Pengacara Bharada E Tolak Mediasi Soal Gugatan Rp 15 Miliar Deolipa Yumara

Sidang gugatan Deolipa Yumara terhadap Bharada E (Richard Eliezer Pudihang Lumiu) dan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto ditunda hingga pekan depan, Rabu, 21 September 2022, di PN Jakarta Selatan. Tempo/Mutia Yuantisya

TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Bharada E alias Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu menolak mediasi dengan Deolipa Yumara dan Muhammad Burhanuddin soal gugatan Rp15 miliar. Rory Sagala selaku kuasa hukum bersikukuh bahwa gugatan ini mengada-ada dan tidak berdasar.

"Tadi kan yang meminta tergugat tiga untuk mediasi, jadi kita ikuti saja prosesnya, tapi kalo dari tergugat I berkali-kali saya bilang gugatan ini tidak ada dasarnya, kita mau mediasi dengan gugatan yang tidak ada dasarnya, ya gak mau kita," ujarnya saat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 05 Oktober 2022.

Rory mengatakan mediasi dalam persidangan tidak harus berhasil. Dia juga yakin bahwa proses pembicaraan itu tidak akan menemui titik temu dan ingin langsung pada pokok perkara persidangan.

Namun pihaknya tetap akan menghadiri persidangan pekan depan. Mengingat saat ini sudah ada mediator yang ditunjuk oleh ketua majelis hakim dan diberi waktu 30 hari untuk mediasi.

"Minggu depan kita tetap dateng karena kita mengikuti proses persidangan. Cuma kalo mediatornya setuju langsung kita tanda tangan aja gagal mediasi biar segera masuk ke pokok perkara. Ini kan hanya memperlama aja," katanya.

Baca: Majelis Hakim Perintahkan Deolipa Yumara dan Bharada E Mediasi

Sedangkan Muhammad Burhanuddin ingin proses mediasi bisa berjalan. Menurutnya baru pihak pengacara dari Kabareskrim yang dianggap kooperatif.

Dia juga tetap bahwa gugatannya ini karena alasan pencabutan kuasa oleh Bharada E tanggal 10 Agustus 2022 tidak berdasar. Selain itu agar posisi sebagai advokat dihargai ketika ada penggantian kuasa hukum.

"Kuasa itu dicabut bukan serta merta dicabut, ada alasan pencabutan. Itu penghargaan terhadap lembaga yang namanya profesi advokat," tuturnya pada kesempatan yang berbeda.

Ketua Majelis Hakim Siti Hamidah telah menunjuk Agus Tjahjo Mahendra bertindak selaku mediator perkara. Jika selama 30 hari tidak mencapai kesepakatan, maka sidang pokok perkara gugatan akan kembali digulirkan.

Dia berharap perkara ini bisa tuntas dalam mediasi. "Mudah-mudahan selesai dengan perdamaian, ya, pak. Kami berharap seperti itu," katanya saat memimpin sidang kemarin.

Dalam gugatan ini, para tergugat ingin pencabutan surat kuasa atas nama Bharada E tanggal 10 Agustus 2022 dibatalkan. Lalu agar tergugat I dan III dalam membuat surat pencabutan kuasa tersebut dinyatakan sebagai perbuatan melawan hukum.

Kemudian penggugat ingin pengadilan menyatakan batal setiap bentuk surat kuasa kepada pengacara Bharada E saat ini. Sehingga Deolipa dan Burhanuddin bisa dinyatakan sebagai penasehat hukum yang sah terhadap tergugat I.

Keduanya menuntut para tergugat berjumlah Rp15 miliar sebagai pembayaran jasa selama mendampingi Bharada E. Lalu agar semua yang digugat dalam perkara ini bisa mematuhi putusan.

Baca: Ogah Mediasi dengan Deolipa Yumara, Pengacara Bharada E Ingin Ke Pokok Perkara

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Top Nasional: Pernyataan Bharada E soal Wanita Menangis Dinilai Kejujuran, DPR Setujui Yudo Margono Jadi Panglima TNI

22 jam lalu

Top Nasional: Pernyataan Bharada E soal Wanita Menangis Dinilai Kejujuran, DPR Setujui Yudo Margono Jadi Panglima TNI

Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi mengungkapkan pernyataan Richard Eliezer atau Bharada E soal wanita menangis di rumah Ferdy Sambo adalah jujur.


