Arist Merdeka Sirait Tegur Keras Orang Tua Pelaku Pemerkosaan Anak di Jakarta Utara

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait ditemui awak media di Polda Metro Jaya, Kamis, 12 Maret 2020. Tempo/M Yusuf Manurung

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menegur keras orang tua Anak Berhadapan Hukum terkait kasus pemerkosaan anak di Hutan Kota Rawa Malang, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara.

Teguran keras dilayangkan Arist di Markas Polres Metro Jakarta Utara, Selasa, 20 September 2022, karena orang tua Anak Berhadapan Hukum (ABH) dinilai tidak bisa membuat anaknya menyadari kesalahan mereka. "Saya mengingatkan secara keras kepada orang tua dari pelaku," kata Arist.

Karena kejadian itu, menurut dia, adalah kurangnya perhatian dan pola pengasuhan yang salah. "Kalau tidak salah pengasuhannya, mereka tidak menjadi pelaku kejahatan seksual," katanya.

Arist menambahkan, pihaknya masih mempelajari kesalahan pada orang tua ABH tersebut apakah bisa dikenakan pidana penelantaran anak atau tidak.

Misalnya, dengan sengaja menghilangkan hak anak untuk memperoleh pendidikan. "Maka perbuatan itu dapat dikategorikan sebagai penelantaran anak," katanya.

Sebagai tindak lanjut jika ada temuan tersebut, Komnas PA akan bertindak sesuai tugasnya dengan menyerahkan temuan kepada pendamping hukum korban, yakni Kantor Pengacara Hotman Paris. "Porsi penegakan hukumnya nanti dari Bapak Hotman dan kawan-kawan," kata Arist.

Perlindungan pada anak sebagai korban maupun pelaku

Arist menyatakan keseriusannya dalam menangani perkara yang melibatkan ABH ini sebagai upaya memberi perlindungan kepada anak yang menjadi pelaku maupun korban.

Kepada korban pun sama, Arist menyarankan perlindungan anak dengan memberikan hak korban untuk memperoleh pemulihan trauma dari pihak yang berkompeten. "Perspektifnya perlindungan anak," kata Arist.

Dalam kesempatan itu, Arist menyampaikan terima kasih kepada Kepala Polres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Polisi Wibowo karena diajak terlibat dalam pemberian masukan kepada penyidik agar penanganan ABH dan korban yang masih di bawah umur bisa berjalan baik.

Arist juga telah mendengar bahwa ABH tidak ditahan penyidik melainkan dititipkan ke Rumah Aman (Shelter) Anak Berhadapan Hukum di Cipayung, Jakarta Timur. Menurut dia, tindakan itu sebuah langkah yang baik. "Karena pelakunya anak, dia (proses hukumnya) sangat khusus," katanya.

Kalau orang dewasa mungkin sudah langsung ditangkap (ditahan). "Tidak mungkin anak usia di bawah 12 tahun seperti itu dimasukkan tahanan, nanti jadi salah," kata Arist.

Baca juga: Korban Pemerkosaan Anak dan Terduga Pelaku di Jakarta Utara Didampingi Komnas PA
 

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Riza Patria Janji Tutup Semua Lokasi Prostitusi di Jakarta

2 jam lalu

Riza Patria Janji Tutup Semua Lokasi Prostitusi di Jakarta

Riza Patria berjanji menutup semua lokasi prostitusi karena praktik tersebut melanggar aturan hukum.


Perlindungan Anak dari Kekerasan Seksual Masih Jadi PR Besar Jakarta

1 hari lalu

Perlindungan Anak dari Kekerasan Seksual Masih Jadi PR Besar Jakarta

Dua kasus kekerasan seksual anak di Jakarta menjadi sorotan. Ada remaja disekap dan dipaksa menjadi PSK. aDA juga remaja diperkosa 4 orang


Buntut Empat Anak Diduga Memperkosa, Warga DKI Minta Lokalisasi di Semper Ditutup

2 hari lalu

Buntut Empat Anak Diduga Memperkosa, Warga DKI Minta Lokalisasi di Semper Ditutup

Pemprov DKI Jakarta didesak menutup lokalisasi di dekat Hutan Kota, Semper Timur, Cilincing usai ramai kasus empat anak diduga memperkosa remaja


KPAI Minta Empat Anak Terduga Pelaku Pemerkosaan Dapat Rehabilitasi Maksimal

2 hari lalu

KPAI Minta Empat Anak Terduga Pelaku Pemerkosaan Dapat Rehabilitasi Maksimal

Empat anak terduga pelaku pemerkosaan masih berusia antara 11 dan 14 tahun.


Rusia dan Ukraina Melakukan Pertukaran Tahanan

2 hari lalu

Rusia dan Ukraina Melakukan Pertukaran Tahanan

Rusia dan Ukraina melakukan pertukaran tahanan terbesar sejak perang dimulai dan melibatkan hampir 300 orang, termasuk 10 warga negara asing.


4 Anak Terduga Pelaku Pemerkosaan di Jakut Direkomendasikan tidak Dibina Keluarganya

4 hari lalu

4 Anak Terduga Pelaku Pemerkosaan di Jakut Direkomendasikan tidak Dibina Keluarganya

Komnas Perlindungan Anak menilai kondisi keluarga empat anak terduga pelaku pemerkosaan itu tidak baik sehingga mempengaruhi perilaku mereka


Siap-siap Liburan Akhir Pekan di Pesisir Jakarta, Ada Festival Pesona Wisata Pesisir 2022

4 hari lalu

Siap-siap Liburan Akhir Pekan di Pesisir Jakarta, Ada Festival Pesona Wisata Pesisir 2022

Dalam Festival Pesona Wisata Pesisir yang akan digelar pada Ahad, 25 September itu, ada sejumlah kegiatan seru yang bisa diikuti.


Kriminolog Buka Suara Soal Pemerkosaan di Hutan Kota: Hampir Pasti Sudah Terencana

4 hari lalu

Kriminolog Buka Suara Soal Pemerkosaan di Hutan Kota: Hampir Pasti Sudah Terencana

Adrianus Maliala menyebut motif pemerkosaan karena cinta ditolak itu sangat tidak adil dan sepihak kepada korban.


Korban Pemerkosaan Anak dan Terduga Pelaku di Jakarta Utara Didampingi Komnas PA

5 hari lalu

Korban Pemerkosaan Anak dan Terduga Pelaku di Jakarta Utara Didampingi Komnas PA

Komnas PA melindungi Anak Berhadapan Hukum dan korban pemerkosaan anak di Hutan Kota Rawa Malang, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara.


3 Rumah Ibadah di Jakarta Utara Bisa Akses Sistem PeDeKaTe untuk Pencatatan Perkawinan

5 hari lalu

3 Rumah Ibadah di Jakarta Utara Bisa Akses Sistem PeDeKaTe untuk Pencatatan Perkawinan

Pengurus tiga rumah ibadah sudah bisa masuk ke dalam aplikasi Sudin Dukcapil Jakarta Utara untuk mengunggah berkas permohonan pencatatan perkawinan.