempunyai hak untuk melakukan pembelaan sampai persidangan.

Penggugat juga meminta majelis hakim menghukum para tergugat secara tanggung renteng untuk membayar biaya fee (upah) pengacara sebesar Rp15 miliar.

Baca juga: Setelah 2x24 jam, Deolipa Yumara Surati Kapolri untuk Berhentikan Kabareskrim dan Dirtipidum

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Laporkan Hakim Wahyu soal Etik, Begini Respons PN Jaksel

20 jam lalu

Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Laporkan Hakim Wahyu soal Etik, Begini Respons PN Jaksel

Djuyamto menjelaskan pelaporan tim kuasa hukum Kuat Ma'ruf tersebut tidak akan mengganggu jalannya persidangan.


Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Laporkan Hakim Wahyu ke KY: Kerap Keluarkan Pernyataan Tendensius

21 jam lalu

Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf Laporkan Hakim Wahyu ke KY: Kerap Keluarkan Pernyataan Tendensius

Kuasa Hukum Kuat Ma'ruf melaporkan Ketua Majelis Hakim, Wahyu Iman Santoso, kepada Komisi Yudisial.


Kuat Ma'ruf Laporkan Majelis Hakim PN Jaksel, KY Tegaskan Tak Akan Ganggu Persidangan

21 jam lalu

Kuat Ma'ruf Laporkan Majelis Hakim PN Jaksel, KY Tegaskan Tak Akan Ganggu Persidangan

Kuasa hukum Kuat Ma'ruf menilai Ketua Majelis Hakim Wahyu kerap kali melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang tendensius.


Bantah Kronologi Eksekusi versi Ferdy Sambo, Bharada E: Beliau Susun Rencana dan Ikut Nembak

1 hari lalu

Bantah Kronologi Eksekusi versi Ferdy Sambo, Bharada E: Beliau Susun Rencana dan Ikut Nembak

Richard Eliezer atau Bharada E mengatakan Ferdy Sambo tidak pernah meminta dirinya menghajar Brigadir J tapi menembak


Alasan Ferdy Sambo Panggil Ambulans, Berpikir Brigadir J Masih Sempat Diselamatkan

1 hari lalu

Alasan Ferdy Sambo Panggil Ambulans, Berpikir Brigadir J Masih Sempat Diselamatkan

Ferdy Sambo menceritakan menit-menit eksekusi Yosua alias Brigadir J versinya. Ferdy mengaku panik setelah Yosua ditembak


Ferdy Sambo Sebut Yosua Perkosa Istrinya dan Pengakuan Putri Candrawathi di BAP

2 hari lalu

Ferdy Sambo Sebut Yosua Perkosa Istrinya dan Pengakuan Putri Candrawathi di BAP

Ferdy Sambo menyatakan istrinya, Putri Candrawathi diperkosa oleh Brigadir Yosua. Dalam BAP yang dilihat Tempo, Putri mengisahkan soal peristiwa itu.


Ferdy Sambo: Bharada E Seharusnya Juga Dipecat, Bukan Cuma Saya

2 hari lalu

Ferdy Sambo: Bharada E Seharusnya Juga Dipecat, Bukan Cuma Saya

Ferdy Sambo menyatakan Bharada E juga seharusnya mendapatkan sanksi PTDH karena menembak Yosua.


Eks Anak Buah Kecewa dengan Ferdy Sambo: Jenderal Kok Tega Hancurkan Karier Saya

2 hari lalu

Eks Anak Buah Kecewa dengan Ferdy Sambo: Jenderal Kok Tega Hancurkan Karier Saya

Susanto juga mengungkapkan kekecewan ketika diperintah oleh Ferdy Sambo untuk menangani kematian Brigadir J.


Eks Anak Buah Ferdy Sambo Menangis di Ruang Sidang Kasus Brigadir J

2 hari lalu

Eks Anak Buah Ferdy Sambo Menangis di Ruang Sidang Kasus Brigadir J

Dalam kasus Brigadir J, Arif Rachman Arifin diperintahkan Ferdy Sambo untuk menghapus file dan merusak barang bukti rekaman CCTV pos pengamanan.


Cerita Senior Ferdy Sambo Kesal Diperintah dengan Nada Kasar Urus Jenazah Yosua

2 hari lalu

Cerita Senior Ferdy Sambo Kesal Diperintah dengan Nada Kasar Urus Jenazah Yosua

Susanto merupakan senior dari Ferdy Sambo di Akpol, meski secara kepangkatan Ferdy Sambo lebih tinggi.