Doddy Prawiranegara Jawab Tuduhan Teddy Minahasa via Hotman Paris Soal Barang Bukti Sabu

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

Kuasa hukum Irjen Teddy Minahasa, Hotman Paris Hutapea memberi keterangan kasus dugaan penyalahgunaan narkoba di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, 21 November 2022. TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara AKBP Doddy Prawiranegara, Adriel Viari Purba menyatakan barang bukti narkoba yang diklaim Teddy Minahasa, melalui pernyataan pengacara Hotman Paris Hutapea, masih utuh di Kejaksaan Negeri Bukittinggi dan Kejaksaan Negeri Agam tidak ada hubungannya dengan kasus yang membelit dia. 

"BB (barang bukti) sabu yang disimpan di wilayah Kejati Sumbar sama sekali tidak ada hubungannya dengan kasus narkoba 5 kilogram sabu Teddy Minahasa," kata Adriel, Kamis, 24 November 2022. 

Menurut dia, hal ini juga sejalan dengan pernyataan Kejari Bukittinggi dan Kejari Agam yang bilang barang bukti sabu yang disimpan untuk ditampilkan di persidangan tidak ada kaitannya dengan perkara ini. 

"Dengan demikian, Teddy melalui pengacaranya diduga memalsukan fakta mengenai BB (barang bukti) sabu 5 kilogram yang kini sedang ditangani Polda Metro Jaya," ujarnya. 

"Bila Kejati Sumbar dan Kejagung sudah menegaskan demikian, maka mana yang harus kita percaya, Teddy atau Kejaksaan? Ya harus Kejaksaan-lah yang jelas-jelas tidak ada kepentingan,” tutur Adriel.

Teddy dan Doddy diperiksa secara konfrontir selama 22 jam pada Rabu, 23 November 2022 di Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Pada pemeriksaan itu, Adriel menyebut Teddy mengulang-ulang pernyataan soal keutuhan barang bukti di Sumatra Barat. "Hal tersebut yang diduga untuk mengaburkan fakta sesungguhnya," katanya.

Baca: Dikonfrontasi Selama 22 Jam, Dody Prawiranegara Sebut Teddy Minahasa Berbohong

Hotman Paris Hutapea sebut barang bukti sabu kasus Teddy Minahasa masih utuh

Sebelumnya, kuasa hukum Inspektur Jenderal Teddy Minahasa Putra, Hotman Paris Hutapea, mengatakan barang bukti sabu 5 kilogram yang disebut sudah diedarkan kliennya melalui anak buahnya masih ada, dan disimpan Kejaksaan Negeri Buktitinggi. 

"Setelah dicek, semua barang bukti yang dianggap beredar 5 kilogram itu masih utuh disimpan oleh kejaksaan sebagai bukti persidangan para terdakwa di Bukittinggi," tutur Hotman Paris pada Jumat 18 November 2022 di Polda Metro Jaya. 

Menurut Hotman Paris, Teddy Minahasa menerima laporan barang bukti sabu hasil pengungkapan kasus narkoba pada 13 Mei 2022 seberat 41,4 kilogram. Saat itu Teddy berstatus sebagai Kapolda Sumatera Barat.

Namun, beberapa hari kemudian, saat ditimbang oleh pengadilan, tercatat hanya 39,5 kilogram. "Artinya, sebelum rilis, sudah hilang barang bukti ini 1,9 kilogram," ujar Hotman. 

Dari sini, kata Hotman Paris, Teddy Minahasa curiga soal berkurangnya barang bukti yang dilaporkan ke pengadilan. Pengadilan kemudian menyimpan 5 kilogram sabu tersebut sebagai barang bukti dan sisanya dimusnahkan. "Ada berita acaranya. Disaksikan oleh kepala kejaksaan dan wali kota," ucap dia.

Hotman menilai barang bukti yang ditemukan di rumah eks Kapolres Bukittinggi, AKBP Doddy Prawiranegara, dan seorang wanita Bernama Linda Pujiastuti tidak ada kaitannya dengan Teddy.  "Diduga mereka memperjualbelikan barang lain. Berarti ada barang lain yang Teddy tidak tahu," kata dia.

Irjen Teddy Minahasa diduga mengendalikan peredaran narkoba jenis sabu seberat 5 kilogram dari Bukittinggi, Sumatera Barat. Sabu itu diambil dari barang bukti 41,4 kilogram sabu hasil sitaan yang hendak dimusnahkan oleh Polres Bukittinggi.

Teddy, yang saat itu menjabat Kapolda Sumatera Barat diduga memerintahkan Kapolres Bukittingi AKBP Doddy Prawiranegara untuk menukar lima kilogram sabu dengan tawas. Saat itu Doddy meminta Arif untuk melaksanakan perintah itu.

