Polda Metro Jaya Tetapkan Pelaku Pemaksaan Anak Perempuan Jadi PSK sebagai Tersangka

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

Relawan Yayasan Kepedulian Untuk Anak (Kakak) memberikan sosialisasi dan edukasi untuk warga pada aksi bertajuk Jo Kawin Bocah, Stop Kekerasan dan Eksploitasi Seksual saat pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) Solo, Jawa Tengah, Ahad, 24 Juli 2022. Aksi tersebut digelar untuk memperingati Hari Anak Nasional. ANTARA/Maulana Surya

TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya menetapkan EMT (43 tahun) dan RR alias Ivan (19 tahun) sebagai tersangka kasus eksploitasi ekonomi dan atau eksploitasi seksual terhadap anak dan atau tindak pidana kekerasan seksual. Pelaku diduga memaksa NAT (16 tahun) menjadi pekerja seks komersial (PSK) di wilayah Jakarta Barat.

“Pelapor sebagai ayah kandung menerangkan bahwa anak korban bercerita telah dijual oleh terlapor di daerah Jakarta Barat, korban diminta melayani laki-laki dan diberi upah senilai Rp300 ribu sampai dengan Rp500 ribu,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Endra Zulpan dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 20 September 2022.

Namun, kata Zulpan, ketika NAT ingin keluar dari pekerjaan tersebut justru tidak diizinkan oleh EMT. Alasannya adalah karena ditengarai masih memilih utang kepadanya.

Kasus ini berdasarkan laporan bernomor LP/B/2912/VI/2022/SPKT.DITKRIMUM/POLDA METRO JAYA, yang disampaikan oleh MRT selaku ayah kandung NAT pada tanggal 14 Juni 2022. Terlapor merupakan EMT dan kawan-kawan dengan waktu kejadian pada 2021 sampai 2022 di daerah Jakarta Barat.

Zulpan menjelaskan bahwa modus tindakan pelaku adalah menawarkan NAT sebagai PSK dengan menjanjikan bakal mendulang banyak uang. “Namun selama anak korban bekerja melayani tamu, ternyata seluruh uang hasil melayani tamu setiap harinya diminta oleh terlapor dengan alasan untuk membayar sewa kamar dan makanan sehari-hari,” ujarnya.

Penangkapan terhadap EMT dan RR alias Ivan dilakukan di wilayah Kalideres, Jakarta Barat, pada pukul 22.00 WIB, Senin, 19 September 2022. “Selanjutnya penyidik membawa tersangka ke Polda Metro Jaya untuk proses pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut,” tutur Zulpan.

Atas perbuatan para tersangka, mereka dijerat Pasal 76 I juncto Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 tTahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan Annak dan atau Pasal 12 dan atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Disekap dan Dipaksa Jadi PSK di Apartemen

Sebelumnya, NAT ditengarai disekap dan dipaksa menjadi PSK di apartemen wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Kuasa hukum korban, M. Zakir Rasyidin menuturkan peristiwa itu sudah terjadi selama 1,5 tahun sejak Januari 2021 dan kasus ini baru diketahui pihak keluarga pada Juni 2022.

Kejadian bermula saat korban diajak EMT ke salah satu apartemen di Jakarta Barat. Setibanya di lokasi, korban dilarang meninggalkan apartemen.

Dari pengakuan korban, EMT mengiming-iming sejumlah uang dan berjanji membiayai NAT untuk mempercantik diri. “Anak ini tidak bisa pulang. Dia diiming-imingi, dikasih uang dengan cara bekerja tapi pekerjaan yang diberikan itu dia dijual ke pria hidung belang,” kata Zakir, Jumat, 16 September 2022.

Selama disekap, kata Zakir, korban diduga diintimidasi agar tidak mencoba kabur atau menolak melayani pelanggan. Kemudian NAT diberi target untuk meraih uang minimal Rp1 juta per hari.

Jika tidak memenuhi target, maka korban dianggap berutang pada EMT. Selama melakoni aksinya, EMT sesekali mengizinkan NAT pulang ke rumah dan menemui orang tuanya, namun diawasi dan diminta tidak berlama-lama.

Korban juga dilarang bercerita soal pekerjaan dan tempatnya bekerja kepada pihak keluarga. Apabila NAT bercerita pada keluarga, kata Zakir, maka dia harus membayar utang Rp35 juta.

