Keberatan Soal Pelecehan Seksual Brigadir J, Deolipa Yumara Gugat Komnas HAM dan Komnas Perempuan ke PTUN

Deolipa Yumara saat hendak mengikuti sidang lanjutan gugatan perdatanya terhadap Bharada E dan Kabareskrim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 28 September 2022. Tempo/M. Faiz Zaki

TEMPO.CO, Jakarta - Deolipa Yumara telah mendaftarkan gugatan terhadap Komnas HAM dan Komnas Perempuan atas kasus Brigadir J ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) pada hari ini.

Eks pengacara Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E itu bersama tim Pengacara Merah Putih keberatan soal pernyataan dugaan pelecehan seksual Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J terhadap Putri Candrawathi.

"Kami sudah mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara," ujarnya di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa, 4 Oktober 2022.

Deolipa Yumara mengatakan analisis dua lembaga negara itu bukan berdasarkan hal yang pasti. Namun dugaan adanya pelecehan seksual itu dianggap melampaui kewenangan lembaga.

"Baik Komnas HAM, Komnas Perempuan, dua-duanya menyampaikan hal yang sama. Sehingga ini adalah menurut kami suatu perbuatan yang melawan hukum, kesalahan fatal, karena Komnas HAM dan Komnas Perempuan bukanlah lembaga pro justitia," tuturnya.

Dalam gugatan itu, dia minta Komnas HAM dan Komnas Perempuan menarik kembali pernyataan resmi soal dugaan pelecehan seksual terhadap istri Ferdy Sambo itu. Menurut Deolipa, ucapan itu menimbulkan pemikiran negatif dari masyarakat pada Brigadir J.

"Ini kan gak bisa diterima karena Putri adalah tersangka, kemudian semuanya tersangka, korbannya sudah meninggal. Sehingga gak bisa dibuktikan ini sebenarnya, apalagi tidak ada CCTV," katanya.

Sebelumnya narasi pelecehan seksual ini disampaikan saat awal mula kasus penembakan terhadap Brigadir J di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan. Namun kemudian kepolisian menyatakan tidak menemukan tindak pidana tersebut.

Tersangka dalam perkara pembunuhan berencana terhadap Brigadir J antara lain Ferdy Sambo, Bharada E, Brigadir Polisi Kepala Ricky Rizal, Kuat Ma'ruf, dan Putri Candrawathi. Mereka dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), ancaman hukuman maksimal adalah mati, atau penjara seumur hidup, atau kurungan 20 tahun.

Baca juga: Polisi Tahan Putri Candrawathi, Pengacara Brigadir J: Telat, Harusnya dari Awal






Sidang Ferdy Sambo Cs Kembali Digelar Pekan Depan, Ini Jadwalnya

19 jam lalu

Sidang Ferdy Sambo Cs Kembali Digelar Pekan Depan, Ini Jadwalnya

Sidang kasus pembunuhan berencana dan obstruction of justice dengan terdakwa Ferdy Sambo cs kembali digelar pekan depan.


Kasus Brigadir J, Hakim Perintahkan Jaksa Hadirkan Ketua RT Kompleks Duren Tiga Secara Daring

20 jam lalu

Kasus Brigadir J, Hakim Perintahkan Jaksa Hadirkan Ketua RT Kompleks Duren Tiga Secara Daring

Majelis hakim memerintahkan JPU menghadirkan Ketua RT 5 Kompleks Polri Duren Tiga, yakni Seno Sukarto pada sidang perintangan penyidikan kasus Brigadir J


Top Nasional: Pernyataan Bharada E soal Wanita Menangis Dinilai Kejujuran, DPR Setujui Yudo Margono Jadi Panglima TNI

22 jam lalu

Top Nasional: Pernyataan Bharada E soal Wanita Menangis Dinilai Kejujuran, DPR Setujui Yudo Margono Jadi Panglima TNI

Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi mengungkapkan pernyataan Richard Eliezer atau Bharada E soal wanita menangis di rumah Ferdy Sambo adalah jujur.


Dilecehkan dan Dikurung, Penghuni Panti Disabilitas Mental Banyak Alami Pelanggaran HAM

1 hari lalu

Dilecehkan dan Dikurung, Penghuni Panti Disabilitas Mental Banyak Alami Pelanggaran HAM

Dari pantauan PJS di beberapa panti penyandang disabilitas mental di Jakarta dan beberapa kota di Pulau Jawa, pemasungan masih banyak dilakukan.


Soal Keberadaan Ismail Bolong, Ini Kata Kapolri

1 hari lalu

Soal Keberadaan Ismail Bolong, Ini Kata Kapolri

Kapolri menyatakan akan ada progres soal pencarian Ismail Bolong setelah mereka memeriksa anak dan istrinya pada Kamis kemarin.


Saksi Sebut Arif Rachman Arifin Perintahkan Penyidik Polres Jaksel Rekayasa BAP

1 hari lalu

Saksi Sebut Arif Rachman Arifin Perintahkan Penyidik Polres Jaksel Rekayasa BAP

Terdakwa kasus obstruction of justice, Arif Rachman Arifin pernah memerintahkan penyidik Polres Jakarta Selatan untuk merekayasa berita acara pemeriksaan (BAP).


Bolak-balik Ferdy Sambo Disebut Menangis, Termasuk Saat Memeluk Fadil Imran Kapolda Metro Jaya

1 hari lalu

Bolak-balik Ferdy Sambo Disebut Menangis, Termasuk Saat Memeluk Fadil Imran Kapolda Metro Jaya

Saksi di pengadilan sebut beberapa kali Ferdy Sambo menangis terkait kasus pembunuhan Brigadir J. Termasuk saat Fadil Imran kapolda Metro Jaya.


Bharada E Sebut Perempuan Menangis di Rumah Sambo, LPSK: Ia Berkata Jujur

1 hari lalu

Bharada E Sebut Perempuan Menangis di Rumah Sambo, LPSK: Ia Berkata Jujur

LPSK memberikan tanggapan mengenai pernyataan penasihat hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis yang menyebut Bharada E memberikan kesaksian bohong di persidangan.


Ferdy Sambo Harap Instansi Lain Tangani Kasus Ismail Bolong, Pengamat: Masuk Akal

1 hari lalu

Ferdy Sambo Harap Instansi Lain Tangani Kasus Ismail Bolong, Pengamat: Masuk Akal

Bambang setuju dengan pernyataan Ferdy Sambo agar kasus dugaan gratifikasi tambang ilegal diungkap Ismail Bolong segera ditindaklanjuti instansi lain


Kuasa Hukum Ferdy Sambo Bantah Kesaksian Richard Eliezer soal Perempuan Menangis

1 hari lalu

Kuasa Hukum Ferdy Sambo Bantah Kesaksian Richard Eliezer soal Perempuan Menangis

Ferdy Sambo disebut Richard lebih sering tinggal di rumah Bangka daripada di rumah Saguling yang ditempati Putri Candrawathi.