Sabu tersebut dijual ke wilayah DKI Jakarta, hingga ke Kampung Bahari, Jakarta Barat. Sejumlah anggota kepolisian dan warga sipil diduga terlibat dalam peredaran narkoba itu.

Selain para tersangka yang disebutkan di atas, kasus narkoba ini diduga turut melibatkan Ariel alias Abeng, Mai Siska, dan Aipda Achmad Darmawan.

Atas perbuatan para tersangka, mereka dijerat Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 juncto Pasal 55 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman terhadap Irjen Teddy Minahasa dan para terdakwa lain maksimal hukuman mati atau  minimal 20 tahun penjara.

MUHSIN SABILILLAH

Baca juga: Doddy Prawiranegara Heran Teddy Minahasa Cabut BAP & Tampak Berkuasa, Atur Pertanyaan Penyidik

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Hotman Paris Pastikan Berkas Teddy Minahasa Belum P21 oleh Kejati DKI

1 hari lalu

Hotman Paris Pastikan Berkas Teddy Minahasa Belum P21 oleh Kejati DKI

Hotman memastikan berkas perkara Teddy Minahasa belum dinyatakan lengkap oleh kejaksaan


Hotman Paris tidak Tahu Keberadaan 5 Kg Sabu di Kasus Teddy Minahasa

2 hari lalu

Hotman Paris tidak Tahu Keberadaan 5 Kg Sabu di Kasus Teddy Minahasa

Hotman Paris sempat mengatakan sabu 5 kg yang disebut ditukar tawas oleh Teddy Minahasa masih ada dan disimpan kejaksaan


Di Depan Zulhas, Hotman Paris Singgung Jagoan yang Monopoli Izin Impor

2 hari lalu

Di Depan Zulhas, Hotman Paris Singgung Jagoan yang Monopoli Izin Impor

Menjawab pertanyaan Hotman Paris, Zulkifli alias Zulhas menjelaskan, izin impor sejatinya dibagi secara rata dan telah diatur dalam neraca komoditas.


Hotman Paris dan Zulkifli Hasan Terima Pengaduan Warga di Kopi Johny

2 hari lalu

Hotman Paris dan Zulkifli Hasan Terima Pengaduan Warga di Kopi Johny

Hotman Paris sering menerima pengaduan dan konsultasi hukum bagi warga di Kopi Johny, Kelapa Gading


Dikira Sampah, Petugas Rutan Depok Temukan Ganja dan Sabu

3 hari lalu

Dikira Sampah, Petugas Rutan Depok Temukan Ganja dan Sabu

Petugas Rutan Kelas I Depok menggagalkan upaya penyelundupan narkoba golongan I jenis sabu dan ganja yang disamarkan menjadi sampah


Dugaan Penyelundupan Narkotika di Rutan Depok, Sempat Dikira Sampah

3 hari lalu

Dugaan Penyelundupan Narkotika di Rutan Depok, Sempat Dikira Sampah

Kepala Rutan Depok belum bisa memastikan paket sabu dan ganja itu hendak diselundupkan masuk ke rutan atau sebaliknya.


Berselang 10 Hari, Polisi Kembali Gerebek Kampung Bahari, Tangkap 6 Pengguna Narkoba

3 hari lalu

Berselang 10 Hari, Polisi Kembali Gerebek Kampung Bahari, Tangkap 6 Pengguna Narkoba

Polda Metro Jaya kembali menggerebek dan menyisir Kampung Bahari di Tanjung Priok. Tangkap enam pengguna narkoba. Mendapat perlawanan.


LPSK Putuskan Justice Collaborator Dody Prawiranegara Cs Pekan Depan

5 hari lalu

LPSK Putuskan Justice Collaborator Dody Prawiranegara Cs Pekan Depan

Kesimpulan dikabulkan atau tidaknya permohonan justice collaborator Dody Prawiranegara Cs diputuskan Senin.


Kuil di Thailand Kosong, Seluruh Biksu Dipecat karena Pakai Narkoba

5 hari lalu

Kuil di Thailand Kosong, Seluruh Biksu Dipecat karena Pakai Narkoba

Seluruh biksu, termasuk ketuanya dipecat setelah terbukti menggunakan narkoba di sebuah kuil Buddha di Thailand.


Survei: Publik Percaya Kasus Teddy Minahasa Bukti Ada Persaingan Tidak Sehat di Polri

7 hari lalu

Survei: Publik Percaya Kasus Teddy Minahasa Bukti Ada Persaingan Tidak Sehat di Polri

Survei menunjukkan 58,8 persen publik percaya adanya persaingan tidak sehat di tubuh Polri dalam kasus Teddy Minahasa.