Bareskrim Tentukan Nasib Ismail Bolong di Kasus Tambang Ilegal Kaltim Hari Ini

1 hari lalu

Bareskrim Tentukan Nasib Ismail Bolong di Kasus Tambang Ilegal Kaltim Hari Ini

Bareskrim Polri rencananya bakal menentukan nasib Ismail Bolong dalam kasus dugaan tambang ilegal di Kalimantan Timur pada hari ini


Polri Ungkap Peran Anak dan Istri Ismail Bolong di Perusahaan Tambang Ilegal

1 hari lalu

Polri Ungkap Peran Anak dan Istri Ismail Bolong di Perusahaan Tambang Ilegal

Bareskrim Polri telah memeriksa istri dan anak Ismail Bolong ihwal kasus dugaan tambang ilegal batu bara di Kalimantan Timur.


Bharada E Sebut Perempuan Menangis di Rumah Sambo, LPSK: Ia Berkata Jujur

1 hari lalu

Bharada E Sebut Perempuan Menangis di Rumah Sambo, LPSK: Ia Berkata Jujur

LPSK memberikan tanggapan mengenai pernyataan penasihat hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis yang menyebut Bharada E memberikan kesaksian bohong di persidangan.


Bantah Eliezer, Kuasa Hukum Ferdy Sambo Bilang Kliennya Harmonis dengan Putri Candrawathi

2 hari lalu

Bantah Eliezer, Kuasa Hukum Ferdy Sambo Bilang Kliennya Harmonis dengan Putri Candrawathi

Richard Eliezer alias Bharada E sebelumnya mengaku memergoki perempuan keluar dari rumah Ferdy Sambo sambil menangis.


5 Kesaksian Blak-blakan Bharada E di Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua

2 hari lalu

5 Kesaksian Blak-blakan Bharada E di Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua

Bharada E blak-blakan memberikan kesaksian di sidang terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf kemarin. Mulai dari Putri Candrawathi hingga Ferdy Sambo.


Kabareskrim Agus Andrianto Dilaporkan ke KPK, Apa Koleksi Mobilnya

2 hari lalu

Kabareskrim Agus Andrianto Dilaporkan ke KPK, Apa Koleksi Mobilnya

Dalam LHKPN, Kabareskrim Komjen Agus Andrianto memilki 1 mobil pada 2011 dan memiliki 2 mobil di LHKPN 2008.


Soal Kasus Tambang Ilegal Ismail Bolong Cs, Polri Tetapkan Tersangka Hari Ini

2 hari lalu

Soal Kasus Tambang Ilegal Ismail Bolong Cs, Polri Tetapkan Tersangka Hari Ini

Penyidik menyatakan telah menaikkan kasus tambang ilegal Ismail Bolong cs ke tahap penyidikan.


Kuasa Hukum Hendra Kurniawan Minta Kapolri Lindungi Ismail Bolong: Jangan Dihilangkan

2 hari lalu

Kuasa Hukum Hendra Kurniawan Minta Kapolri Lindungi Ismail Bolong: Jangan Dihilangkan

Ferdy Sambo mengatakan ia sudah menyampaikan laporan hasil penyelidikan secara resmi ke pimpinan soal penyelidikan kasus Ismail Bolong.


Kuasa Hukum Hendra Kurniawan Benarkan Ada BAP Kabareskrim dalam Penyelidikan Kasus Ismail Bolong

2 hari lalu

Kuasa Hukum Hendra Kurniawan Benarkan Ada BAP Kabareskrim dalam Penyelidikan Kasus Ismail Bolong

Kuasa hukum Hendra Kurniawan, Henry Yosodiningrat bicara soal BAP Kabareskrim Komjen Agus Andrianto dalam kasus Ismail Bolong.