Survei: Publik Percaya Kasus Teddy Minahasa Bukti Ada Persaingan Tidak Sehat di Polri

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

Tersangka kasus peredaran narkoba Irjen Pol Teddy Minahasa berjalan menuju ruang tahanan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa, 25 Oktober 2022. Mantan Kepala Polda Sumatera Barat itu menjalani pemeriksaan selama 6 jam sebagai tersangka kasus peredaran gelap narkoba. ANTARA FOTO/Reno Esnir

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menjelaskan hasil survei perihal kasus hukum yang terbaru. Dia memaparkan terbongkarnya kasus peredaran narkoba jenis sabu yang melibatkan Inspektur Jenderal Teddy Minahasa menunjukkan adanya persaingan tidak sehat antarkelompok dalam tubuh Polri.

Survei dari lembaganya menunjukkan 58,8 persen publik setuju adanya persaingan tersebut. "Ada yang berpendapat bahwa terbongkarnya kasus Irjen TM menunjukkan adanya persaingan antarkelompok dalam tubuh Polri yang tidak sehat," ujarnya melalui kanal YouTube Indikator Politik Indonesia, Ahad, 28 November 2022.

Publik yang menjawab tidak mengetahui 21,3 persen dan tidak setuju 6,9 persen. Sedangkan 13 persen tidak tahu atau tidak menjawab pertanyaan survei.

Adanya kasus Teddy Minahasa juga menunjukkan 64,7 persen publik beranggapan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak pandang bulu menindak anggotanya melakukan pelanggaran.

"Itu menunjukkan Kapolri tidak pandang bulu dalam menindak anggota kepolisian yang melanggar. Sebanyak 26,9 persen mengatakan penangkapan Irjen TM menunjukkan Kapolri tidak becus dalam menentukan figur untuk Kapolda Jawa Timur," tutur Burhanuddin.

Dia mengatakan kasus ini juga diketahui publik sebesar 39 persen. Sedangkan yang tidak mengetahui pemberitaan jenderal bintang dua itu sebanyak 61 persen.

Baca: Dikonfrontasi Selama 22 Jam, Dody Prawiranegara Sebut Teddy Minahasa Berbohong

Survei soal Teddy Minahasa 30 Oktober - 5 November 2022

Survei Indikator Politik Indonesia ini dilakukan pada 30 Oktober sampai 5 November 2022. Populasi survei merujuk pada warga negara Indonesia berumur minimal 17 tahun.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan mengambil sebanyak 1.200 responden. Mereka diwawancarai secara tatap muka dengan quality control hasil wawancara sebesar 20 persen.

Margin of error atau toleransi kesalahan survei ini sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Teddy Minahasa diduga memerintahkan Eks Kapolres Bukittinggi Ajun Komisaris Besar Polisi Dody Prawiranegara untuk menukar lima kilogram sabu dengan tawas. Barang terlarang itu merupakan selisih dari 41,4 kilogram yang disita oleh Polres Bukittinggi.

Kasus ini ikut melibatkan sejumlah anggota kepolisian di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Selain itu beberapa orang dari masyarakat sipil juga terlibat dalam peredaran sabu dari Sumatera Barat tersebut menuju Jakarta.

Atas perbuatan para tersangka, mereka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) juncto Pasal 55 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau hukuman minimal 20 tahun penjara.

Baca juga: Beda Keterangan Teddy Minahasa dengan Dody Prawiranegara Soal Keberadaan 5 Kg Sabu

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Kepolisian Dubai Menahan 28 Pengedar yang Menjual Narkoba Senilai Rp 130 M

6 jam lalu

Kepolisian Dubai Menahan 28 Pengedar yang Menjual Narkoba Senilai Rp 130 M

Dalam sebuah laporan disebutkan kalau para pengedar narkoba tersebut ditangkap saat berusaha menjual 111 kilogram narkoba berbagai jenis.


