Doddy Prawiranegara Heran Teddy Minahasa Cabut BAP & Tampak Berkuasa, Atur Pertanyaan Penyidik

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

Ajun Komisaris Besar Polisi Doddy Prawiranegara. sumbar.polri.go.id

TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara mantan Kapolres Bukittinggi AKBP Doddy Prawiranegara, Adriel Viari Purba, heran soal alasan pencabutan Berita Acara Pidana (BAP) Irjen Teddy Minahasa. Menurutnya, biasanya orang mencabut BAP karena mendapat tekanan selama proses pemeriksaan. 

"Teddy menyatakan mencabut semua BAP meski alasan pencabutannya tidak pernah dijelaskan. Padahal, umumnya orang mencabut BAP karena mendapat tekanan selama proses pemeriksaan," ujar Adriel, Kamis, 24 November 2022. 

Menurutnya, tak ada yang bisa menekan perwira bintang dua tersebut. Malah, ketika pemeriksaan konfrontir, Teddy terkesan lebih dominan dan berkuasa di hadapan penyidik. 

"Ketika pemeriksaan konfrontasi yang saya hadir langsung melihat, gestur Teddy seperti berkuasa di hadapan penyidik karena mencoba mengatur pertanyaan yang seharusnya ditanyakan penyidik. Teddy malah berlagak seperti penyidik yang mengajukan pertanyaan ke saksi lain, yang harusnya itu kewenangan penyidik," jelasnya.

Doddy Prawiranegara cs dan Teddy Minahasa diperiksa secara konfrontir pada Rabu, 22 November 2022 di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya selama 22 jam. Pemeriksaan itu mempertanyakan hal-hal yang dianggap relevan dalam perkara ini. Mulai dari bukti percakapan hingga selisih perbedaan barang bukti. 

Sebelumnya, Irjen Teddy Minahasa mencabut berita acara pidananya. Teddy mencabut seluruh BAP baik sebagai tersangka maupun sebagai saksi. 

"Mencabut semua BAP sebagai tersangka. Baik yang pertama dan yang tambahan. Juga mencabut BAP saksi untuk tersangka Doddy dan Linda," ucap kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea pada Jum'at 18 November 2022 di Polda Metro Jaya. 

Hal ini dikarenakan pihaknya menemukan fakta bahwa narkoba jenis sabu yang disebut telah beredar di Jakarta ternyata masih tersimpan rapi di Kejaksaan Negeri Bukittinggi. 

"Dari 39,5 kilo, 5 kilo yang menjadi barang bukti masih utuh disimpan di pengadilan sebagai bukti, (sedangkan) 35 kilo sudah dimusnahkan. Ada berita acara pemusnahannya," ucap Hotman. 

Ia mengatakan pemusnahan itu disaksikan oleh kepala pengadilan dan Wali Kota Bukittinggi. Sehingga barang bukti yang saat ini diperkarakan tidak ada hubungannya dengan Teddy Minahasa. 

"Yang disidik dalam perkara ini adalah barang bukti yang tidak ada kaitannya dengan Teddy Minahasa," ujarnya.

Baca: Hotman Paris Beberkan Kejanggalan Kasus Sabu Teddy Minahasa

Teddy Minahasa diduga kendalikan peredaran narkoba

Irjen Teddy Minahasa diduga mengendalikan peredaran narkoba jenis sabu seberat 5 kilogram dari Bukittinggi, Sumatera Barat. Sabu itu diambil dari barang bukti 41,4 kilogram sabu hasil sitaan yang hendak dimusnahkan oleh Polres Bukittinggi.

Teddy, yang saat itu menjabat Kapolda Sumatera Barat diduga memerintahkan Kapolres Bukittingi AKBP Doddy Prawiranegara untuk menukar lima kilogram sabu dengan tawas. Saat itu Doddy meminta Arif untuk melaksanakan perintah tersebut.

Sabu tersebut dijual ke wilayah DKI Jakarta, hingga ke Kampung Bahari, Jakarta Barat. Sejumlah anggota kepolisian dan warga sipil diduga terlibat dalam peredaran narkoba tersebut.

Selain para tersangka yang disebutkan di atas, kasus narkoba ini diduga turut melibatkan Ariel alias Abeng, Mai Siska, dan Aipda Achmad Darmawan.

