Sabtu, 17 November 2018

Sutiyoso Tuding Ada Kepentingan di Balik Penolakan Terminal Pulo Gebang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Gubernur DKI Sutiyoso menuding adanya kepentingan dari orang-orang tertentu di Komisi D DPRD DKI atas penolakan komisi itu terhadap rencana Pemda membangun terminal Pulo Gebang di Jakarta Timur. Kamis (2/1) kemarin, sebuah rapat paripurna untuk mendengarkan laporan komisi-komisi terhadap pembahasan rancangan peraturan daerah dan rencana pembangunan tahunan daerah 2003, digelar. Dalam acara tersebut, Komisi D yang membawahi bidang pembangunan, meminta kepada eksekutif untuk mencari lokasi alternatif selain Pulo Gebang untuk dijadikan terminal pengganti Pulo Gadung. Pasalnya, belum dilakukan kaji analisis dampak lingkungan. Lokasi itu juga dianggap berbahaya karena berdekatan dengan gudang mesiu milik Kodam Jaya. Komisi itu juga menyebutkan Mabes TNI pun keberatan atas rencana itu dengan melayangkan surat dengan nomor B/836/XI/2002 tanggal 24 November lalu kepada Gubernur DKI. Menurut Sutiyoso, di Balaikota, Jumat (3/1), pihaknya telah mensurvei kawasan yang akan dijadikan terminal tersebut. Dia juga membenarkan adanya surat keberatan dari Mabes TNI. Tapi kan sudah kita survei. Dan saya kan militer juga. Jadi tahu bahayanya sejauh mana. Kan ngak bisa sembarangan, kata dia. Dia menambahkan, Dewan sebelumnya juga sudah setuju mengenai rencana pembangunan terminal itu. Tapi sudah berjalan, sudah dikeluarkan duit, kok tiba-tiba ditolak. Kenapa tidak dari dulu keberatannya? Tempat itu kan dibatasi sungai. Apalagi bahayanya? Kalau tiba-tiba dihentikan, kan rakyat yang dirugikan, kata Sutiyoso dengan nada tinggi. Gubernur juga mengatakan, pihaknya dalam mencari lokasi untuk terminal tersebut sudah menyesuaikan dengan sistem yang ada. Antara lain dekat dengan stasiun kereta api Cakung, dan dekat dengan akses jalan tol. Selain itu, lahan bekas milik Perum Perumnas tersebut diperoleh sebagai hasil kerjasama Pemda DKI dan pemerintah pusat. Kan sudah jelas tidak bermasalah. Jadi siapa di belakang ini dan maunya apa, sebenarnya kan ada orang yang ingin menawarkan tempat lain. Kan kira-kira itu jawabannya, kata dia tanpa mau menunjuk nama anggota Komisi D tersebut. Saat ditanya siapa anggota Komisi D yang berada di balik penolakan tersebut, Sutiyoso hanya mengatakan, Ya, cari saja siapa orangnya. Saya saja di sini sudah tahu siapa orangnya. Dia mengatakan itu sambil menunjuk ke dahinya. Sutiyoso sendiri bersama kepala Dinas Perhubungan DKI, Rustam Efendi, siang ini langsung melakukan peninjauan ke lokasi bakal terminal Pulo Gebang. Rustam menambahkan, lokasi yang akan dijadikan terminal itu saat ini sudah dalam tahap pengerasan tanah setelah diuruk. Pagar keliling juga telah selesai dibangun. Lokasi itu, katanya, juga telah melewati proses analisis dampak lingkungan. (Dimas Adityo Tempo News Rom)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.