Sejumlah Warga Belum Tahu Nama Jalan di Kelapa Gading Mau Diubah

Reporter

Kereta LRT melintas saat banjir merendam Jalan Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Ahad, 23 Februari 2020. Banjir membuat sejumlah kendaraan tidak dapat melintas. ANTARA/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengubah nama jalan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, menjadi nama-nama tokoh atau pahlawan. Namun, sejumlah warga di Kelapa Gading menyatakan belum pernah mendapat informasi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ihwal rencana perubahan nama jalan.

"Belum, belum pernah denger," ujar Ahdani, 46 tahun, seorang petugas keamanan saat ditemui Tempo, Jumat, 16 September 2022.

Ahdani lebih memilih jika nama jalan di daerah tersebut tidak diubah. Ia menilai perubahan nama jalan dapat membuat masyarakat kesulitan mencari arah. "Kalau yang enaknya, mah, mendingan yang lama, nyari-nyari arah lebih gampang daripada yang baru, yang lama aja masih keder," katanya.

Senada dengan Ahdani, Wahyu, 19 tahun, warga Gading Sengon, Kelapa Gading juga menyatakan belum pernah mendengar rencana perubahan nama jalan. Namun, saat dimintai tanggapan mengenai rencana itu, ia setuju dan memandangnya sebagai bentuk penghormatan dalam mengabadikan perjuangan para tokoh.  "Bagus, karena kalo begitu kita sama aja menghormati jasa mereka. Terus buat masyarakat jadi banyak yang tambah tau nama-nama pahlawan,"

Sebelumnya, Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD DKI Jakarta Agustina Hermanto atau Tina Toon, menyebut warga di Kelapa Gading menolak rencana pemerintah daerah mengubah nama jalan karena bakal merepotkan. Menurut Tina Toon, pergantian nama jalan ini bakal berdampak pada perubahan data kependudukan milik masyarakat setempat.

Pergantian nama ini rencananya berlaku di Jalan Boulevard Raya, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Luar Batang. 

  

Pemprov Bakal Evaluasi

Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria mengatakan rencana perubahan nama jalan di Kelapa Gading masih belum ditetapkan. Menurut dia, perlu ada diskusi lebih lanjut mengenai hal itu. 

"Belum resmi, ya, ke depannya gimana, ada protes dari PDIP menolak secara keras karena dirasa itu bukan, lah, urgensi dan merugikan masyarakat. Semua akan kami diskusikan," ucapnya saat diwawancarai pada Kamis, 15 September 2022 di Balai Kota, Jakarta. 

Menurut Riza Patria, Pemprov DKI Jakarta harus melihat kondisi masyarakat terlebih dulu. Beberapa pertimbangan juga harus tetap dilakukan untuk merealisasikan rencana tersebut.

"Kami memahami ada warga yang keberatan dan protes karena harus mengganti akte, sertifikat, dan sebagainya. Tapi di sisi lain kami ingin memberikan penghargaan penghormatan pada tokoh-tokoh pahlawan yang telah berjuang, dan biaya-biaya itu juga diupayakan gratis," tutur Riza Patria.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengubah 22 nama jalan di Ibu Kota. Perubahan itu termaktub dalam Keputusan Gubernur Nomor 565 tahun 2022 tentang Penetapan Nama Jalan, Gedung dan Zona Dengan Nama Tokoh Betawi dan Jakarta dengan nama yang berasal dari tokoh Betawi.

Rencana perubahan nama jalan di Kelapa Gading tak termasuk dalam 22 jalan tersebut.  

VANIA NOVIE ANDINI

Baca juga: Rencana Perubahan Nama Jalan di Kelapa Gading, Politikus PDIP: Warga Menolak






Anies Baswedan Bertemu AHY, Koalisi Partai Demokrat, Partai NasDem dan PKS Disebut Sudah 90 Persen

9 menit lalu

Anies Baswedan Bertemu AHY, Koalisi Partai Demokrat, Partai NasDem dan PKS Disebut Sudah 90 Persen

Pertemuan Anies Baswedan dengan AHY disebut membuat koalisi Partai Demokrat, Partai NasDem dan PKS sudah 90 persen terwujud.


