Jakpro Sempat Tawarkan Harga Sewa Kampung Susun Bayam Rp1,5 Juta, Kent: Menyakiti Warga

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

Aktivitas warga di tenda pengungsian di depan pintu masuk Kampung Susun Bayam, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 28 November 2022. Mereka mendirikan tenda di gerbang Kampung Susun Bayam yang lokasinya dekat dengan Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara. TEMPO/ Febri Angga Palguna

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengkritik harga sewa Kampung Susun Bayam (KSB) per bulan yang harus dibayar warga Kampung Bayam karena dinilai tidak berpihak kepada masyarakat kecil.

Menurut anggota Komisi Bidang Pembangunan DPRD DKI Jakarta itu, dengan nilai sewa sampai sekitar Rp700 ribu sebulan sangat menyakiti hati warga. Apalagi sebelumnya sempat ditetapkan harga sewa per unit Rp1,5 juta sebulan.

"Harga sewa KSB yang ditawarkan PT Jakpro sangat menyakiti hati warga Kampung Bayam yang sudah merelakan rumahnya digusur untuk pembangunan komplek Jakarta Internasional Stadion (JIS)," kata Kenneth di Jakarta, Selasa, 29 November 2022.

Pria yang akrab disapa Kent itu menyebutkan, hingga saat ini ratusan warga eks Kampung Bayam terlantar. Padahal Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, Anies Baswedan, telah menjanjikan hunian yang bernama Kampung Susun Bayam.

"Kita lihat sudah tiga tahun lamanya warga Kampung Bayam terkatung-katung hingga mendirikan tenda demi bertahan hidup," kata
Kent.

Menurut Kent, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta lewat PT Jakpro tidak melakukan musyawarah yang berkeadilan terkait kesanggupan warga Kampung Bayam untuk menyewa harga KSB.

Dalam pertemuan di Kantor Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara, pada 23 November 2022 harga sewa yang ditetapkan sesuai nilai keekonomian perusahaan, yakni mencapai Rp1,5 juta.

Walau akhirnya Jakpro merevisi nilai itu dengan mengacu Pergub 55 Tahun 2018 tentang Penyesuaian Tarif Retribusi Pelayanan Perumahan, menjadi sekitar ratusan ribu rupiah, Kent menilai hal itu masih sangat tidak cocok jika diterapkan bagi warga yang kurang mampu, terutama warga yang pendapatannya masih di bawah upah minimum provinsi.

"Masalahnya mayoritas warga Kampung Bayam itu rata-rata tidak mempunyai penghasilan yang tetap dan penghasilan yang didapat masih di bawah rata-rata UMP, alasan tersebutlah yang sangat memberatkan mereka," katanya.

Nominal yang ditawarkan PT Jakpro tidak sepadan dengan pendapatan mereka perbulannya. "Belum lagi untuk membayar biaya pemeliharaan bulanan," kata Kent.

Baca: DKI Jakarta Kaji Opsi Mengelola Kampung Susun Bayam, Dorong Masuk Hunian

Perumahan digagas Gubernur Ahok

Ketua Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) PPRA Angkatan LXII itu mengharapkan ada aksi nyata dari wacana PT Jakpro yang menyebut pengelolaan KSB akan diserahkan ke Pemprov DKI Jakarta dan saat implementasinya tidak membebani warga setempat dalam menempati hunian tersebut.

"Saya berharap rencana tersebut, termasuk acuan terkait biaya sewanya, dalam implementasinya betul-betul tidak membebani warga Kampung Bayam pada umumnya," kata dia.

Dengan berbagai polemik dan masalah yang terjadi pada KSB, Kent menilai program perumahan yang digagas oleh mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini lebih baik karena dapat menjangkau masyarakat kecil. Orang berpenghasilan Rp3 juta ke bawah bisa mendapat tempat tinggal.

Karena itu, Kent berharap agar Pemprov DKI Jakarta bisa membangun rumah susun bagi warga yang benar-benar kurang mampu yang bisa ditinggali seumur hidup oleh anak cucunya, bukan membangun untuk dijual.

"Saya berharap Pemprov DKI bisa membangun rusun khusus untuk rakyat miskin yang tidak perlu sewa ataupun membeli, dan jika sudah tidak tinggal di rusun karena sudah punya rumah, yah silakan dikembalikan ke pemda," katanya.

Hal itu, kata dia, dilakukan agar rakyat yang tidak mempunyai tempat tinggal bisa mendapat tempat yang layak untuk ditinggali.

Sebelumnya, Vice President Corporate Secretary PT Jakpro Syachrial Syarief dalam keterangannya, Sabtu (26/11), mengungkapkan KSB akan dialihkan pengelolaannya ke Pemprov DKI. Hal itu telah disepakati oleh Pemprov DKI dan aparatur kewilayahan di Jakarta Utara.