“Jadi korban hanya menyampaikan kepada keluarga bahwa dia bekerja, tidak sampaikan detail pekerjaannya seperti karena dalam tekanan,” tuturnya.

Baca juga: Eksploitasi Seksual Remaja 15 Tahun di Apartemen, Polda Metro Segera Tetapkan Tersangka

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Polisi dan TNI Turunkan 4.400 Personel untuk Jaga Demonstrasi di Jakarta Hari Ini

4 jam lalu

Polisi dan TNI Turunkan 4.400 Personel untuk Jaga Demonstrasi di Jakarta Hari Ini

Kepolisian bersama TNI dan pemerintah daerah menyiagakan 4.400 personel gabungan menjaga unjuk rasa di Jakarta, Selasa, 27 September 2022


Ini Skema Pengalihan Arus Lalu Lintas Jakarta sebagai Dampak Demonstrasi Hari Ini

5 jam lalu

Ini Skema Pengalihan Arus Lalu Lintas Jakarta sebagai Dampak Demonstrasi Hari Ini

Polda Metro Jaya melakukan pengalihan arus lalu lintas di sekitar Monas untuk pengamanan unjuk rasa di Bundaran Patung Kuda Jakarta.


6 Pos Pengaduan Kekerasan Perempuan dan Anak Berdiri, setelah 2 Remaja Dipaksa Jadi PSK

8 jam lalu

6 Pos Pengaduan Kekerasan Perempuan dan Anak Berdiri, setelah 2 Remaja Dipaksa Jadi PSK

Pemerintah Kota Jakarta Barat mendirikan Pos Pengaduan Kekerasan Perempuan dan Anak di enam lokasi permukiman warga.


Riza Patria: Usulan Pengaturan Jam Kerja Masih DIbahas

2 hari lalu

Riza Patria: Usulan Pengaturan Jam Kerja Masih DIbahas

Polda Metro Jaya mengusulkan ada pengaturan jam kerja karyawan di DKI Jakarta untuk mengurai kemacetan


Lihat Lokasi Baru Kamera Tilang Elektronik, Ada 70 ETLE Terpasang

2 hari lalu

Lihat Lokasi Baru Kamera Tilang Elektronik, Ada 70 ETLE Terpasang

Polda Metro Jaya telah menambahkan kamera tilang elektronik atau ETLE (electronic traffic law enforcement) pada 2023 mendatang. Lihat lokasinya!


Daftar Tempat Layanan SIM Keliling di DKI Jakarta Hari Ini

2 hari lalu

Daftar Tempat Layanan SIM Keliling di DKI Jakarta Hari Ini

Polda Metro Jaya membuka dua layanan SIM Keliling di dua titik DKI Jakarta, untuk memfasilitasi warga memperpanjang bukti legal berkendaraan itu.


Pasukan Basmalah dan Asmaul Husna, Pasukan Khusus Polda Metro Jaya Hadapi Pendemo

3 hari lalu

Pasukan Basmalah dan Asmaul Husna, Pasukan Khusus Polda Metro Jaya Hadapi Pendemo

Polda Metro Jaya menyiapkan pasukan khusus yang diberi nama Pasukan Basmalah dan Asmaul Husna. Pasukan apa itu?


Polisi Ingin Hapus Tilang Manual Tahun Ini, Tapi Terhambat Gara-gara Ini

4 hari lalu

Polisi Ingin Hapus Tilang Manual Tahun Ini, Tapi Terhambat Gara-gara Ini

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya berencana untuk menghapuskan tilang manual di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek).


Kapolda Metro Fadil Imran Tunjuk 11 Kapolsek Baru

4 hari lalu

Kapolda Metro Fadil Imran Tunjuk 11 Kapolsek Baru

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menunjuk 11 Kapolsek baru. Kapolsek Penjaringan Kompol Ratna Quratul Ainy jabat Kasubdit Renakta Direskrimum.


Ada Demo PA 212 di Istana, Polisi Lakukan Pengalihan Arus

4 hari lalu

Ada Demo PA 212 di Istana, Polisi Lakukan Pengalihan Arus

Polda Metro Jaya melakukan pengalihan arus lalu lintas karena ada demonstrasi menolak harga BBM naik di sekitar Istana Negara.