Orang Tua Murid SDN Pondokcina 1 Depok Resah, Beredar Pesan dari Guru Soal Nilai Tidak Dimasukkan

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti meninjau kegiatan belajar mengajar di SDN Pondok Cina 1, Depok, Jawa Barat, Jumat, 18 November 2022. Selama tidak ada guru, para siswa tetap bersekolah dengan pengajar relawan atau wali murid. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

TEMPO.CO, Depok - Sejumlah orang tua murid SDN Pondokcina 1 Depok merasa resah karena ada orang tua murid yang memberikan pernyataan persetujuan relokasi di situs resmi Pemerintah Kota Depok. Ecy Tuasikal, salah satu orang tua murid menyatakan persetujuan itu disampaikan orang tua murid yang dekat dengan kepala sekolah dan guru SDN Pondokcina 1. 

Ecy menduga Pemerintah Kota Depok mulai melakukan upaya pemaksaan terhadap ratusan orang tua siswa agar menerima relokasi SDN Pondokcina 1 ke SDN Pondokcina 3 dan 5. 

“Ini suatu upaya busuk dari Pemerintah Kota Depok untuk memuluskan jalan terkait dengan kebijakan yang ugal-ugalan ini,” kata Ecy dikonfirmasi Tempo, Sabtu 19 November 2022.

Menurut Ecy, beberapa orang tua murid sudah banyak yang mendapatkan pesan dari guru SDN Pondokcina 1. Inti pesan itu adalah kalau terus bertahan menolak relokasi, para siswa akan ditinggalkan pelajaran.

“Situasinya dibuat supaya kami dalam pilihan yang dilematis, karena ada pesan yang sampai ke kami dari guru. Intinya, kalau kalian tetap bertahan tidak dapat pengajaran, nilai tidak dimasukkan,” kata Ecy.

Ecy meminta agar Pemerintah Kota Depok dewasa dalam menyikapi penolakan orang tua SDN Pondokcina 1 ini. Dia minta orang tua murid diajak duduk bersama untuk membahas rencana relokasi ke gedung baru.

Situasi depan gerbang SDN 1 Pondok Cina di Jalan Margonda Raya Kota Depok tertutup trotoar setinggi 1,2 meter. Saat ini sudah dibangun tangga sementara untuk memudahkan akses bagi murid dan guru. Foto: tangkapan layar video

“Sudah dari awal kami bilang, intinya kami tidak menolak pindah, asalkan satu gedung, jangan dipecah di dua sekolah,” kata Ecy.

Situs resmi Pemkot Depok menyebut relokasi SDN Pondokcina 1 mendapat dukungan dari orang tua murid. Orang tua yang mendukung itu adalah Supriyani, orang tua siswa SDN Pondokcina 1 kelas III.

Dalam situs tersebut, Supriyani mengatakan setuju dengan relokasi. Bahkan situs itu pun menyebutkan kalau relokasi dilakukan karena lokasi SDN Pondokcina 1 rawan kecelakaan karena sangat dekat dengan jalan protokol.

"Saya setuju dengan relokasi ini, kondisi sekolah di pinggir jalan memang membuat kekhawatiran bagi saya. Relokasinya pun tidak jauh, putra saya senang dan nyaman belajar di SDN Pondok Cina 3," kata Supriyani seperti dilansir situs resmi Pemkot Depok.

Lahan SDN Pondokcina1 rencananya akan dialihfungsikan menjadi Masjid Jami Al Quddus oleh Pemerintah Kota Depok. Pembangunannya akan dilakukan pada tahun 2023 menggunakan APBD Provinsi Jawa Barat senilai Rp 18,8 miliar.

Alih-alih membangun gedung baru, ratusan siswa SDN Pondokcina 1 justru direlokasi ke dua sekolah di kelurahan Pondok Cina Depok,  yakni SDN Pondokcina 3 dan 5. Hal itulah yang membuat ratusan orang tua menolak karena mereka ingin relokasi ke satu lokasi atau dibuatkan gedung baru karena khawatir jam belajar yang berubah menjadi sore hari. 

