Pengacara Terjerat Kasus Penipuan, IPW: Penyidik Polres Jakarta Barat Main Mata?

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

Ilustrasi Penipuan. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara berinisial NR (46) yang terjerat kasus dugaan penipuan dan penggelapan disebut tak kooperatif dalam menjalani proses hukum. Ketua Presidium Indonesia Police Watch Sugeng Teguh Santoso, menilai permintaan para korban untuk menangkap NR merupakan hal tepat.

"Kapolres Jakarta Barat harus menangkap tersangka yang sudah dipanggil berkali-kali tetapi tidak hadir tanpa alasan yang sah," ujarnya Selasa, 27 September 2022.

NR diketahui sudah dua kali mangkir dari panggilan BAP tanpa kabar sehingga menghambat jalannya pemberkasan ke kejaksaan. Menurut Sugeng, seorang tersangka yang tidak hadir dalam pemeriksaan tanpa alasan jelas sama saja dengan melecehkan penegak hukum.

"Ketidakhadiran tanpa alasan yang sah sama dengan tindakan melecehkan hukum dalam personifikasi aparatus hukum polisi," katanya. 

Hari ini, kata dia, tidak ada kesulitan untuk menangkap tersangka yang tidak kooperatif. Ini tergantung dari niat para penyidik. 

"Tidak sulit bagi Polres Jakarta Barat sebenarnya untuk menangkap tersangka yang berada di dalam negeri walau bersembunyi. Persoalannya apakah penyidik Polres Jakarta Barat ada main mata dengan tersangka?" ucapnya. 

Sebelumnya, kasus dugaan ini berawal dari pengakuan tersangka sebagai advokat yang bisa mengembalikan dana tersangkut pada Kospin ISC 2020 melalui jalur khusus. Namun tawaran tersebut tidak kunjung terealisasi sehingga para korban mulai mempertanyakan kelanjutannya.

Sejak itu, para korban mulai mencari bukti terkait latar belakang tersangka. Diketahui bahwa tersangka belum disumpah secara resmi menjadi seorang advokat menurut hukum negara, terlebih ijazah S1 Hukum tersangka tidak terdaftar di Kemenristekdikti. 

Para korban akhirnya mulai membuat laporan pada 30 Juli 2021 dengan pasal dugaan penipuan dan penggelapan. Namun sampai saat ini, tersangka masih belum memiliki itikad baik untuk menjalani proses hukum.

Terdapat dugaan bahwa tersangka telah melarikan diri keluar negeri pada awal September 2022. Tetapi pihak Satreskrim Polres Metro Jakbar mengaku telah melakukan upaya pencekalan keluar negeri terhadap paspor tersangka.

Kapolres Metro Jakarta Barat diminta jemput paksa NR

Tenrie Moeis, salah seorang pengacara korban, meminta aparat penegak hukum untuk segera memproses penangkapan paksa terhadap tersangka. Hal ini guna mengantisipasi pandangan buruk masyarakat. 

"Maka sudah patut dan selayaknya apabila Kapolres Metro Jakbar dan jajaran segera memerintahkan penjemputan paksa dan penahanan terhadap tersangka NR karena NR ini kami anggap memang sudah sangat tidak menghargai Institusi Polri. Jangan sampai ada anggapan masyarakat bahwa penyidik seolah dibuat tak berdaya merespon perbuatan tersangka," tuturnya. 

Tenri menerangkan bahwa tindak pidana yang dilakukan NR tidak hanya terkait kasus penipuan dan penggelapan skala kecil. Ada tiga laporan polisi lain yang masih dalam proses. 

"NR masih harus menghadapi tiga laporan polisi lainnya yang masih berproses hingga saat ini dan tidak menutup kemungkinan akan ada laporan-laporan kepolisian yang baru dari para korban-korban lainnya karena diduga korbannya sudah mencapai ratusan orang," jelasnya.

