Anggaran Pangan Bersubsidi DKI Naik Rp 1,1 Triliun, Imbas Perang Rusia-Ukraina dan Kenaikan Harga BBM

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta Suharini Eliawati di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Senin, 3 Oktober 2022. TEMPO/Lani Diana

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati menyatakan telah dua kali menggeser anggaran pangan bersubsidi di tahun ini. Semula anggaran pangan bersubsidi mencapai Rp 805 miliar.

Menurut Suharini, angkanya naik menjadi sekitar Rp 900 miliar akibat perang Rusia Ukraina. Dinas KPKP kemudian menambah lagi anggaran pangan bersubsidi menjadi Rp 1,1 triliun akibat kenaikan tarif bahan bakar minyak (BBM). 

"Tiga kali koreksi, ada penyesuaian-penyesuaian," kata dia di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Senin, 3 Oktober 2022. 

Suharini berujar pangan bersubsidi diberikan untuk 1.000.196 orang. Mereka adalah warga yang memegang Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Anak Jakarta (KAJ), Kartu Lansia Jakarta (KLJ), disabilitas, guru honorer, buruh, penghuni rumah susun, dan lainnya. 

Warga dengan kelompok tersebut berhak mendapatkan pangan bersubsidi setiap bulan di sepanjang tahun ini. Mereka akan memperoleh daging sapi (1 kg), ayam (0,9 kg), telur (15 butir), ikan kembung (1 kg), dan beras (5 kg) dengan harga Rp 126 ribu. 

"Subsidi yang kami berikan kurang lebih 67 persen. Kalau mereka bayar yang resmi di pasar itu Rp 420 ribu," ujar Suharini.

Warga dapat membeli pangan bersubsidi di kelurahan atau gerai Jakmart setempat. Menurut Suharini, program ini sudah berjalan sejak lama.

Namun, program tersebut masuk dalam delapan langkah mengendalikan harga pangan sebagai tindak lanjut dari kenaikan harga BBM, sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Selain memberikan pangan bersubsidi, Dinas KPKP juga membagikan 300 ribu benih cabai dan 500 ribu bibit tanaman hortikultura kepada masyarakat yang memohonkan. Harapannya, warga dapat memenuhi kebutuhan cabai dan sayuran di rumah tangganya masing-masing. 

Baca juga: 880 Warga Lenteng Agung Terima Paket Pangan Bersubsidi dari Pemprov DKI






Komandan Rusia Dieksekusi Mati Usai Anggotanya Ramai-ramai Desersi

14 jam lalu

Komandan Rusia Dieksekusi Mati Usai Anggotanya Ramai-ramai Desersi

Rusia mengeksekusi mati seorang komandan yang anggotanya melakukan desersi massal.


DKI Beberkan Kriteria Masyarakat yang Berhak Menerima Pangan Bersubsidi

1 hari lalu

DKI Beberkan Kriteria Masyarakat yang Berhak Menerima Pangan Bersubsidi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang layanan Program Pangan Bersubsidi hingga 10 Desember 2022.


Eropa Bakal Dilanda Resesi Musim Dingin, Apa yang Harus Diantisipasi RI?

1 hari lalu

Eropa Bakal Dilanda Resesi Musim Dingin, Apa yang Harus Diantisipasi RI?

Uni Eropa yang bakal dilanda resesi musim dingin dan bisa jadi berdampak ke Indonesia. Apa saja yang harus diantisipasi?


DKI Perpanjang Program Pangan Bersubsidi hingga 10 Desember, Simak Rinciannya

1 hari lalu

DKI Perpanjang Program Pangan Bersubsidi hingga 10 Desember, Simak Rinciannya

Pemerintah DKI memperpanjang program pangan bersubsidi hingga 10 Desember 2022. Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono berujar DKI akan memberikan subsidi.


Harga BBM Revvo 92 di SPBU Vivo Turun Jadi Rp 14.000, Beda Tipis dengan Pertamax

2 hari lalu

Harga BBM Revvo 92 di SPBU Vivo Turun Jadi Rp 14.000, Beda Tipis dengan Pertamax

Harga BBM dua produk Vivo turun di SPBNU mulai 5 Desember 2022, yakni Revvo 90 dan Revvo 92. Saingan Pertamax dan Pertalite


Indef Sebut RI Hadapi Tantangan Kombo di 2023, Krisis Global hingga Tahun Politik

2 hari lalu

Indef Sebut RI Hadapi Tantangan Kombo di 2023, Krisis Global hingga Tahun Politik

Dari sisi global, Indef melihat tantangan ekonomi Indonesia bermuasal dari krisis karena perang Rusia dan Ukraina yang tak pasti kapan akan berakhir.


Shell Ungkap Alasan Harga BBM SPBU Swasta Lebih Mahal dari Pertamina

2 hari lalu

Shell Ungkap Alasan Harga BBM SPBU Swasta Lebih Mahal dari Pertamina

Shell Indonesia mengungkapkan alasan harga BBM (bahan bakar minyak) SPBU swasta lebih mahal dari Pertamina. Kira-kira apa penyebabnya?


40 Tahun Teater Payung Hitam, Sardono W. Kusumo Singgung Perang Rusia-Ukraina

3 hari lalu

40 Tahun Teater Payung Hitam, Sardono W. Kusumo Singgung Perang Rusia-Ukraina

Sardono W. Kusumo tampil di Teater Payung Hitam menyampaikan orasi kebudayaan yang menyinggung soal perang Rusia-Ukraina dan empati.


Harga BBM NonSubsidi di SPBU Swasta Lebih Mahal, Shell Jelaskan Sebabnya

3 hari lalu

Harga BBM NonSubsidi di SPBU Swasta Lebih Mahal, Shell Jelaskan Sebabnya

Sejumlah SPBU, termasuk swasta, menaikkan harga BBM nonsubsidi mulai awal Desember 2022.


Sri Mulyani Beberkan Tantangan Global di 2023: Bisa Jadi Turning Point kalau Perang Berhenti

4 hari lalu

Sri Mulyani Beberkan Tantangan Global di 2023: Bisa Jadi Turning Point kalau Perang Berhenti

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan ada sejumlah tantangan yang harus pengusaha Indonesia hadapi memasuki tahun 2023.