ADE RIDWAN YANDWIPUTRA

Baca juga: Wali Kota Depok Minta Kisruh SDN Pondokcina 1 Jangan Dipolitisasi, Orang Tua Siswa Kecewa






Stok Langka, Pedagang di Depok Jual Minyakita di Atas HET

10 jam lalu

Stok Langka, Pedagang di Depok Jual Minyakita di Atas HET

Sejumlah pedagang di Depok terpaksa menjual Minyakita di atas Rp14 ribu karena pasokannya kian langka


Masjid Ivan Gunawan di Uganda Diresmikan, 800 Porsi Makanan Dibagikan ke Warga Lokal

1 hari lalu

Masjid Ivan Gunawan di Uganda Diresmikan, 800 Porsi Makanan Dibagikan ke Warga Lokal

Sempat mengalami kendala perizinan, Masjid Indonesia by Ivan Gunawan di Uganda akhirnya diresmikan setelah dibangun selama kurang dari setahun.


Saat Kisah Guru Killer dan Diabaikan Diangkat Lewat Festival Sekolah Menyenangkan di Yogyakarta

1 hari lalu

Saat Kisah Guru Killer dan Diabaikan Diangkat Lewat Festival Sekolah Menyenangkan di Yogyakarta

Gelaran bertajuk Festival Sekolah Menyenangkan yang digagas komunitas Gerakan Sekolah Menyenangkan itu cukup unik.


Kasus Pemerkosaan Santri di Beji Depok, Ustaz Ramadhan Divonis 18 Tahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta

1 hari lalu

Kasus Pemerkosaan Santri di Beji Depok, Ustaz Ramadhan Divonis 18 Tahun Penjara dan Denda Rp 500 Juta

Pengadilan Negeri Depok juga mewajibkan Ustaz Ramadhan membayar uang restitusi Rp 30 juta kepada korban. Masih ada tiga tersangka lain.


Proyek Jembatan Jatijajar Molor, DPRD Bakal Cek ke Lokasi

1 hari lalu

Proyek Jembatan Jatijajar Molor, DPRD Bakal Cek ke Lokasi

Komisi C DPRD Kota Depok menilai belum rampungnya proyek Jembatan Jatijajar tersebut membahayakan masyarakat.


Proyek Jembatan Jatijajar Depok Molor, Kadis PUPR: Siapa juga yang Ingin Dilama-lamain

2 hari lalu

Proyek Jembatan Jatijajar Depok Molor, Kadis PUPR: Siapa juga yang Ingin Dilama-lamain

Kadis PUPR Depok Citra Indah Yulianty meminta warga bersabar, karena terdapat sejumlah kendala dalam pembangunan Jembatan Jatijajar.


Kecelakaan di Depok, Lansia Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Usai Tersangkut Tali Hebel

3 hari lalu

Kecelakaan di Depok, Lansia Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk Usai Tersangkut Tali Hebel

Korban tewas di lokasi kecelakaan usai terjatuh dari motor akibat tersangkut tali pengikat bata hebel muatan truk.


Guru-guru Mogok Massal di Inggris, Protes Gaji yang Sangat Kecil

3 hari lalu

Guru-guru Mogok Massal di Inggris, Protes Gaji yang Sangat Kecil

Mogok Massal dipicu inflasi yang mencapai dua digit tahun lalu sehingga para guru menerima pemotongan gaji riil sebanyak 23% sejak 2010.


Alasan Kejari Depok Belum Bisa Ekseskusi Putusan First Travel

3 hari lalu

Alasan Kejari Depok Belum Bisa Ekseskusi Putusan First Travel

Dalam putusannya, MA mengembalikan aset First Travel kepada para korban, yang sebelumnya dirampas negara.


PKS Depok Dukung Penuh Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

3 hari lalu

PKS Depok Dukung Penuh Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Ketua DPD PKS Kota Depok Imam Budi Hartono menyatakan mendukung penuh keputusan DPP partai berlambang bulan sabit kembar tersebut menjadikan Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres) untuk Pilpres 2024