Kisruh SDN Pondokcina 1, PSI Depok Minta Ridwan Kamil Intervensi: Ini Darurat Pendidikan

Orang tua dan relawan menjadi guru dadakan di SDN Pondokcina 1, karena tidak ada guru-guru hadir, Senin 14 November 2022. TEMPO/ADE RIDWAN

TEMPO.CO, Jakarta - Kisruh relokasi SDN Pondokcina 1 masih belum selesai, Pemerintah Kota Depok masih tak bergeming dengan aksi penolakan orang tua dan bersikeras mengosongkan bangunan.

Alhasil, siswa siswi terlantar tak mendapatkan pengajaran dari guru-guru sekolah dan terancam melaksanakan ujian akhir sekolah tanpa guru pada awal Desember 2022 mendatang.

Menanggapi itu, anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKB-PSI, Oparis Simanjuntak, menilai rencana penggusuran SDN Pondokcina 1 oleh Pemerintah Kota Depok terlalu dipaksakan.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Depok ini meminta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, untuk datang mendengarkan aspirasi para orang tua murid, dan melakukan intervensi.

“Saya meminta Gubernur Ridwan Kamil untuk datang ke sini dan melakukan intervensi pada kebijakan Pemerintah Kota Depok yang merugikan pendidikan anak-anak di SDN Pondokcina 1,” kata Oparis, Senin pagi 28 November 2022 melalui keterangan resminya.

Oparis menilai intervensi gubernur sangat diperlukan karena siswa-siswa SDN Pondokcina 1 sudah lebih dari tiga minggu belajar tanpa guru. “Ini sudah masuk minggu keempat siswa-siswa diajar oleh orang tua dan relawan. Ini darurat pendidikan!” tegasnya.

Baca: Polemik SDN Pondok Cina 1, Orang Tua Curhat Sulitnya Ketemu Wali Kota Depok

SDN Pondokcina 1 akan dilkuidasi, lahannya buat proyek masjid

Sejak 7 November 2022, Dinas Pendidikan Kota Depok telah memindahkan guru-guru SDN Pondokcina 1 ke SDN Pondokcina 3 dan 5. Hal ini dilakukan menyusul rencana Pemkot Depok untuk menghilangkan sekolah tersebut dan menggantinya dengan masjid.

“Ini sekolah dengan banyak prestasi dan berakreditasi A. Dari mana logikanya sekolah dengan kualitas seperti ini dibubarkan dan dipecah ke dua sekolah yang akreditasinya lebih rendah?” ungkap Oparis.

DPRD Kota Depok sebelumnya juga sudah mengeluarkan rekomendasi agar SDN Pondokcina 1 tetap dipertahankan dan siswa-siswanya tidak dibagi ke dua sekolah yang berbeda. “Sayangnya sampai sekarang, wali kota bahkan belum membalas surat rekomendasi kami,” kata anggota Komisi B DPRD Kota Depok itu.

Oparis menambahkan, Wali Kota Depok Mohammad Idris juga mengabaikan rekomendasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) agar guru-guru tetap mengajar di SDN Pondokcina 1. “Karena itu saya mohon Kang Ridwan Kamil bisa datang ke sini dan mendengarkan jeritan hati para murid dan orangtuanya,” kata Oparis.

Baca juga: SDN Pondok Cina 1 jadi Masjid, Wali Kota Depok: Clear, Anggaran Sudah Diteken

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Kejar Level Stunting Dibawah 5 Persen, PSI Minta Pemprov DKI Revitalisasi Posyandu

42 menit lalu

Kejar Level Stunting Dibawah 5 Persen, PSI Minta Pemprov DKI Revitalisasi Posyandu

Politikus PSI menginginkan Jakarta harus jadi yang pertama punya level stunting setara dengan negara maju.


PSI Apresiasi Postur APBN 2023, Dinilai Dukung Peningkatan Kualitas SDM Indonesia

6 jam lalu

PSI Apresiasi Postur APBN 2023, Dinilai Dukung Peningkatan Kualitas SDM Indonesia

PSI mengapresiasi postur APBN 2023 karena dinilai mendukung peningkatan kualitas SDM Indonesia


Stok Langka, Pedagang di Depok Jual Minyakita di Atas HET

10 jam lalu

Stok Langka, Pedagang di Depok Jual Minyakita di Atas HET

Sejumlah pedagang di Depok terpaksa menjual Minyakita di atas Rp14 ribu karena pasokannya kian langka


Kunjungan Ridwan Kamil di Medan: Makan di Kaki Lima hingga Naik Motor Listrik Bersama Bobby Nasution

15 jam lalu

Kunjungan Ridwan Kamil di Medan: Makan di Kaki Lima hingga Naik Motor Listrik Bersama Bobby Nasution

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan kunjungan kerja ke Medan, Sumatera Utara pada Selasa 31 Januari hingga Kamis 2 Februari 2023.


Langkah Politik Suami Yenny Wahid, Dhohir Farisi dari Gerindra ke PSI, Ini Profilnya

17 jam lalu

Langkah Politik Suami Yenny Wahid, Dhohir Farisi dari Gerindra ke PSI, Ini Profilnya

PSI mengumumkan suami Yenny Wahid, Dhohir Farisi berkontribusi dalam Pemilu 2024 sebagai Dewan Pengarah Pemenangan Pemilu 2024. Ini langkah politiknya


Bergabung ke Golkar, Ridwan Kamil Tegaskan Tak Berambisi Jadi Capres atau Cawapres

17 jam lalu

Bergabung ke Golkar, Ridwan Kamil Tegaskan Tak Berambisi Jadi Capres atau Cawapres

Ridwan Kamil menegaskan tidak berambisi menjadi capres maupun cawapres pada Pilpres 2024.


Sorot Formula E, PSI: Masih Utang Rp 90 Miliar & Rp 560 Miliar APBD Kok Bilang Untung

1 hari lalu

Sorot Formula E, PSI: Masih Utang Rp 90 Miliar & Rp 560 Miliar APBD Kok Bilang Untung

PSI minta Jakpro segera menyampaikan laporan pertanggungjawaban atau LPJ kegiatan Formula E pada legislatif.


Suami Yenny Wahid, Dhohir Farisi, Langsung Dapat Jabatan Mentereng di PSI, Ini Kata Grace Natalie

1 hari lalu

Suami Yenny Wahid, Dhohir Farisi, Langsung Dapat Jabatan Mentereng di PSI, Ini Kata Grace Natalie

Grace Natalie menjelaskan kenapa Dhohir Farisi, suami Yenny Wahid, langsung mendapatkan jabatan Dewan Pengarah Pemenangan Pemilu 2024 di PSI.


PSI Optimis Raih 6,6 Juta Suara, Begini HItung-HItungannya

1 hari lalu

PSI Optimis Raih 6,6 Juta Suara, Begini HItung-HItungannya

PSI yakin bisa meraih 6,6 juta suara dengan memenuhi kuota caleg.


Soal Dukungan Terhadap Ganjar Pranowo, PSI Tepis Anggapan Ambil Kader Partai Lain

1 hari lalu

Soal Dukungan Terhadap Ganjar Pranowo, PSI Tepis Anggapan Ambil Kader Partai Lain

PSI menyatakan dukungan mereka terhadap Ganjar Pranowo murni aspirasi dari masyarakat.