Syachrial juga mengatakan untuk tarif sewa KSB tidak lagi berdasarkan perhitungan keekonomian Jakpro, tapi merujuk ke Pergub Nomor 55 Tahun 2018. "Ini perlu kita syukuri karena kita terus memperjuangkan agar warga sesegera mungkin bisa bermukim di KSB," tuturnya.

Baca juga: Warga Kampung Susun Bayam Ingin Seperti Kampung Susun Akuarium: Masuk Dulu, Tarif Belakangan

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






65 Ribu Orang Padati JIS Nonton Pesta Rakyat Dewa 19, Promotor: Zero Accident

30 menit lalu

65 Ribu Orang Padati JIS Nonton Pesta Rakyat Dewa 19, Promotor: Zero Accident

Redline Kreasindo selaku promotor konser Dewa 19 menyebut tidak ada korban jiwa usai acara di JIS. Total ada lebih dari 65 ribu penonton.


Klarifikasi dan Permintaan Maaf Promotor Konser Dewa 19 di JIS

38 menit lalu

Klarifikasi dan Permintaan Maaf Promotor Konser Dewa 19 di JIS

Promotor konser Dewa 19 di JIS, Redline Kreasindo meminta maaf sekaligus mengklarifikasi soal penumpukan kendaraan hingga tiket double print.


Kepala Dishub DKI: Proyek Tol Pelabuhan Ikut Menghambat Akses Penonton Dewa 19 di JIS

1 jam lalu

Kepala Dishub DKI: Proyek Tol Pelabuhan Ikut Menghambat Akses Penonton Dewa 19 di JIS

Proyek tol pelabuhan membuat akses di sekitar JIS yang semula 4 lajur, tinggal tersisa 2 lajur. Akses penonton konser Dewa 19 terhambat.


Jakpro Anggap Wajar Terjadi Kepadatan Arus Usai Penampilan Dewa 19: Konser Besar Pertama di JIS

6 jam lalu

Jakpro Anggap Wajar Terjadi Kepadatan Arus Usai Penampilan Dewa 19: Konser Besar Pertama di JIS

PT Jakpro dan promotor Redline Kreasindo menganggap wajar terjadinya kepadatan arus di JIS usai konser Dewa 19.


Arus Keluar JIS Tersendat Usai Konser Dewa 19, Promotor Salahkan Parkir Liar

6 jam lalu

Arus Keluar JIS Tersendat Usai Konser Dewa 19, Promotor Salahkan Parkir Liar

Promotor konser Dewa 19 di JIS buka suara soal penumpukan kendaraan usai acara. Promotor justru menyalahkan maraknya parkir liar.


Inilah 4 Fakta Menarik Konser Pesta Rakyat 30 Tahun Berkarya Dewa 19 di JIS

10 jam lalu

Inilah 4 Fakta Menarik Konser Pesta Rakyat 30 Tahun Berkarya Dewa 19 di JIS

Konser bertajuk Pesta Rakyat 30 Tahun Berkarya Dewa 19 itu disaksikan sekitar 70 ribu penonton serta dihadiri deretan tokoh dan musisi terkenal.


Tempat Parkir MRT Jakarta Dikeluhkan, DPRD DKI Minta Park and Ride di Dekat Stasiun

12 jam lalu

Tempat Parkir MRT Jakarta Dikeluhkan, DPRD DKI Minta Park and Ride di Dekat Stasiun

DPRD DKI minta MRT Jakarta mengatur gedung-gedung besar yang berada di kawasan stasiun MRT menyediakan tempat parkir.


Hasil Audit Sebut Formula E Untung Rp5,29 Miliar, BP BUMD DKI Ogah Komentar

14 jam lalu

Hasil Audit Sebut Formula E Untung Rp5,29 Miliar, BP BUMD DKI Ogah Komentar

Plt. Kepala Badan Pembina (BP) BUMD DKI Jakarta Fitria Rahadiani ogah komentari hasil audit Formula E 2022 yang dilakukan kantor akuntan publik


Heru Budi Minta Jamkrida Rangkul Lebih Banyak UMKM dan Koperasi, Genjot Lapangan Kerja

15 jam lalu

Heru Budi Minta Jamkrida Rangkul Lebih Banyak UMKM dan Koperasi, Genjot Lapangan Kerja

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono PT Jamkrida untuk merangkul lebih banyak pelaku UMKM dan Koperasi.


DKI Akui Akses Menuju JIS Belum Selesai: Kita Butuh 2 Tahun Anggaran, Perencanaan

15 jam lalu

DKI Akui Akses Menuju JIS Belum Selesai: Kita Butuh 2 Tahun Anggaran, Perencanaan

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho menyebut masih ada pengerjaan pembuatan akses jalan menuju JIS