Pulau Reklamasi G dari 10 Hektare Tinggal 1,7 akibat Abrasi, Riza Patria: Belum Pasti Hunian

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

Pulau-pulau reklamasi Jakarta juga beresiko tenggelam karena jenis tanah yang paling cepat surut yang tanahnya mengendap dan menjadi padat seiring waktu. Satelit dan sensor berbasis darat mencatat sebagian Jakarta Utara mengalami penurunan puluhan milimeter per tahun. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria belum memastikan lahan pulau reklamasi Pulau G yang diduga tersisa 1,7 hektare karena abrasi. Dia menuturkan harus cek kepada dinas yang bersangkutan soal daratan reklamasi itu.

"Nanti dicek detailnya sama dinas terkait, yang ingin saya sampaikan ini sedang dibahas dan dirumuskan nanti Pulau G diperuntukkan untuk apa saja. Belum pasti sayap pemukiman, tapi nanti akan sedang dibahas dan dirumuskan," ujarnya saat ditemui di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Ahad, 25 September 2022.

Riza menyampaikan bahwa Pulau G terbuka untuk semua warga DKI Jakarta, serta tidak ada eksklusivitas. Maka siapa saja diberi kesempatan untuk memanfaatkan pulau itu.

"Tidak boleh ada wilayah apapun di Jakarta yang eksklusif yang tidak boleh didatangin, ditutup sepihak, tidak boleh. Semua harus diberikan kesempatan pada siapa saja," katanya.

Menurutnya salah satu peruntukan Pulau G untuk pemukiman. Penempatan sektor lain yang menunjang di sana pun sedang dibahas bersama DPR.

"Itu salah satunya untuk pemukiman, tapi nanti sedang dibahas dituntaskan apa lagi selain pemukiman, tentu wilayah tersebut pasti ada pemukimannya," tuturnya.

Semua wilayah DKI Jakarta, kata Riza, dipastikan untuk pemukiman dan pembangunan sektor lainnya seperti bisnis atau komersil. Lalu, juga untuk kepentingan rekreasi, lingkungan, dan lain-lain.

Pulau reklamasi menciut karena abrasi

Sebelumnya, Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta Syarif mengungkapkan daratan hasil reklamasi Pulau G saat ini hanya tersisa 1,7 hektare dari lahan eksisting 10 hektare akibat abrasi.

"Pulau G itu rencana luasnya 161 hektare, sudah ada tanggul-tanggul tapi belum diisi urugan. Sekarang eksistingnya baru 10 hektare, malah sekarang tergerus ombak itu tinggal 1,7 hektare," kata Syarif saat dihubungi di Jakarta, kemarin, dikutip dari ANTARA.

Dia mengaku kaget dengan terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 31 Tahun 2022 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perencanaan Provinsi DKI Jakarta yang mencantumkan status dari berbagai pulau reklamasi termasuk Pulau G.

Pergub itu merujuk pada Perpres Nomor 60 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak dan Cianjur (Jabodetabek dan Punjur). "Karena eksistingnya baru 10 hektare dan sekarang berkurang tinggal 1,7 hektare karena dihempas gelombang," katanya.

Baca juga: Pantai Maju Jakarta, Pulau Reklamasi Ahok yang Diubah Anies, dan Tempat Main Layang-layang

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Gerebek Lumpur Anies Baswedan Digencarkan sejak Jakarta Kerap Banjir

8 jam lalu

Gerebek Lumpur Anies Baswedan Digencarkan sejak Jakarta Kerap Banjir

Gerebek lumpur mulai digencarkan di masa Gubernur Jakarta Anies Baswedan. Pemerintah daerah fokus mengeksekusi program itu sejak Jakarta sering banjir


Anggota DPRD DKI Jelaskan Mekanisme dan Fungsi Deputi Gubernur DKI

9 jam lalu

Anggota DPRD DKI Jelaskan Mekanisme dan Fungsi Deputi Gubernur DKI

Deputi Gubernur DKI bakal dipilih oleh Presiden Jokowi atas usulan dari Pemprov DKI


Orang Pilihan Jokowi akan Gantikan Marullah Matali sebagai Sekda DKI Jakarta

15 jam lalu

Orang Pilihan Jokowi akan Gantikan Marullah Matali sebagai Sekda DKI Jakarta

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menggeser Marullah Matali dari posisi Sekda DKI menjadi Deputi Gubernur


RUU Kekhususan Jakarta, DPRD DKI: Tugas Pemerintah Daerah Memberikan Masukan

15 jam lalu

RUU Kekhususan Jakarta, DPRD DKI: Tugas Pemerintah Daerah Memberikan Masukan

DPRD DKI telah membentuk panitia khusus membahas status Jakarta setelah pemindahan ibu kota negara


LRT Jakarta Buka Lowongan Kerja, Ada untuk Lulusan SMK

1 hari lalu

LRT Jakarta Buka Lowongan Kerja, Ada untuk Lulusan SMK

PT LRT Jakarta membuka lowongan kerja untuk sejumlah posisi


Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini, BMKG: Waspadai Potensi Hujan Disertai Angin Kencang

1 hari lalu

Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini, BMKG: Waspadai Potensi Hujan Disertai Angin Kencang

Prediksi cuaca Jabodetabek hari ini diwarnai dengan potensi hujan disertai dengan petir dan angin kencang. Perkiraan itu bersumber dari BMKG.


Umur Harapan Hidup Orang Jakarta Bertambah 1,29 Tahun Selama Satu Dekade, Jadi 73,32 Tahun

2 hari lalu

Umur Harapan Hidup Orang Jakarta Bertambah 1,29 Tahun Selama Satu Dekade, Jadi 73,32 Tahun

Umur harapan hidup orang Jakarta pada 2022 meningkat menjadi 73,32 tahun. Menunjukkan derajat kesehatan yang semakin membaik.


Inilah Sejarah KA Argo Parahyangan yang Dikabarkan Bakal Ditutup jika KCJB Beroperasi

2 hari lalu

Inilah Sejarah KA Argo Parahyangan yang Dikabarkan Bakal Ditutup jika KCJB Beroperasi

KA Argo Parahyangan dikabarkan akan ditutup saat KCJB mulai beroperasi. Begini sejarah dan fasilitas di KA Argo Parahyangan.


Warga Kampung Bayam Geruduk Balai Kota, Heru Budi Hartono: Tinggal Jakpro Berdiskusi

2 hari lalu

Warga Kampung Bayam Geruduk Balai Kota, Heru Budi Hartono: Tinggal Jakpro Berdiskusi

Heru Budi Hartono meminta Jakpro untuk memediasi warga Kampung Bayam karena hingga saat ini mereka belum menempati Kampung Susun Bayam.


Profil ENHYPEN, Grup Vokal Korea Selatan yang akan Konser di Jakarta pada Maret 2023

2 hari lalu

Profil ENHYPEN, Grup Vokal Korea Selatan yang akan Konser di Jakarta pada Maret 2023

ENHYPEN adalah boyband K-pop pertama yang dibuat oleh Belift Lab