Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Dalam Empat Hari, Enam Anak di Kab Bogor Hanyut dan Semua Ditemukan Meninggal

Reporter

image-gnews
Ilustrasi tenggelam di sungai/kali. northernstar.com.au
Ilustrasi tenggelam di sungai/kali. northernstar.com.au
Iklan

TEMPO.CO, JakartaBadan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyatakan enam korban hanyut di tiga lokasi bencana sudah berhasil ditemukan semua, tapi dalam kondisi meninggal dunia.

"Untuk korban yang hilang terseret air ditemukan secara bertahap di berbagai tempat, ada yang di Puncak, Jakarta dan lainnya," ungkap Kepala Seksi Kedaruratan pada BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani di Cibinong, Bogor, Selasa, 18 Oktober 2022 dikutip dari Antara.

Lokasi peristiwa hanyut pertama, yaitu di Curug Kembar, Kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 12 Oktober dengan empat korban bernama Tara Taskin (13), Amira Hana (14), Raka Alfa (13) dan Andini (15).

Keempat korban yang merupakan pelajar SMP Al Hikmah Kota Depok itu berhasil ditemukan secara bertahap. Tara Taskin (13), Amira Hana (14), dan Raka Alfa (13) berhasil ditemukan di hari yang sama tak jauh dari lokasi hanyut.

Sedangkan jasad Andini ditemukan lima hari kemudian pada Senin, 17 Oktober berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi awal hanyut.

Lokasi kedua, yaitu di Sungai Cileungsi, Kabupaten Bogor pada Jumat, 14 Oktober dengan korban bernama Naufal Juli Saputra (15). Saat itu, Naufal hanyut setelah setelah berhasil menyelamatkan temannya berinisial R yang tenggelam di Sungai Cileungsi.

Jasad Naufal berhasil ditemukan empat hari kemudian, pada Ahad, 16 Oktober malam dalam kondisi meninggal dunia di Kalibaru, Kelurahan Marunda, Jakarta Utara.

Lokasi ketiga, yaitu di aliran Sungai Ciliwung, Bojonggede pada Sabtu, 15 Oktober dengan korban bernama Shigeo Dhaffa Maulana (8). Dhaffa hanyut saat mencari kepiting bersama dua orang temannya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Jasad Dhaffa ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sehari kemudian, pada Ahad, 16 Oktober di aliran Sungai Ciliwung, Kampung Pulo, Jakarta.

Adam menyebutkan bahwa dengan rentetan peristiwa hanyut itu perlu ada upaya antisipasi bersama antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, perlu sosialisasi lebih masif mengenai pengawasan anak-anak, terutama saat cuaca ekstrem.

“Harus ada perhatian dan pengawasan dari semua pihak. Kan, kalau anak kecil itu ketika hujan pasti ada daya tarik tersendiri untuk berenang,” kata Adam.

Ia juga mengimbau kepada semua pihak agar saling mengingatkan soal potensi bencana di tengah cuaca ekstrem saat ini. Terlebih, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi hingga beberapa waktu kemudian.

“Cuaca ekstrem lumayan panjang. Menurut BMKG, puncaknya dari bulan November sampai Januari, jadi di antara bulan itu kurangi kegiatan outdoor,” ujarnya.

 

Baca juga: Jasad Mahasiswa IPB yang Hanyut Ditemukan 80 Kilometer dari Lokasi Kejadian

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Gibran ke Bogor Lihat Uji Coba Makan Bergizi Gratis, Makanan Diantar Lewat Gojek

1 hari lalu

Wakil presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka dan Bupati Kendal, Dico Ganinduto blusukan untuk bertemu dengan warga, pedagang, dan kalangan nelayan di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu, 20 Juli 2024. Foto: Istimewa
Gibran ke Bogor Lihat Uji Coba Makan Bergizi Gratis, Makanan Diantar Lewat Gojek

Gibran hari ini mengunjungi SDN 03 dan 02 Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ia melihat uji coba makan bergizi gratis yang dipesan lewat Gojek.


Pakar BMKG Beberkan Penyebab Hujan di Musim Kemarau, Sebut Masih Ada Risiko Cuaca Ekstrem

1 hari lalu

Siklon Tropis Megan (BMKG)
Pakar BMKG Beberkan Penyebab Hujan di Musim Kemarau, Sebut Masih Ada Risiko Cuaca Ekstrem

Sedikitnya ada delapan faktor penggerak cuaca, di antaranya Monsun Asia, Cold Surge, Siklon Tropis, IOD dan MJO, La Nina dan El Nino, serta Local Convective.