VANIA NOVIE ANDINI

Baca juga: Eks Jaksa KPK Laporkan Advokat Alvin Lim ke Polda Metro Karena Konten Kejaksaan Sarang Mafia

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Sambut HUT Polda Metro Jaya ke-73, Polisi Bagikan Sembako bagi Warga Kembangan

1 hari lalu

Sambut HUT Polda Metro Jaya ke-73, Polisi Bagikan Sembako bagi Warga Kembangan

Kegiatan amal ini akan terus berlangsung hingga puncak rangkaian peringatan 73 Tahun Bakti Polda Metro Jaya pada 6 Desember mendatang.


Jangan Tertipu Lowongan Kerja Palsu, Kenali Cirinya

4 hari lalu

Jangan Tertipu Lowongan Kerja Palsu, Kenali Cirinya

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan agar terhindar dari lowongan kerja palsu sehingga dapat menjadi pelamar kerja yang cermat.


OJK Berikan Catatan Ini ke Paylater Agar Kasus Penipuan Mahasiswa IPB Tak Terulang

4 hari lalu

OJK Berikan Catatan Ini ke Paylater Agar Kasus Penipuan Mahasiswa IPB Tak Terulang

OJK) meminta kepada perusahaan pembiayaan dengan metode Buy Now Pay Later (BNPL) melakukan berbagai tindakan perbaikan segera.


Laporkan Wiraswastawan Boyolali, Pengusaha Produk Kecantikan Depok Sebut Penipuan

5 hari lalu

Laporkan Wiraswastawan Boyolali, Pengusaha Produk Kecantikan Depok Sebut Penipuan

Pengusaha asal Depok yang melaporkan ke polisi wiraswastawan dari Boyolali dengan tuduhan penipuan dan penggelapan angkat bicara.


Gratis Buat Laporan Polisi, Laporkan ke Propam Polri Jika Ada Petugas Minta Bayaran

6 hari lalu

Gratis Buat Laporan Polisi, Laporkan ke Propam Polri Jika Ada Petugas Minta Bayaran

Laporan polisi tidak dipungut biaya sepeser pun. Jika terdapat petugas yang meminta bayaran, Anda dapat melaporkan ke Propam Polri.


Ferdy Sambo Telepon Satgasus Merah Putih Usai Tembak Yosua, Ini Kata Pengamat

7 hari lalu

Ferdy Sambo Telepon Satgasus Merah Putih Usai Tembak Yosua, Ini Kata Pengamat

Majelis hakim menyebut orang yang paling pertama dihubungi oleh Ferdy Sambo adalah salah satu anggota Satgasus Merah Putih.


IPW Minta Kapolri Tak Keluarkan Izin Pertandingan Liga 1 Sebelum Ada KLB PSSI

7 hari lalu

IPW Minta Kapolri Tak Keluarkan Izin Pertandingan Liga 1 Sebelum Ada KLB PSSI

IPW berharap Kapolri patuh terhadap Peraturan Polri yang mengatur tentang sepak bola atau kompetisi Liga 1.


Doddy Prawiranegara Heran Teddy Minahasa Cabut BAP & Tampak Berkuasa, Atur Pertanyaan Penyidik

8 hari lalu

Doddy Prawiranegara Heran Teddy Minahasa Cabut BAP & Tampak Berkuasa, Atur Pertanyaan Penyidik

Pengacara mantan Kapolres Bukittinggi AKBP Doddy Prawiranegara, Adriel Viari Purba, heran soal alasan pencabutan BAP Irjen Teddy Minahasa.


Kasus Ismail Bolong, IPW Usul Kapolri Turun Langsung Periksa Pejabat yang Diduga Terlibat

10 hari lalu

Kasus Ismail Bolong, IPW Usul Kapolri Turun Langsung Periksa Pejabat yang Diduga Terlibat

IPW menyarankan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim khusus usut dugaan setoran Ismail Bolong dan ikut memeriksa yang diduga terlibat


Pecatan Polisi Ditangkap usai Tipu Wanita di Tangerang

10 hari lalu

Pecatan Polisi Ditangkap usai Tipu Wanita di Tangerang

Tersangka diketahui merupakan pecatan polisi karena desersi atau meninggalkan dinas di Polda Sumatera Selatan