Jebakan Batman Polisi Lalu Lintas Harus Dihentikan, Lemkapi: Tindak Tegas Pelanggar

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

Anggota Polisi lalu lintas bersama petugas Dinas Perhubungan DKI Jakarta berjaga di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Selasa, 19 Juli 2022. Rekayasa lalu lintas permanen di Bundaran HI berlaku setiap hari sejak kemarin, Senin, 18 Juli 2022, mulai pukul 16.00 sampai 21.00 WIB. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan mengatakan, Polisi Lalu Lintas (Polantas) merupakan baromater pelayanan Polri.

Sehingga, kata dia, perintah Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo agar para Kapolda menertibkan pelayanan Polantas untuk memperbaiki citra institusi Kepolisian di tengah masyarakat merupakan tindakan sangat tepat.

"Berdasarkan pengamatan kami selama ini, Polantas paling banyak disorot oleh masyarakat. Kinerja Polantas adalah barometer pelayanan Polri," kata Edi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu malam, 24 September 2022 seperti dikutip dari Antara.

Menurut pemerhati Kepolisian ini, untuk meningkatkan citra, Polri harus memberikan pelayanan yang semakin baik. "Inovasi tilang elektronik dan layanan Surat Izin Mengemudi (SIM) 'online' sudah sangat baik. Namun pada sisi lainnya dibutuhkan berbagai inovasi baru pelayanan," katanya.

Edi Hasibuan minta seluruh jajaran Polantas terus berbenah dengan membuat berbagai inovasi dalam mempercepat pelayanan yang transparan dan akuntabel di tengah masyarakat.

Selain itu, dosen di Universitas Bhayangkara Jakarta ini meminta seluruh jajaran Polantas agar tidak mengedepankan penegakan hukum di jalan raya, tapi memperbanyak edukasi dan penyuluhan berlalu lintas kepada pengguna jalan. "Istilah 'jebakan batman' terhadap pengguna jalan harus dihilangkan," katanya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo memerintahkan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Syahardiantono untuk menindak jajaran Polantas yang menyimpang dan melanggar saat mengatur lalu lintas.

Dia mengatakan, tindakan tegas perlu dilakukan terhadap anggota yang melanggar agar tidak merusak citra Polri dan polisi sudah bekerja baik. Selain itu, Kapolri juga meminta kepada sesama anggota Polantas Polri agar dapat saling mengingatkan satu sama lain.

Citra polisi sempat turun

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa penanganan kasus Ferdy Sambo cs yang dilakukan oleh tim khusus bentukannya kembali membuat citra kepolisian positif di mata masyarakat. Pada awal penanganan kasus ini, citra polisi disebut sempat menurun. 

Listyo Sigit menyatakan bahwa meningkatnya citra kepolisian itu tak lepas dari upaya timsus yang membuka kasus pembunuhan Brigadir Nofryansah Yosua Hutabarat  alias Brigadir J itu kepada publik. Dia pun menegaskan bahwa timsus yang dipimpin oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono akan tetap membuka kasus itu secarra transparan seperti arahan Presiden Jokowi.

"Tentunya masih ada beberapa kegiatan yang saat ini sedang kami laksanakan terkait dengan kasus tersebut, dan ini adalah pertaruhan institusi Polri, pertaruhan marwah Polri," kata Lityo Sigit dalam konferensi video kepada seluruh jajarannya, Kamis, 19 Agustus 2022.

"Tidak akan ada yang ditutup-tutupi, semua kami buka sesuai fakta, ungkap kebenaran apa adanya, jadi itu yang menjadi pegangan kami," ujar Sigit.

Dia pun menekankan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk meraih kembali kepercayaan masyarakat yang mulai menurun sejak insiden pembunuhan tersebut. Listyo Sigit Prabowo meminta agar tak ada lagi pelanggaran yang dilakukan oleh anggota polisi yang dapat mencoreng citra institusi.

"Ini terkait dengan masalah kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri dan ini menjadi pertaruhan bersama. Oleh karena itu, hal ini yang tentunya menjadi catatan penting dan saya minta untuk betul-betul bisa ditindaklanjuti," kata dia. 

Sorotan pembunuhan Brigadir J

Kepolisian memang sempat mendapatkan sorotan ketika awal kasus pembunuhan Brigadir J ini mencuat. Pasalnya, banyak pihak menilai cerita versi polisi bahwa Yosua tewas akibat tembak menembak dengan rekannya sesama ajudan Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, tak masuk akal. 

Apalagi keluarga Yosua kemudian menyatakan bahwa terdapat berbagai luka, selain luka tembak, di tubuh pria berusia 27 tahun itu. Alasan bahwa Yosua dan Richard terlibat baku tembak karena pelecehan yang dialami oleh istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, pun diragukan. 