Anies Baswedan Belum Dideklarasikan Sebagai Capres, Ini Penjelasan Partai Demokrat

1 jam lalu

Anies Baswedan Belum Dideklarasikan Sebagai Capres, Ini Penjelasan Partai Demokrat

Partai Demokrat mempersilakan Anies Baswedan untuk bertemu dengan partai calon koalisi lainnya sebelum menggelar deklarasi.


Anies Baswedan Minta Doa ke Warga Kampung Gembira Gembrong: Semoga Husnulkhatimah

1 jam lalu

Anies Baswedan Minta Doa ke Warga Kampung Gembira Gembrong: Semoga Husnulkhatimah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta doa kepada warga Kampung Gembira Gembrong lantaran tugasnya di Ibu Kota selesai sebentar lagi


Resmikan Kampung Gembira Gembrong, Anies Baswedan: Saya Saksi di Akhir Masa Tugas

1 jam lalu

Resmikan Kampung Gembira Gembrong, Anies Baswedan: Saya Saksi di Akhir Masa Tugas

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta warga di Kampung Gembira Gembrong juga menjaga rasa persaudaraan dengan tetangga


Politikus PDIP Sebut Anies Baswedan Sepelekan Korban Banjir

1 jam lalu

Politikus PDIP Sebut Anies Baswedan Sepelekan Korban Banjir

Politikus PDIP Gilbert Simanjuntak menyatakan Anies Baswedan menyepelekan korban banjir dengan mengatakan indikator utama adalah tak ada korban jiwa.


Satu Jam Bertemu AHY, Anies Baswedan: Kami Siap Jalan Bersama ke Depan

3 jam lalu

Satu Jam Bertemu AHY, Anies Baswedan: Kami Siap Jalan Bersama ke Depan

Anies Baswedan mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum Partai Demokrat AHY dan seluruh kader partai itu yang telah menyambutnya.


Dendis Al Latif, Siswa MTsN 19 Jakarta Meninggal, Teman Asyik Suka Ngelawak

3 jam lalu

Dendis Al Latif, Siswa MTsN 19 Jakarta Meninggal, Teman Asyik Suka Ngelawak

Keluarga dan teman mengenang Dendis Al Larif, siswa MTsN 19 Jakarta, semasa hidup sebagai sosok yang baik dan teman yang asik.


Pertemuan Anies Baswedan dengan AHY, Relawan Berharap Berlanjut hingga Pilpres 2024

5 jam lalu

Pertemuan Anies Baswedan dengan AHY, Relawan Berharap Berlanjut hingga Pilpres 2024

Kelompok relawan Sekretariat Kolaborasi Indonesia (SKI) berharap Partai Demokrat bakal turut mengusung Anies Baswedan dalam Pilpres 2024.


Kader Demokrat Nyanyi Anies-AHY, Teriakkan Pemimpin Perubahan

6 jam lalu

Kader Demokrat Nyanyi Anies-AHY, Teriakkan Pemimpin Perubahan

Pertemuan Anies-AHY yang direncanakan hari ini disambut meriah para kader Partai Demokrat. Mereka pun meneriakkan yel-yel pemimpin perubahan.


Anies Baswedan Genggam Tangan Ibu Siswa MTsN 19 Jakarta Korban Tewas Tembok Ambruk

6 jam lalu

Anies Baswedan Genggam Tangan Ibu Siswa MTsN 19 Jakarta Korban Tewas Tembok Ambruk

Anies Baswedan menggenggam tangan ibu, salah satu korban tembok roboh Madrasah Tsanawiyah Negeri atau siswa MTsN 19 Jakarta di Pondok Labu.