Sudirman Said Masih Jadi Komisaris Utama Transjakarta, Pengunduran Diri Tunggu Persetujuan RUPS

Reporter

(kiri ke kanan) Komisaris Utama PT Transjakarta Sudirman Said dan Pelaksana tugas Badan Pembinaan BUMD DKI Budi Purnama dalam RUPS LB PT Transjakarta, Jumat, 18 Maret 2022. Dok. PT Transjakarta

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Jakarta Fitria Rahadiani menyatakan Sudirman Said masih berstatus sebagai Komisaris Utama (Komut) TransJakarta meski telah mengajukan surat pengunduran diri

Fitria mengatakan belum berubah karena Pemerintah DKI Jakarta masih memproses pengunduran diri mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di era periode pertama Presiden Jokowi itu.

"Kalau Undang-Undang PT (Perseroan Terbatas) bilang selama belum ada persetujuan RUPS (rapat umum pemegang saham) ya masih Komut," kata Fitria di Gedung DPRD DKI Jakarta seperti dikutip dari Antara, Rabu, 23 November 2022. 

Lebih lanjut, Fitria juga menuturkan nantinya sosok pengganti Sudirman Said akan diputus melalui Keputusan Para Pemegang Saham (KPPS) PT TransJakarta.

"Kalau keputusan untuk Pak Sudirman itu nanti menunggu KPPS prosesnya walaupun yang bersangkutan mengundurkan diri tetap prosesnya melalui KPPS. Tapi KPPS itu juga persetujuan RUPS ya," ujarnya.

Sudirman Said mundur sebagai Komut Transjakarta 10 November 2022

Diketahui, Sudirman Said mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) yang diajukan sejak 10 November 2022. "Surat permohonan pengunduran diri dari PT TransJakarta diajukan tanggal 10 November 2022," ujar Sudirman Said.

Baca: PSI Dukung Penunjukan Sudirman Said sebagai Komisaris Utama Transjakarta

Sudirman juga mengaku sudah menemui Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi terkait permohonan pengunduran diri tersebut. "Saya sudah menemui Pak Pj Gubernur menyampaikan permohonan pengunduran diri dari Komisaris Utama PT TransJakarta," kata Sudirman Said.

Pada tanggal yang sama, Sudirman Said juga diketahui mengajukan permohonan nonaktif dari jabatan Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI). Permohonan nonaktif ini disampaikan melalui rapat pleno pengurus PMI.

Sudirman Said kini aktif dalam tim kecil koalisi Partai Nasdem, Demokrat dan PKS. Ia tampak beberapa kali ikut dan mewakili Anies Baswedan dalam rapat-rapat tersebut. Ia secara gamblang menyatakan terlibat dalam tim Anies Baswedan yang kini mulai maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang.

Sudirman Said diangkat sebagai Komut Transjakarta pada awal 2022

Sudirman Said diangkat sebagai Komisaris Utama Transjakarta oleh Mantan Gubernur Anies Baswedan di awal 2022.

Sudirman Said dipercaya memimpin PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham (KPPS) pada RUPS Luar Biasa yang dilaksanakan 18 Maret 2022.

Selain itu, Sudirman Said sempat menjabat sebagai Komisaris Utama BUMD PT Food Station Tjipinang Jaya pada 22 April 2020 di era Anies Baswedan. Ia juga dikenal punya hubungan dekat dengan mantan Gubernur DKI itu. Setelah Anies jadi calon presiden untuk pilpres 2024, Sudirman Said kerap mendampingi atau mewakili Anies dalam banyak kegiatan.

Sudirman Said dan Anies sempat menjabat menteri Kabinet Kerja jilid I di masa pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla pada periode 2014-2016. Sudirman Said dipercaya Presiden Jokowi menjadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Baca: Anies kepada Sudirman: Sama-sama Lulus Cepat dari Kabinet Jokowi

Sudirman Said menyatakan keputusannya mundur dari jabatan Komisaris Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), dan mengajukan status nonaktif dari Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI) adalah untuk fokus menjalani aktivitas politik.

“Saya punya beberapa alasan mengapa saya memutuskan mengajukan status nonaktif di PMI dan mundur dari Komisaris Utama PT TJ (Transjakarta),” kata Sudriman Said kepada Tempo, Sabtu, 12 November 2022.

Sudirman Said ingin menjaga etika politik karena terlibat di tim Anies Baswedan

Beraktivitas politik, kata dia, sejatinya adalah memenuhi panggilan melayani publik. Pendorong masuk politik akan baik jika didasari niat melakukan perbaikan atas keadaan kehidupan publik.

“Karena itu dalam menjalani aktivitas politik seharusnya para pelaku menjaga etika, lebih dari sekadar sikap legalistik,” ujarnya.

Menurut Sudirman, bekerja dalam wilayah politik, cara pandang yang digunakan adalah legalistik. “Kita bisa bertanya betapa banyaknya landasan legal yang dipaksakan untuk menjustifikasi tindakan yang dilakukan, terutama oleh para pihak yang memegang kekuasaan,” kata Sudirman Said.