Kasus ini mulai mendapatkan titik terang setelah Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus yang mengambil alih kasus ini dari Polda Metro Jaya. Tim itu bergerak cepat dengan menetapkan Bharada E sebagai tersangka dalam kasus ini. Dalam waktu beberapa hari saja, timsus kemudian menetapkan tiga tersangka lainnya, Brigadir Ricky Rizal, Kuat Maruf dan Ferdy Sambo.

Selain itu, timsus juga memastikan tak ada peristiwa tembak menembak antara Yosua dan Richard. Yang terjadi, menurut Listyo Sigit, Richard menembak Yosua atas perintah Ferdy. Belakangan polisi pun menyatakan tak ada bukti yang menguatkan peristiwa pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. 

Baca juga: Penanganan Kasus Ferdy Sambo Cs Oleh Timsus Diklaim Membuat Citra Polri Kembali Positif

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Polantas Urusi Pohon Tumbang, Begini Pesannya

9 jam lalu

Polantas Urusi Pohon Tumbang, Begini Pesannya

Jika pohon tumbang tak segera diatasi, kemacetan arus lalu lintas akan mengular. Polantas Husnan Rangkuti menggerahkan warga.


Polantas Gemas Jalan Rusak Bikin Kecelakaan, Mereka Lakukan Ini

18 jam lalu

Polantas Gemas Jalan Rusak Bikin Kecelakaan, Mereka Lakukan Ini

Polisi harus segera menyampaikan kepada pemerintah jika ada jalan rusak agar segera dilakukan pernaikan jalan.


Sidang Ferdy Sambo Cs Kembali Digelar Pekan Depan, Ini Jadwalnya

18 jam lalu

Sidang Ferdy Sambo Cs Kembali Digelar Pekan Depan, Ini Jadwalnya

Sidang kasus pembunuhan berencana dan obstruction of justice dengan terdakwa Ferdy Sambo cs kembali digelar pekan depan.


Kasus Brigadir J, Hakim Perintahkan Jaksa Hadirkan Ketua RT Kompleks Duren Tiga Secara Daring

19 jam lalu

Kasus Brigadir J, Hakim Perintahkan Jaksa Hadirkan Ketua RT Kompleks Duren Tiga Secara Daring

Majelis hakim memerintahkan JPU menghadirkan Ketua RT 5 Kompleks Polri Duren Tiga, yakni Seno Sukarto pada sidang perintangan penyidikan kasus Brigadir J


Top Nasional: Pernyataan Bharada E soal Wanita Menangis Dinilai Kejujuran, DPR Setujui Yudo Margono Jadi Panglima TNI

21 jam lalu

Top Nasional: Pernyataan Bharada E soal Wanita Menangis Dinilai Kejujuran, DPR Setujui Yudo Margono Jadi Panglima TNI

Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi mengungkapkan pernyataan Richard Eliezer atau Bharada E soal wanita menangis di rumah Ferdy Sambo adalah jujur.


Laksamana Yudo Margono Jadi Panglima TNI, Ini Kata KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman

1 hari lalu

Laksamana Yudo Margono Jadi Panglima TNI, Ini Kata KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman

KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman menyatakan akan mendukung Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI.


Selain Setujui Yudo Margono Sebagai Panglima TNI, DPR Juga Sepakat Berhentikan Andika Perkasa

1 hari lalu

Selain Setujui Yudo Margono Sebagai Panglima TNI, DPR Juga Sepakat Berhentikan Andika Perkasa

DPR memberhentikan Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI dengan hormat setelah menyetujui pencalonan Laksamana Yudo Margono.


Soal Keberadaan Ismail Bolong, Ini Kata Kapolri

1 hari lalu

Soal Keberadaan Ismail Bolong, Ini Kata Kapolri

Kapolri menyatakan akan ada progres soal pencarian Ismail Bolong setelah mereka memeriksa anak dan istrinya pada Kamis kemarin.


Antar Yudo Margono Jalani Uji Kelayakan Panglima TNI di DPR, Kapolri: Bukti Solid

1 hari lalu

Antar Yudo Margono Jalani Uji Kelayakan Panglima TNI di DPR, Kapolri: Bukti Solid

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan mengantarkan Laksamana TNI Yudo Margono ke uji kepatutan dan kelayakan sebagai Panglima TNI di DPR


Saksi Sebut Arif Rachman Arifin Perintahkan Penyidik Polres Jaksel Rekayasa BAP

1 hari lalu

Saksi Sebut Arif Rachman Arifin Perintahkan Penyidik Polres Jaksel Rekayasa BAP

Terdakwa kasus obstruction of justice, Arif Rachman Arifin pernah memerintahkan penyidik Polres Jakarta Selatan untuk merekayasa berita acara pemeriksaan (BAP).