Tan Ek Tjoan Pertahankan Cita Rasa Roti Rumahan Lebih dari Satu Abad

1 hari lalu

Owner Tan Ek Tjoan generasi ketiga, Lydia Cynthia Elia di tokonya Jl. Siliwangi No. 176, Bogor Selatan, Kota Bogor, Kamis, 18 Juli 2024.  Lydia mengelola roti ini bersama dengan suaminya, Hadi D Setiawan. TEMPO/M.A MURTADHO
Tan Ek Tjoan Pertahankan Cita Rasa Roti Rumahan Lebih dari Satu Abad

Meski banyak melakukan inovasi, satu hal yang tidak berubah dari Tan Ek Tjoan adalah cita rasanya yang khas roti rumahan.


Investasi Fiktif Menyeret Anak Polisi di Bogor, Kasat Reskrim Ungkap Kasusnya Naik ke Penyidikan

1 hari lalu

Kasat Reskrim bersama Kepala Polresta Bocor, memberikan keterangan atas beberapa kasus yang dirilis di Mapolres Kota Bogor Jl. Kapt. Muslihat, Kota Bogor. Senin, 22 Juli 2024. TEMPO/M.A MURTADHO
Investasi Fiktif Menyeret Anak Polisi di Bogor, Kasat Reskrim Ungkap Kasusnya Naik ke Penyidikan

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi dan korban, ujar Luthfi, ternyata memang tidak ada proyek yang dijanjikan alias investasi fiktif.


Tan Ek Tjoan, Roti Legendaris dari Bogor yang Ada sejak Zaman Hindia Belanda

2 hari lalu

Mitra penjual roti Tan Ek Tjoan dari Bogor (Instagram/@tanektjoanbogor)
Tan Ek Tjoan, Roti Legendaris dari Bogor yang Ada sejak Zaman Hindia Belanda

Tan Ek Tjoan awalnya berprofesi sebagai tukang es dan istrinya, Phoa Kie Nio, berjualan kue kering dan basah di Jalan Suryakencana Bogor.


Planet Surf Kembali Hadir di Botani Square Mall dengan Konsep Toko Baru yang Segar

3 hari lalu

Pembukaan kembali Planet Surf di Botani Square Bogor
Planet Surf Kembali Hadir di Botani Square Mall dengan Konsep Toko Baru yang Segar

Acara pembukaan kembali Planet Surf di Botani Square Mall berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan dan hadiah spesial.


Jembatan Cina Ambruk Tewaskan 12 Orang, Presiden Xi Jinping Perintahkan Penyelamatan Darurat

3 hari lalu

Tangkapan layar kawasan banjir di Kota Meizhou, Guangdong, Tiongkok, 17 Juni 2024.  (File image: Video obtained by Reuters)
Jembatan Cina Ambruk Tewaskan 12 Orang, Presiden Xi Jinping Perintahkan Penyelamatan Darurat

Ratusan penyelamat terlibat dalam pencarian terhadap sekitar 20 kendaraan yang hilang setelah jembatan jalan raya di Cina ambruk saat hujan lebat


Jembatan Cina Ambruk, 11 Orang Tewas dan Lebih Dari 30 Orang Hilang

3 hari lalu

Tangkapan layar kawasan banjir di Kota Meizhou, Guangdong, Tiongkok, 17 Juni 2024.  (File image: Video obtained by Reuters)
Jembatan Cina Ambruk, 11 Orang Tewas dan Lebih Dari 30 Orang Hilang

Sedikitnya sebelas orang tewas dan lebih dari 30 orang masih hilang setelah sebuah jembatan di Cina utara ambruk di tengah hujan lebat


Pasutri Lansia Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Jonggol, Ini Kata Polisi

6 hari lalu

Anggota Polsek Jonggol mengevakuasi mayat pasutri lansia di sebuah perumahan di kawasan Jonggol, Kabupaten Bogor. Selasa, 16 Juli 2024. Dok. Polsek Jonggol.
Pasutri Lansia Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Jonggol, Ini Kata Polisi

Sebelum ditemukan meninggal di rumahnya, korban tidak terlihat sejak Sabtu, 12 Juli lalu.


5 Destinasi Wisata Hutan Pinus dari Bogor hingga Malang yang Patut Dikunjungi

10 hari lalu

Wisatawan berfoto di kawasan Hutan Pinus Mangunan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, pada Minggu, 16 Januari 2022. TEMPO | Pribadi Wicaksono
5 Destinasi Wisata Hutan Pinus dari Bogor hingga Malang yang Patut Dikunjungi

Destinasi hutan pinus terdapat di berbagai daerah di Indonesia, antara lain di Bogor hingga Malang. Termasuk Hutan Pinus Mangunan di Yogyakarta.