Keputusannya untuk mundur dari Komisaris Utama Transjakarta dan mengajukan status nonaktif dari Sekjen PMI, kata dia, semata-mata menjaga etika agar tidak timbul persepsi benturan kepentingan.

“Dalam hal ini saya memilih menjaga etik. Etika dan nalar publik menganjurkan agar aktivitas politik menjauhkan kita dari potensi atau persepsi benturan kepentingan, menggunakan sumber daya yang tidak sepatutnya untuk menjalankan agenda politiknya,” ucap Sudirman Said.

MUTIA YUANTISYA

Baca juga: PDIP Kritik Sudirman Said Jadi Komisaris Transjakarta: Dekat dengan Anies






Pengemudi Ojol Demo Tolak Rencana Jalan Berbayar ERP Jakarta, Minta Anak Buah Heru Budi Temui Massa

6 jam lalu

Pengemudi Ojol Demo Tolak Rencana Jalan Berbayar ERP Jakarta, Minta Anak Buah Heru Budi Temui Massa

Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Balai Kota DKI Jakarta. Mereka menolak rencana jalan berbayar ERP.


Polda Metro Jaya Pelajari Kasus Bus Transjakarta Diduga Tabrak Lari Pelajar SMK di Ciputat

6 jam lalu

Polda Metro Jaya Pelajari Kasus Bus Transjakarta Diduga Tabrak Lari Pelajar SMK di Ciputat

Polres Tangerang Selatan telah menyerahkan perkara bus Transjakarta diduga tabrak lari siswa SMK ini ke Polda Metro Jaya.


Kisruh Skywalk Kebayoran Lama Berbayar, Kepala Dinas Bina Marga DKI Telepon Direksi Transjakarta

6 jam lalu

Kisruh Skywalk Kebayoran Lama Berbayar, Kepala Dinas Bina Marga DKI Telepon Direksi Transjakarta

Kepala Dinas Bina Marga DKI menelepon direksi Transjakarta untuk mengklarifikasi kisruh Skywalk Kebayoran Lama berbayar Rp 3.500.


Survei TSRC Sebut Prabowo Paling Banyak Belanja Iklan di Facebook

7 jam lalu

Survei TSRC Sebut Prabowo Paling Banyak Belanja Iklan di Facebook

The Strategic Research and Consulting (TSRC) mengungkapkan Prabowo Subianto merupakan kandidat capres yang merogoh kocek paling banyak untuk belanja iklan


Sempat Berbayar Rp 3.500, Kini Melintas di Skywalk Kebayoran Lama Gratis

7 jam lalu

Sempat Berbayar Rp 3.500, Kini Melintas di Skywalk Kebayoran Lama Gratis

Transjakarta akan pasang pemisah jalur, warga yang hanya melintas di Skywalk Kebayoran Lama dan enumpang yang mau naik Bus Transjakarta.


Koalisi Indonesia Bersatu Belum Punya Sekber dan Capres, Waketum Golkar Tak Mau Disebut Tertinggal

8 jam lalu

Koalisi Indonesia Bersatu Belum Punya Sekber dan Capres, Waketum Golkar Tak Mau Disebut Tertinggal

Waketum Golkar membantah anggapan bahwa Koalisi Indonesia Bersatu tertinggal dari koalisi lainnya karena belum punya Sekber dan Capres.


Transjakarta Siap Membantu Polisi Usut Tabrak Lari di Ciputat yang Menewaskan Siswa SMK Agam Aryo

10 jam lalu

Transjakarta Siap Membantu Polisi Usut Tabrak Lari di Ciputat yang Menewaskan Siswa SMK Agam Aryo

Kanit Laka Lantas Polres Tangerang Selatan menyatakan dalam kasus tabrak lari itu, dipastikan Agam tewas ditabrak bus Transjakarta.


Enggan Bahas Pinjaman Anies Baswedan, Ini Kekayaan Sandiaga Uno

13 jam lalu

Enggan Bahas Pinjaman Anies Baswedan, Ini Kekayaan Sandiaga Uno

Sandiaga Uno menyatakan tidak bersedia melanjutkan pembicaraan tentang kabar adanya pinjaman Anies Baswedan sebesar Rp 50 miliar. Berapa kekayaannya?


Hasil Audit Sebut Formula E Untung Rp5,29 Miliar, BP BUMD DKI Ogah Komentar

14 jam lalu

Hasil Audit Sebut Formula E Untung Rp5,29 Miliar, BP BUMD DKI Ogah Komentar

Plt. Kepala Badan Pembina (BP) BUMD DKI Jakarta Fitria Rahadiani ogah komentari hasil audit Formula E 2022 yang dilakukan kantor akuntan publik


Popularitas Anies Baswedan di Medsos Lebih Besar Dibanding Ganjar, RK, Khofifah

14 jam lalu

Popularitas Anies Baswedan di Medsos Lebih Besar Dibanding Ganjar, RK, Khofifah

Jika dipersentasekan, perbincangan terhadap Anies Baswedan sebesar 44,9 persen.