Buwas Usul Tunjangan PNS Kembali dalam Bentuk Beras: Kualitasnya Bagus, Saya Berani Jamin

6 jam lalu

Buwas Usul Tunjangan PNS Kembali dalam Bentuk Beras: Kualitasnya Bagus, Saya Berani Jamin

Buwas baru-baru ini mengusulkan agar pegawai negeri sipil (PNS) serta anggota TNI dan Polri kembali menerima tunjangan dalam bentuk beras. Kenapa?


Teddy Minahasa Minta Dody Prawiranegara Tukar Barang Bukti Sabu untuk Operasi Penjebakan

18 jam lalu

Teddy Minahasa Minta Dody Prawiranegara Tukar Barang Bukti Sabu untuk Operasi Penjebakan

Hotman Paris menyatakan Teddy Minahasa ingin meminjam barang bukti sabu untuk operasi penjebakan dan penangkapan Linda.


Sidang Sabu Teddy Minahasa, Hotman Paris Pertanyakan Sampel Sabu di Jakarta dan Bukittinggi

18 jam lalu

Sidang Sabu Teddy Minahasa, Hotman Paris Pertanyakan Sampel Sabu di Jakarta dan Bukittinggi

Hotman Paris menilai dakwaan jaksa terhadap Teddy Minahasa prematur karena para saksi pada saat pemusnahan barang bukti sabu tidak diperiksa.


Kuasa Hukum Teddy Minahasa Sebut PN Jakarta Barat Tak Berwenang Adili Kasus Tukar Sabu di Bukittinggi

18 jam lalu

Kuasa Hukum Teddy Minahasa Sebut PN Jakarta Barat Tak Berwenang Adili Kasus Tukar Sabu di Bukittinggi

Kuasa hukum Irjen Teddy Minahasa menilai locus delicti dugaan barang bukti sabu ditukar dengan tawas terjadi Polres Bukittinggi.


Polri Siapkan Aturan Kendaraan Listrik, Ini Isinya

22 jam lalu

Polri Siapkan Aturan Kendaraan Listrik, Ini Isinya

Korlantas Polri akan bergerak cepat dalam registrasi dan identifikasi kendaraan listrik, mulai penerbitan STNK dan BPKB baru.


Teddy Minahasa Sempat Minta Doddy Prawiranegara Antar 5 Kilogram Sabu Gunakan Pesawat

1 hari lalu

Teddy Minahasa Sempat Minta Doddy Prawiranegara Antar 5 Kilogram Sabu Gunakan Pesawat

Teddy Minahasa sempat meminta Doddy Prawiranegara untuk mengantar sabu seberat lima kilogram menggunakan pesawat ke Jakarta, namun hal itu ditolak.


Dody Prawiranegara Serahkan Uang Hasil Penjualan Sabu di Rumah Teddy Minahasa di Jagakarsa

1 hari lalu

Dody Prawiranegara Serahkan Uang Hasil Penjualan Sabu di Rumah Teddy Minahasa di Jagakarsa

Pengacara Teddy Minahasa, Hotman Paris meminta jaksa menunjukkan rekaman CCTV di rumah Teddy yang menunjukkan penyerahan uang hasil jualan sabu.


Pengguna Motor Listrik Pakai SIM C Golongan Apa? Begini Penjelasan Polri

1 hari lalu

Pengguna Motor Listrik Pakai SIM C Golongan Apa? Begini Penjelasan Polri

Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas) Polri berencana untuk menerapkan penggolongan Surat Izin Mengemudi atau SIM C bagi para pengguna motor listrik.


5 Jenis Narkoba yang Sering Dijumpai Kasusnya di Masyarakat

1 hari lalu

5 Jenis Narkoba yang Sering Dijumpai Kasusnya di Masyarakat

Penyalahgunaan narkoba kian marak. Oleh karena itu, penting mengetahui jenis narkoba yang sering dijumpai di masyarakat