Hanya Bercanda Minta Dody Jual Sabu Sitaan 5 Kg, Pengacara: Teddy Minahasa Mengada-ada

Reporter

Tersangka kasus peredaran narkoba Irjen Pol Teddy Minahasa berjalan menuju ruang tahanan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 25 Oktober 2022. Mantan Kepala Polda Sumatera Barat itu menjalani pemeriksaan selama 6 jam sebagai tersangka kasus peredaran gelap narkoba. ANTARA FOTO/Reno Esnir

TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara mantan Kapolres Bukittingi AKBP Dody Prawiranegara, Adriel Viari Purba, menyatakan dalih Irjen Teddy Minahasa hanya bercanda saat perintahkan anak buah jual sabu adalah mengada-ada. Ia heran, ada jenderal yang menyuruh anak buahnya melakukan perbuatan melawan hukum.

“Saya baru tahu, di kepolisian ada jenderal yang juga seorang Kapolda menguji bawahan dengan menyuruhnya melakukan perbuatan melawan hukum atau tindak pidana berat. Kami menduga bahwa Pak Teddy terlalu mengada-ada,” kata Adriel melalui keterangan tertulisnya pada Kamis, 24 November 2022. 

Teddy Minahasa dan Dody Cs diperiksa konfrontir pada Rabu, 23 November 2022 di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya selama 22 jam. Dalam pemeriksaan itu, Teddy mengakui mengirimkan pesan melalui WhatsApp kepada Dody untuk menyisihkan dan menjual barang bukti sabu hasil tangkapan Polres Bukittinggi. Namun Teddy berdalih itu hanyalah guyonan dan upaya mengetes anak buahnya. 

"Itu tidak, itu hanya, itu ada tanda 'emoticon'. Itu adalah sekedar canda dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan benar benar dilaksanakan penukaran," kata Kuasa Hukum Irjen Teddy, Hotman Paris Hutapea di Mako Polda Metro Jaya, Jumat, 18 November 2022.

Hotman juga menyebut bahwa saat itu Teddy sedang mengetes AKBP Doddy, yang kala itu menjabat Kapolres Bukit Tinggi dan mengklaim hal itu adalah hal biasa.

"Itu biasa begitu pimpinan mengetes anggota, itu biasa begitu pimpinan mengetes dan ternyata tidak ada satu saksi pun mengatakan bahwa tawas itu diganti dengan narkoba," ujar Hotman.

Namun, Adriel bilang, Teddy pernah secara jelas menawarkan sabu 5 kg dalam pesan Whatsapp. Dalam pesannya, Teddy meminta kepada Linda untuk mencari pembeli sabu seberat 5 kilogram. Namun pesan tersebut dengan segera dihapus Teddy. 

“Isinya begini ‘Iki ono barang 5 kilogram. Wes golekno lawan’. Itu WA-nya Pak TM kepada Bu Linda. Saat itu Bu Linda nanya ‘Saya butuh uang untuk ke Brunai’ itu awal-awal tuh. Nah balasannya disuruh carikan lawan, maksudnya cari buyer karena posisi barang di Riau,” kata Adriel di Polres Jakarta Selatan, Jumat malam, 18 November 2022.

Adriel menyebut pesan ini sempat dihapus oleh Teddy Minahasa. Namun, kata dia, Linda sempat membalas dengan mengutip pesan ini sehingga pesan Teddy tersebut masih terlihat.

“Ketika dihapus itu untungnya klien saya Linda ini pinter. Jadi ketika delete message, sebelumnya Bu Linda sudah reply, kalau reply itu kan masih ada kelihatan reply nya,” ujarnya.

MUHSIN SABILILLAH

Baca juga: Dikonfrontasi Selama 22 Jam, Dody Prawiranegara Sebut Teddy Minahasa Berbohong






Hotman Paris Pastikan Berkas Teddy Minahasa Belum P21 oleh Kejati DKI

1 hari lalu

Hotman Paris Pastikan Berkas Teddy Minahasa Belum P21 oleh Kejati DKI

Hotman memastikan berkas perkara Teddy Minahasa belum dinyatakan lengkap oleh kejaksaan


Hotman Paris tidak Tahu Keberadaan 5 Kg Sabu di Kasus Teddy Minahasa

1 hari lalu

Hotman Paris tidak Tahu Keberadaan 5 Kg Sabu di Kasus Teddy Minahasa

Hotman Paris sempat mengatakan sabu 5 kg yang disebut ditukar tawas oleh Teddy Minahasa masih ada dan disimpan kejaksaan


Dikira Sampah, Petugas Rutan Depok Temukan Ganja dan Sabu

2 hari lalu

Dikira Sampah, Petugas Rutan Depok Temukan Ganja dan Sabu

Petugas Rutan Kelas I Depok menggagalkan upaya penyelundupan narkoba golongan I jenis sabu dan ganja yang disamarkan menjadi sampah


Dugaan Penyelundupan Narkotika di Rutan Depok, Sempat Dikira Sampah

2 hari lalu

Dugaan Penyelundupan Narkotika di Rutan Depok, Sempat Dikira Sampah

Kepala Rutan Depok belum bisa memastikan paket sabu dan ganja itu hendak diselundupkan masuk ke rutan atau sebaliknya.


Berselang 10 Hari, Polisi Kembali Gerebek Kampung Bahari, Tangkap 6 Pengguna Narkoba

3 hari lalu

Berselang 10 Hari, Polisi Kembali Gerebek Kampung Bahari, Tangkap 6 Pengguna Narkoba

Polda Metro Jaya kembali menggerebek dan menyisir Kampung Bahari di Tanjung Priok. Tangkap enam pengguna narkoba. Mendapat perlawanan.


LPSK Putuskan Justice Collaborator Dody Prawiranegara Cs Pekan Depan

4 hari lalu

LPSK Putuskan Justice Collaborator Dody Prawiranegara Cs Pekan Depan

Kesimpulan dikabulkan atau tidaknya permohonan justice collaborator Dody Prawiranegara Cs diputuskan Senin.


Kuil di Thailand Kosong, Seluruh Biksu Dipecat karena Pakai Narkoba

5 hari lalu

Kuil di Thailand Kosong, Seluruh Biksu Dipecat karena Pakai Narkoba

Seluruh biksu, termasuk ketuanya dipecat setelah terbukti menggunakan narkoba di sebuah kuil Buddha di Thailand.


Survei: Publik Percaya Kasus Teddy Minahasa Bukti Ada Persaingan Tidak Sehat di Polri

7 hari lalu

Survei: Publik Percaya Kasus Teddy Minahasa Bukti Ada Persaingan Tidak Sehat di Polri

Survei menunjukkan 58,8 persen publik percaya adanya persaingan tidak sehat di tubuh Polri dalam kasus Teddy Minahasa.


Kejagung Jawab Hotman Paris Hutapea & RAPBD DKI 2023 Bengkak Rp 4,7 Triliun Jadi Top 3 Metro

9 hari lalu

Kejagung Jawab Hotman Paris Hutapea & RAPBD DKI 2023 Bengkak Rp 4,7 Triliun Jadi Top 3 Metro

Top 3 Metro hari ini dimulai dari berita Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana yang membantah pernyataan Hotman Paris Hutapea.


Berkas Perkara Teddy Minahasa Masuk Kembali ke Kejati DKI, 1 Berkas Lagi Menyusul

9 hari lalu

Berkas Perkara Teddy Minahasa Masuk Kembali ke Kejati DKI, 1 Berkas Lagi Menyusul

Kejati DKI Jakarta telah menerima kembali berkas perkara tersangka mantan Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Teddy Minahasa dalam kasus narkoba.