Pengeroyokan di Bintaro Karena Dendam yang Belum Tuntas, Pelaku Tak Dijanjikan Materi

Reporter

Konferensi pers di Polda Metro Jaya pada Jumat, 23 September 2022 soal kasus pengeroyokan yang terjadi di Bintaro, Jakarta Selatan. Tempo/M. Faiz Zaki

TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap pelaku pengeroyokan yang terjadi di Bintaro, Jakarta Selatan. Kanit II Subdit Resmob Polda Metro Jaya Komisaris Polisi Maulana Mukarom menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengusutan sampai saat ini, pelaku tidak diimingi materi untuk mengeksekusi korban.

Menurutnya dari keterangan tersangka dan bukti CCTV memang menganiaya secara brutal. "Murni ada permasalahan antar mereka, ada dendam yang belum diselesaikan," ujar Maulana dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat, 23 September 2022.

Para pelaku adalah NP (laki-laki 19 tahun) yang berperan sebagai eksekutor dan menyiapkan alat berupa palu atau martil. Kemudian AMK (laki-laki 20 tahun) yang memukul korban dengan martil dan menyiapkan golok.

Lalu MHR (laki-laki 19 tahun) yang berperan mengantar ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Terakhir adalah AB (perempuan 21 tahun) yang menjembatani pertemuan NP dan AMK untuk mengeksekusi korban.

Sedangkan korbannya ada dua, yaitu EYW, laki-laki umur 26 tahun dan FKT, laki-laki umur 27 tahun. Mereka dua mengalami luka akibat hantaman senjata tajam dan benda tumpul.

Maulana mengatakan NP dan korban adalah mantan kekasih dari AB. Selain itu sempat ada keributan oleh AMK di media sosial untuk melakukan penganiayaan terhadap korban.

Namun latar belakang dendam asmara antara korban dan pelaku pada kasus ini belum dipastikan. "Masalahnya apa, ini yang sedang kita dalami," katanya.

Barang bukti yang disita polisi adalah satu unit golok yang digunakan NP, satu unit palu atau martil yang digunakan AMK, dua unit handphone milik AB, satu unit handphone milik NP, dan satu unit handphone milik AMK.

Ada juga satu unit handphone milik MHR, satu unit sepeda motor Honda Beat Street bernomor B 6955 VVC milik MHR, dan satu buah jaket Shopee warna oranye milik AMK.

Atas perbuatan pelaku, mereka telah ditetapkan sebagai tersangka. "Pasal yang disangkakan, para tersangka dikenakan Pasal 170 KUHP dengan pidana penjara paling lama atau maksimal lima tahun," kata Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Polisi M. Hari Agung Julianto pada kesempatan yang sama.

Pengeroyokan Saat Janji Bertemu

Kejadian disebabkan persoalan asmara bermotif dendam yang dimiliki pelaku berinsial AMK kepada korban. Pada hari kejadian, korban membuat perjanjian bertemu dengan mantan pacarnya, AB, melalui telepon.

Tujuannya adalah menyelesaikan persoalan pribadi. "Secara tiba-tiba dari arah belakang AB, datang dua orang pelaku atas nama NP dan AMK langsung mengacungkan senjata tajam kepada korban dan mengenai korban dan saksi Kelvin (FKT)," tutur Komisaris Polisi M. Hari Agung Julianto.

Sebelum pengeroyokan terjadi, AB meminta korban untuk geser ke tempat yang lebih terang. Namun sebelum datang ke titik yang dimaksud, korban langsung dianiaya dan AB melarikan diri.

Kemudian pada 22 September 2022 pukul 02.00 WIB, AB berhasil ditangkap di rumahnya di wilayah Setiabudi. "AB diamankan kemudian dikembangkan siapa aja pelaku-pelakunya. Dari situ lah kemudian Tim Opsnal Resmob yang mem-backup Pesanggrahan berhasil mengungkap para pelaku-pelaku tersebut pada jam-jam yang berbeda," kata Komisaris Polisi M. Hari Agung Julianto.

