Bantu SDN Pondokcina 1 Depok, Gerakan Masyarakat Rekrut Puluhan Relawan untuk Ajar Siswa

Wali murid menangis melihat siswa saat upacara Hari Guru tanpa guru di SDN Pondok Cina 1, Depok, Jawa Barat, Jumat, 25 November 2022. Sejak 14 November 2022, siswa SDN Pondok Cina 1 belajar di sekolah tanpa guru akibat adanya polemik relokasi sekolah menjadi masjid raya. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

TEMPO.CO, Depok - Gerakan masyarakat Komite Solidaritas Pelindung Perempuan dan Anak mengadakan open recruitment relawan pengajar untuk ditempatkan di SDN Pondokcina 1 Depok.

Penanggungjawab relawan Muthia Esfand mengatakan, open recruitment itu dilakukan agar kegiatan belajar mengajar siswa siswi SDN Pondokcina 1 tetap berjalan. Pada saat ini, sekolah itu sudah ditinggalkan oleh guru, imbas dari kesewenang-wenangan Pemerintah Kota Depok yang ingin menggusur dan mengalihfungsikan lahan sekolah tersebut menjadi masjid.

“Sudah minggu ketiga, pihak Dinas Pendidikan Depok masih melarang guru SDN Pondokcina 1 untuk datang ke sekolah, sementara orang tua pengennya anak-anak tetap sekolah, makanya kami buka open recruitment ini,” kata Muthia dikonfirmasi Tempo, Selasa 29 November 2022.

Muthia mengatakan, dibutuhkan 10 relawan untuk dapat mengajar siswa siswi SDN Pondokcina 1 yang berjumlah 300-an anak itu setiap hari.

“Saat ini sih sudah ada 40 relawan, tapi tidak bisa kita menjamin semuanya itu bisa setiap hari datang, karena kan mereka ada kesibukan lainnya juga, makanya kami butuh lebih banyak lagi,” kata Muthia.

Relawan dibutuhkan untuk mengajar agama, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, bahasa Sunda, olahraga dan kesenian.

Muthia mengatakan komite tidak bisa memberikan honor untuk setiap relawan yang ingin bergabung menjadi pengajar di SDN Pondokcina 1. “Bersedia mengajar minimal 2 hari setiap minggu mulai pukul 07.00 hingga 12.00 dan bersedia tanpa dibayar,” kata Muthia.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti meninjau kegiatan belajar mengajar di SDN Pondok Cina 1, Depok, Jawa Barat, Jumat, 18 November 2022. Selama tidak ada guru, para siswa tetap bersekolah dengan pengajar relawan atau wali murid. ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

Kisruh SDN Pondokcina 1 Depok berawal dari keinginan Pemkot Depok mengalihfungsikan lahan sekolah menjadi masjid. Sekolah itu bakal dihapus, sementara para siswa akan dipindahkan ke dua SD negeri lain, yaitu SDN Pondokcina 3 dan 5.      

Ratusan orang tua murid SDN Pondokcina 1 tak sepakat dengan keputusan tersebut. Mereka ingin pemerintah membangun gedung baru sebelum sekolah digusur. Orang tua juga tak setuju bila murid dipisah ke 2 sekolah, dan memiliki jam belajar berbeda.   

Protes orang tua berlangsung sejak Rabu, 9 November 2022 hingga hari ini. Sudah banyak pihak yang turun tangan mulai dari DPRD Kota Depok, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) hingga beberapa kalangan masyarakat. Tapi, hal itu sia-sia, Pemerintah Kota Depok tetap mengosongkan sekolah untuk digusur.

Wali Kota Depok Mohammad Idris berdalih lokasi SDN Pondokcina 1 membahayakan dan tidak representatif berada di pinggir jalan protokol. “Kita sudah rencanakan pembelian lahan untuk kita bangunkan sekolahan yang lebih representatif daripada di pinggir jalan yang membahayakan, itu yang kita pikirkan,” kata Idris, Selasa 15 November 2022.

 ADE RIDWAN YANDWIPUTRA

Baca juga: Muncul Petisi Tuntut Pemkot Depok Soal Polemik SDN Pondokcina 1, Diteken 578 Warganet






Harlah Satu Abad, NU Depok Bukan Emprit Lagi

17 jam lalu

Harlah Satu Abad, NU Depok Bukan Emprit Lagi

Ketua PCNU Kota Depok itu meminta agar seluruh kader bergembira karena menjadi saksi sejarah perayaan satu abad NU.


Layanan Perpanjangan SIM di Trans Sudio Mall Cibubur Dibuka hingga Malam Hari

17 jam lalu

Layanan Perpanjangan SIM di Trans Sudio Mall Cibubur Dibuka hingga Malam Hari

Layanan perpanjangan SIM di malam hari dan penambahan lokasi Simling pada Ahad itu bertujuan meningkatkan pelayanan publik.


Pencuri di Depok Ditangkap Warga, Ambil Uang Anak Yatim dan Tromol Masjid

22 jam lalu

Pencuri di Depok Ditangkap Warga, Ambil Uang Anak Yatim dan Tromol Masjid

Seorang terduga pencuri ditangkap warga Pancoran Mas, Kota Depok, usai menggasak ponsel, dompet, emas, hingga uang untuk anak yatim


Peringatan Satu Abad NU, 11 Ribu Kader Depok Gelar Apel Akbar

1 hari lalu

Peringatan Satu Abad NU, 11 Ribu Kader Depok Gelar Apel Akbar

Ribuan kader Nahdlatul Ulama (NU) Depok menggelar apel akbar dalam rangka memperingati satu abad NU


Erick Thohir Dorong Depok Bersahabat dengan Perempuan

1 hari lalu

Erick Thohir Dorong Depok Bersahabat dengan Perempuan

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut kader PAN Intan Fauzi dari Dapil Jawa Barat VI bisa membantu mewujudkan Depok bersahabat dengan perempuan.


Sejak 2015, Kantor Bawaslu Kota Depok Pindah Kontrakan Empat Kali

1 hari lalu

Sejak 2015, Kantor Bawaslu Kota Depok Pindah Kontrakan Empat Kali

Bawaslu Kota Depok belum memiliki kantor sendiri dan harus mengontrak


Marak Isu Penculikan, Emak-Emak di Depok: Hoaks atau Bohong Kami Tetap Khawatir

2 hari lalu

Marak Isu Penculikan, Emak-Emak di Depok: Hoaks atau Bohong Kami Tetap Khawatir

Emak-emak di Depok diresahkan dengan maraknya isu penculikan yang merebak melalui group media sosial WhatsApp


Bawaslu Kota Depok Belum Punya Kantor Sendiri, Ngontrak Rp110 Juta per Tahun

2 hari lalu

Bawaslu Kota Depok Belum Punya Kantor Sendiri, Ngontrak Rp110 Juta per Tahun

Bawaslu Kota Depok berharap pemerintah memfasilitasi mereka menyediakan kantor permanen


Angka Perceraian di Depok Menurun pada 2022

2 hari lalu

Angka Perceraian di Depok Menurun pada 2022

Faktor perceraian di Depok masih didominasi karena perselisihan dan pertengkaran


7 Tempat Ngopi di Depok yang Instagrammable Hingga Cocok untuk Kerja

3 hari lalu

7 Tempat Ngopi di Depok yang Instagrammable Hingga Cocok untuk Kerja

Tempat ngopi sepertinya tidak ada habisnya, salah satunya di Depok yang memiliki banyak tempat ngopi instagrammable dengan harga terjangkau.