Atas perbuatan para tersangka, mereka dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 juncto Pasal 55 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman terhadap Irjen Teddy Minahasa dan para terdakwa lain maksimal hukuman mati atau  minimal 20 tahun penjara.

MUHSIN SABILILLAH

Baca juga: Dikonfrontasi Selama 22 Jam, Dody Prawiranegara Sebut Teddy Minahasa Berbohong

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Hotman Paris tidak Tahu Keberadaan 5 Kg Sabu di Kasus Teddy Minahasa

9 jam lalu

Hotman Paris tidak Tahu Keberadaan 5 Kg Sabu di Kasus Teddy Minahasa

Hotman Paris sempat mengatakan sabu 5 kg yang disebut ditukar tawas oleh Teddy Minahasa masih ada dan disimpan kejaksaan


Di Depan Zulhas, Hotman Paris Singgung Jagoan yang Monopoli Izin Impor

9 jam lalu

Di Depan Zulhas, Hotman Paris Singgung Jagoan yang Monopoli Izin Impor

Menjawab pertanyaan Hotman Paris, Zulkifli alias Zulhas menjelaskan, izin impor sejatinya dibagi secara rata dan telah diatur dalam neraca komoditas.


Hotman Paris dan Zulkifli Hasan Terima Pengaduan Warga di Kopi Johny

10 jam lalu

Hotman Paris dan Zulkifli Hasan Terima Pengaduan Warga di Kopi Johny

Hotman Paris sering menerima pengaduan dan konsultasi hukum bagi warga di Kopi Johny, Kelapa Gading


Dikira Sampah, Petugas Rutan Depok Temukan Ganja dan Sabu

1 hari lalu

Dikira Sampah, Petugas Rutan Depok Temukan Ganja dan Sabu

Petugas Rutan Kelas I Depok menggagalkan upaya penyelundupan narkoba golongan I jenis sabu dan ganja yang disamarkan menjadi sampah


Saksi Sebut Arif Rachman Arifin Perintahkan Penyidik Polres Jaksel Rekayasa BAP

1 hari lalu

Saksi Sebut Arif Rachman Arifin Perintahkan Penyidik Polres Jaksel Rekayasa BAP

Terdakwa kasus obstruction of justice, Arif Rachman Arifin pernah memerintahkan penyidik Polres Jakarta Selatan untuk merekayasa berita acara pemeriksaan (BAP).


Berselang 10 Hari, Polisi Kembali Gerebek Kampung Bahari, Tangkap 6 Pengguna Narkoba

1 hari lalu

Berselang 10 Hari, Polisi Kembali Gerebek Kampung Bahari, Tangkap 6 Pengguna Narkoba

Polda Metro Jaya kembali menggerebek dan menyisir Kampung Bahari di Tanjung Priok. Tangkap enam pengguna narkoba. Mendapat perlawanan.


Kuil di Thailand Kosong, Seluruh Biksu Dipecat karena Pakai Narkoba

3 hari lalu

Kuil di Thailand Kosong, Seluruh Biksu Dipecat karena Pakai Narkoba

Seluruh biksu, termasuk ketuanya dipecat setelah terbukti menggunakan narkoba di sebuah kuil Buddha di Thailand.


Ketua Komisi III DPR Perkirakan RKUHP Disahkan Sebelum Masa Reses

4 hari lalu

Ketua Komisi III DPR Perkirakan RKUHP Disahkan Sebelum Masa Reses

Bambang memproyeksikan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) disahkan menjadi Undang-Undang sebelum masa reses.


Survei: Publik Percaya Kasus Teddy Minahasa Bukti Ada Persaingan Tidak Sehat di Polri

5 hari lalu

Survei: Publik Percaya Kasus Teddy Minahasa Bukti Ada Persaingan Tidak Sehat di Polri

Survei menunjukkan 58,8 persen publik percaya adanya persaingan tidak sehat di tubuh Polri dalam kasus Teddy Minahasa.


Ini 10 Pasal RKUHP yang Dinilai Bermasalah oleh Koalisi Masyarakat Sipil

6 hari lalu

Ini 10 Pasal RKUHP yang Dinilai Bermasalah oleh Koalisi Masyarakat Sipil

Koalisi Masyarakat Sipil menggelar aksi untuk menolak pengesahan RKUHP saat acara car free day di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat