Mengapa Deolipa Yumara Gugat Bharada E Rp 15 Miliar yang Masih Tinggal di Rumah Kontrakan?

Reporter

Kuasa hukum Bharada E, Deolipa Yumara mendatangi Bareskrim terkait kasus penembakan Brigadir J, di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 8 Agustus 2022. Menurut Deolipa, dalam koordinasi kali ini, tak menutup kemungkinan mereka membahas soal keinginan kliennya menjadi justice collaborator. TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Bharada E alias Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu mempertanyakan alasan kliennya digugat R p15 miliar oleh Deolipa Yumara. Ronny Berty Talapessy mengungkapkan bahwa Bharada E memiliki keterbatasan ekonomi.

“Masalah gugatan perdatanya Rp 15 miliar, gak ada uang. Terus kalau seandainya sidang perdata ini, mau eksekusi bagaimana?” ujarnya saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 28 September 2022.

Dia bertanya-tanya apakah perlu Bharada E mengeksekusi rumah kontrakannya di Manado jika kalah dalam gugatan perdata. Selain itu, kata Ronny, pekerjaan orang tua Bharada E juga hanya sebagai sopir.

“Mau eksekusi itu rumah kontrakan, itu pun juga masih ngontrak. Inget loh orang tuanya cuma sopir. Masak digugat Rp15 miliar? Di mana pikirannya itu?” tuturnya.

Ronny juga mengklaim bahwa Bharada E tidak ingin lagi memberi kuasa kepada Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin. Alasannya adalah sudah tidak nyaman lagi meskipun dipaksa.

Sebelumnya, Muhammad Burhanuddin menuturkan upaya hukum ini memiliki dasar yang kuat. Menurutnya pencabutan kuasa saat mendampingi Bharada E tidak sesuai mekanisme.

“Karena pencabutan itu, kan tidak sesuai mekanisme yang diharapkan, tanpa konfirmasi dari Bharada E ke kuasa hukum yang lama. Kuasa hukum yang baru juga tanpa konfirmasi kepada kuasa hukum yang lama bahwa ada proses cabut-mencabut kuasanya,” katanya saat ditemui di PN Jakarta Selatan, Rabu, 21 September 2022.

Burhanuddin meragukan surat pencabutan kuasa yang diterima atas nama Bharada E, karena surat tersebut diketik dan tidak ada tanggal di samping tanda tangan. Dia mengindikasikan bukan mantan kliennya yang menandatangani itu dan hanya untuk sekedar formalitas.

Dalam gugatan ini, para tergugat ingin pencabutan surat kuasa atas nama Bharada E tanggal 10 Agustus 2022 dibatalkan. Selain itu agar tergugat I dan III dalam membuat surat pencabutan kuasa tersebut dinyatakan sebagai perbuatan melawan hukum.

Kemudian penggugat ingin pengadilan menyatakan batal setiap bentuk surat kuasa kepada pengacara Bharada E saat ini. Sehingga Deolipa dan Burhanuddin bisa dinyatakan sebagai penasehat hukum yang sah terhadap tergugat I.

Mereka berdua menuntut para tergugat berjumlah Rp15 miliar sebagai pembayaran jasa selama mendampingi Bharada E. Lalu agar semua yang digugat dalam perkara ini bisa mematuhi putusan.

Baca juga: Deolipa dan Pengacara Bharada E Cekcok di Ruang Sidang Bikin Hakim Ketok Palu Berulang Kali






Top Nasional: Pernyataan Bharada E soal Wanita Menangis Dinilai Kejujuran, DPR Setujui Yudo Margono Jadi Panglima TNI

22 jam lalu

Top Nasional: Pernyataan Bharada E soal Wanita Menangis Dinilai Kejujuran, DPR Setujui Yudo Margono Jadi Panglima TNI

Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi mengungkapkan pernyataan Richard Eliezer atau Bharada E soal wanita menangis di rumah Ferdy Sambo adalah jujur.


