Modus Baru Peredaran Narkoba, Manfaatkan Penyandang Disabilitas Pakai Tas Selempang

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

Ribuan pil ekstasi yang akan dimusnahkan ditampilkan saat konferensi persi di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu, 24 Agustus 2022. Sejumlah barang bukti narkoba yang dimusnahkan terdiri dari 8.742,2 gram sabu dan 295.363 gram ganja, serta 29.083 butir pil ekstasi. TEMPO/Haninda Hasyafa

TEMPO.CO, Jakarta - Polres Metro Jakarta Pusat menangkap tiga tersangka narkoba di Daan Mogot, Kota Tangerang, Banten. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Komarudin mengatakan ketiga tersangka yang ditangkap adalah SY (48), AT (35), dan FF (27).

Ia mengatakan dari ketiga tersangka, SY merupakan penyandang disabilitas. “Ini modus baru. Ini untuk menghilangkan kecurigaan, maka digunakan orang-orang catatan khusus seperti saudara kita yang disabilitas yang memang berpenampilan terlihat tidak mencolok,” katanya dalam keterangan tertulis, Kamis, 22 September 2022.

Kapolres Metro Jakarta Pusat itu mengatakan bahwa ketiga pelaku memiliki peran yang berbeda. SY berperan sebagai kurir, AT menerima narkoba dari SY, sementara FF yang memerintahkan AT.

Tersangka penyandang disabilitas, SY dimanfaatkan, kata dia, agar tidak terlihat mencolok. SY membawa narkoba hanya menggunakan tas yang diselempangkan ke badannya.

“Dan proses pembawaan pun sangat lazim, hanya pakai tas yang diselempangkan. Ini juga pembelajaran baru untuk kita semua sehingga kita meminimalkan ruang gerak pengedar-pengedar narkoba,” kata Komarudin.

Namun demikian, Kombes Komarudin memastikan penindakan hukum tidak pandang bulu. “Nanti ranahnya pengadilan menentukan dengan berbagai pertimbangan,” ujarnya.

Tangkap 9 pelaku

Selain itu, Kombes Komarudin mengatakan selama sepuluh hari terakhir pihaknya telah mengungkap lima kasus peredaran narkoba dan telah menangkap sembilan pelaku.

“Dalam kurun waktu 10 hari, kami berhasil mengembangkan, serta mengungkap lima kasus peredaran narkoba jenis sabu, ganja, dan ekstasi. Dari 10 hari yang kami lakukan, pengamatan, pemantauan, kami berhasil mengamankan sembilan orang pelaku,” ujarnya.

Sejumlah barang bukti yang disita dari kelima TKP, di antaranya 6,7 kg sabu; 3,1 kg ganja; 40 butir ekstasi; dan 1,95 gram serbuk ekstasi.

Polisi mengklaim total kerugian negara yang bisa diselamatkan dari kasus peredaran narkoba ini, yaitu Rp 9 miliar dan jumlah jiwa yang terselamatkan dari penyalahgunaan narkoba adalah 58 ribu orang.

Para tersangka dijerat Pasal 114 2 Subpasal 112 (2) juncto 132 (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Baca juga: 31 Kelurahan dan 34 Kawasan di Jakarta Utara Rawan Ulah Pengedar Narkoba

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Kasus Mahasiswa UI Tewas Tertabrak Pajero, Polisi Undang Ahli untuk Tentukan Tersangka

1 hari lalu

Kasus Mahasiswa UI Tewas Tertabrak Pajero, Polisi Undang Ahli untuk Tentukan Tersangka

Gelar perkara mahasiswa UI tewas tertabrak Pajero bertujuan menentukan status perkara apakah naik dari penyelidikan ke penyidikan.


Survei: Publik Percaya Kasus Teddy Minahasa Bukti Ada Persaingan Tidak Sehat di Polri

1 hari lalu

Survei: Publik Percaya Kasus Teddy Minahasa Bukti Ada Persaingan Tidak Sehat di Polri

Survei menunjukkan 58,8 persen publik percaya adanya persaingan tidak sehat di tubuh Polri dalam kasus Teddy Minahasa.


Kejagung Jawab Hotman Paris Hutapea & RAPBD DKI 2023 Bengkak Rp 4,7 Triliun Jadi Top 3 Metro

3 hari lalu

Kejagung Jawab Hotman Paris Hutapea & RAPBD DKI 2023 Bengkak Rp 4,7 Triliun Jadi Top 3 Metro

Top 3 Metro hari ini dimulai dari berita Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana yang membantah pernyataan Hotman Paris Hutapea.


Berkas Perkara Teddy Minahasa Masuk Kembali ke Kejati DKI, 1 Berkas Lagi Menyusul

3 hari lalu

Berkas Perkara Teddy Minahasa Masuk Kembali ke Kejati DKI, 1 Berkas Lagi Menyusul

Kejati DKI Jakarta telah menerima kembali berkas perkara tersangka mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Teddy Minahasa dalam kasus narkoba.


Penyidik Polda Metro Serahkan Kembali Berkas Teddy Minahasa ke Kejaksaan Tinggi DKI

3 hari lalu

Penyidik Polda Metro Serahkan Kembali Berkas Teddy Minahasa ke Kejaksaan Tinggi DKI

Kejaksaan Tinggi DKI telah menerima kembali berkas perkara Irjen Teddy Minahasa dalam kasus narkoba. Akan diteliti kembali oleh tim jaksa.


Kisah Guru Disabilitas Netra Mengajar di MAN 4 Sleman

4 hari lalu

Kisah Guru Disabilitas Netra Mengajar di MAN 4 Sleman

Keterbatasan fisik tidak menyurutkan dedikasinya untuk mengemban amanah sebagai guru di MAN 4 Sleman.


Pekerjakan Penyandang Disabilitas, BRI Raih Penghargaan dari Kemnaker

4 hari lalu

Pekerjakan Penyandang Disabilitas, BRI Raih Penghargaan dari Kemnaker

BRI sebagai salah satu BUMN mempunyai komitmen untuk memberikan kesempatan kerja bagi para penyandang disabilitas.


Doddy Prawiranegara Minta Jadi JC karena Diintimidasi Teddy Minahasa, LPSK: Masih Telaah

4 hari lalu

Doddy Prawiranegara Minta Jadi JC karena Diintimidasi Teddy Minahasa, LPSK: Masih Telaah

LPSK masih menelaah berkas permohonan justice collaborator dari AKBP Doddy Prawiranegara dalam kasus sabu Teddy Minahasa.


Doddy Prawiranegara Jawab Tuduhan Teddy Minahasa via Hotman Paris Soal Barang Bukti Sabu

4 hari lalu

Doddy Prawiranegara Jawab Tuduhan Teddy Minahasa via Hotman Paris Soal Barang Bukti Sabu

Pengacara Doddy Prawiranegara, Adriel Viari Purba menyatakan barang bukti narkoba yang diklaim Teddy Minahasa masih utuh tak ada kaitan dengan kasus.


Beda Keterangan Teddy Minahasa dengan Dody Prawiranegara Soal Keberadaan 5 Kg Sabu

4 hari lalu

Beda Keterangan Teddy Minahasa dengan Dody Prawiranegara Soal Keberadaan 5 Kg Sabu

Ada perbedaan versi posisi lima kilogram sabu kasus Teddy Minahasa. Dody Prawiranegara punya versi penjelasan sendiri.