Baca juga: Pengeroyokan di Bintaro Dilatari Dendam Asmara, Mantan Kekasih Korban Terlibat






Pemkot Jaksel Ganti Festival Palang Pintu dengan Jalan Santai Kemang dan Gelar Budaya 2022

2 jam lalu

Pemkot Jaksel Ganti Festival Palang Pintu dengan Jalan Santai Kemang dan Gelar Budaya 2022

Kegiatan Jalan Santai Kemang ini menggantikan Festival Palang Pintu untuk menggerakkan kegiatan ekonomi di Kemang pascapandemi.


Polisi Temukan Unsur Kekerasan dalam Laporan KDRT yang Dialami Lesti Kejora

13 jam lalu

Polisi Temukan Unsur Kekerasan dalam Laporan KDRT yang Dialami Lesti Kejora

Polres Metro Jakarta Selatan menemukan adanya unsur kekerasan dalam laporan KDRT yang dialami Lesti Kejora. Polisi segera periksa Rizky Billar.


Soleh Solihun Kena Pungli, Kanit Samsat Jaksel Bantah Ada Perintah Atasan

2 hari lalu

Soleh Solihun Kena Pungli, Kanit Samsat Jaksel Bantah Ada Perintah Atasan

Kanit Samsat Jakarta Selatan AKP Mulyono membantah memerintahkan petugas meminta pungutan atau pungli dalam pengurusan perpanjang STNK


Soleh Solihun Kena Pungli, Kanit Samsat Jakarta Selatan: Pelaku Karyawan Bantuan

2 hari lalu

Soleh Solihun Kena Pungli, Kanit Samsat Jakarta Selatan: Pelaku Karyawan Bantuan

Kanit Samsat Jakarta Selatan AKP Mulyono menyatakan cek fisik kendaraan bermotor tidak dipungut biaya


Bukan Granat yang Meledak di Cilincing Tapi Flashbang Alat untuk Latihan Brimob

2 hari lalu

Bukan Granat yang Meledak di Cilincing Tapi Flashbang Alat untuk Latihan Brimob

Polda Metro memastikan benda yang meledak di Cilincing bukan granat tapi flashbang semacam alat untuk latihan Brimob.


Hujan Petir dan Angin Kencang Diprediksi Terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur Hari Ini

3 hari lalu

Hujan Petir dan Angin Kencang Diprediksi Terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur Hari Ini

BMKG meminta masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan petir disertai angin kencang di sebagian wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur hari ini.


Demo Tolak Kenaikan BBM di Jakarta Aman, Ada Pasukan Basmallah, Polda Metro: Alhamdulillah

3 hari lalu

Demo Tolak Kenaikan BBM di Jakarta Aman, Ada Pasukan Basmallah, Polda Metro: Alhamdulillah

Polda Metro Jaya menyebut demo tolak kenaikan BBM dari berbagai elemen masyarakat di Jakarta berlangsung aman.


Pierre Tendean dan Ade Irma Suryani Foto Bersama 2 Bulan Sebelum Tragedi G30S

4 hari lalu

Pierre Tendean dan Ade Irma Suryani Foto Bersama 2 Bulan Sebelum Tragedi G30S

Pierre Tendean dan Ade Irma Suryani Nasution dikenal akrab semasa hidupnya. Mereka menjadi korban dalam penyerangan G30S dini hari itu.


Kali Ini PSI Dukung Langkah Pemerintah DKI, Tambah Kamera CCTV Cegah Kriminalitas

5 hari lalu

Kali Ini PSI Dukung Langkah Pemerintah DKI, Tambah Kamera CCTV Cegah Kriminalitas

Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo mendukung langkah Pemprov DKI Jakarta menambah titik kamera CCTV.


Hujan Petir dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Jakarta Selatan Sore Ini

5 hari lalu

Hujan Petir dan Angin Kencang Berpotensi Terjadi di Jakarta Selatan Sore Ini

BMKG memprakirakan, sebagian besar wilayah Jakarta pada siang ini cerah berawan. Kecuali Jakarta Selatan bakal diguyur hujan petir menjelang sore.