Bharada E Sebut Perempuan Menangis di Rumah Sambo, LPSK: Ia Berkata Jujur

1 hari lalu

Bharada E Sebut Perempuan Menangis di Rumah Sambo, LPSK: Ia Berkata Jujur

LPSK memberikan tanggapan mengenai pernyataan penasihat hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis yang menyebut Bharada E memberikan kesaksian bohong di persidangan.


Bantah Eliezer, Kuasa Hukum Ferdy Sambo Bilang Kliennya Harmonis dengan Putri Candrawathi

2 hari lalu

Bantah Eliezer, Kuasa Hukum Ferdy Sambo Bilang Kliennya Harmonis dengan Putri Candrawathi

Richard Eliezer alias Bharada E sebelumnya mengaku memergoki perempuan keluar dari rumah Ferdy Sambo sambil menangis.


5 Kesaksian Blak-blakan Bharada E di Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua

2 hari lalu

5 Kesaksian Blak-blakan Bharada E di Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua

Bharada E blak-blakan memberikan kesaksian di sidang terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf kemarin. Mulai dari Putri Candrawathi hingga Ferdy Sambo.


Bharada E Cerita Ferdy Sambo Salah Pakai Senjata saat Tembak Brigadir J

2 hari lalu

Bharada E Cerita Ferdy Sambo Salah Pakai Senjata saat Tembak Brigadir J

Richard Eliezer mengatakan masih berkomunikas dengan Ferdy Sambo setelah pembunuhan ketika ia sedang piket.


Bharada E Sebut Putri Candrawathi Ikut Mendengar Ketika Ferdy Sambo Menyusun Rencana Bunuh Yosua

3 hari lalu

Bharada E Sebut Putri Candrawathi Ikut Mendengar Ketika Ferdy Sambo Menyusun Rencana Bunuh Yosua

Bharada E mengatakan di tengah percakapan itu Putri Candrawathi datang dan duduk di samping sofa panjang di sisi Ferdy Sambo.


Eks Kasatreskrim Polres Jaksel Sebut 7 Peluru Masuk Tubuh Brigadir Yosua, Tapi Ada 10 Selongsong di TKP

12 hari lalu

Eks Kasatreskrim Polres Jaksel Sebut 7 Peluru Masuk Tubuh Brigadir Yosua, Tapi Ada 10 Selongsong di TKP

Eks Kasatreskrim Polres Jaksel mengaku tak tahu asal usul kelebihan 3 selongsong peluru di lokasi pembunuhan Brigadir Yosua.


Majelis Hakim Cecar ART Ferdy Sambo karena Berikan Keterangan Berbeda di Sidang Kuat Ma'ruf dan Bripka RR

24 hari lalu

Majelis Hakim Cecar ART Ferdy Sambo karena Berikan Keterangan Berbeda di Sidang Kuat Ma'ruf dan Bripka RR

Pernyataan ART Ferdy Sambo, Kodir, berbeda dengan ajudan Adzan Romer sebelumnya.


Ajudan Ferdy Sambo Mengaku Kuat Ma'ruf Serahkan Pisau Kepadanya Setelah Brigadir Yosua Tewas

24 hari lalu

Ajudan Ferdy Sambo Mengaku Kuat Ma'ruf Serahkan Pisau Kepadanya Setelah Brigadir Yosua Tewas

Ajudan Ferdy Sambo, Prayogi, menyatakan mendapatkan titipan dua bilah pisau dari Kuat Ma'ruf setelah peristiwa pembunuhan Brigadir Yosua.


Sidang Bharada E, Sopir Ambulans Lihat Wajah Brigadir J Tertutup Masker dan Jasad Berlumuran Darah

26 hari lalu

Sidang Bharada E, Sopir Ambulans Lihat Wajah Brigadir J Tertutup Masker dan Jasad Berlumuran Darah

Sidang Bharada E Cs menghadirkan sopir ambulans yang mengangkat jenazah Brigadir J. Sopir melihat wajah Yosua tertutup masker dan darah mengalir.