Hotman Paris tidak Tahu Keberadaan 5 Kg Sabu di Kasus Teddy Minahasa

Hotman Paris Hutapea saat mendengar keluhan pengusaha dan warga yang mengadu kepada Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan di Kopi Johny, Sabtu, 3 Desember 2022. Tempo/M. Faiz Zaki

TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Inspektur Jenderal Teddy Minahasa, Hotman Paris Hutapea, mengatakan belum mengetahui pasti keberadaan 5 kilogram sabu yang dipersoalkan dalam kasus dugaan peredaran narkoba kliennya.

Data sementara yang dia pegang adalah bukti dari surat keterangan barang sitaan narkoba dari Kejaksaan Negeri Agam dan Kejaksaan Negeri Bukittinggi.

"Kita lihat di persidangan, deh, karena si kapolres (eks Kapolres Bukittinggi AKBP Doddy Prawiranegara) mengatakan yang dia perdagangkan bukan itu. Tetapi yang diambil dari yang dimusnahkan ini. Apakah benar? Kita gak tahu," kata Hotman di Kopi Johny, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu, 3 Desember 2022.

Sebelumnya, Hotman Paris mengatakan sabu 5 kilogram yang diduga disishkan oleh Doddy Prawiranegara dan ditukar dengan tawas atas perintah kliennya itu masih ada dan dipegang oleh Kejari Bukittingi serta belum dimusnahkan.

Baca juga: Kasus Teddy Minahasa, Hotman Paris: Sabu 5 Kilogram Masih Utuh, Disimpan Kejaksaan

Jumlah itu selisih dari 41,4 kilogram yang disita oleh Polres Bukittinggi hasil penangkapan pengedar narkoba pada Mei 2022. Kemudian Hotman memberikan bukti berkas soal sabu tersebut yang diduga jumlahnya lima kilogram.

Saat ini dia mengatakan keberadaan barang terlarang itu masih tanda tanya. "Masih tanda tanya semuanya, nanti di persidangan, lah, itu," ujarnya.

Hotman masih skeptis soal asal-usul sabu yang ditemukan di rumah Dody dan satu tersangka lain, Linda Pujiastuti alias Anita. Dia mempertanyakan apakah benar sabu tersebut adalah yang ditukar dengan tawas sebelum pemusnahan atau bukan.

Kejaksaan Bantah Pernyataan Hotman Paris

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana membantah pernyataan Hotman. Menurut dia, sabu yang disebut masih ada dan belum dimusnahkan itu tidak berhubungan dengan kasus Teddy Minahasa.

Sumedana menjelaskan sabu itu berhubungan dengan tersangka yang kini sedang bersidang, yaitu mereka yang ditangkap oleh Polres Bukittinggi pada Mei 2022.

Ketut mengatakan pihak kejaksaan hanya menerima selisih dari barang yang dimusnahkan sebagai bukti persidangan. Berat sabu yang jadi bukti di meja hijau sekitar 3,1 kilogram saja.

"Jadi kami hanya menerima itu, yang dimusnahkan sebanyak 34,94309 kilogram. Penyisihan itu hanya untuk kepentingan proses persidangan dari perkara atas nama N, NJ (panggilannya J), AB panggilannya A, MF panggilannya F, RES (Rony Eka Saputra)," kata Ketut saat dihubungi, Jumat, 25 November 2022.

Angka itu dari berita acara pemusnahan dan penyisihan yang dibuat polisi untuk proses tahap II pemberkasan. Setelah persidangan selesai dan ada putusan akhir, maka barang terlarang itu juga akan dimusnahkan.

"Barang bukti ini masih dalam proses, ketika sudah inkracht kami musnahkan. Jadi enggak ada kaitannya dengan Teddy Minahasa, yang di sana itu hanya terkait perkara empat tadi. Ada barang bukti lima kilogram sumber dari mana? Kami enggak tahu," ujarnya.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mukti Juharsa mengungkapkan awal kasus yang menjerat Teddy Minahasa ini berawal dari operasi Polres Jakarta Pusat. Kala itu dilakukan penggerebekan pengguna sabu dari kalangan sipil dan kepolisian.

"Irjen Pol TM selaku Kapolda Sumbar sebagai pengendali barang bukti lima kilogram sabu dari Sumbar. Sudah 3,3 kilogram yang kami sita dan 1,7 kilogram sabu yang sudah dijual dan diedarkan di Kampung Bahari," tutur Mukti di Polres Jakarta Pusat, Jumat, 14 Oktober 2022.

Kasus ini juga melibatkan Samsul Maarif alias Arif, dan sejumlah personel kepolisian Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Arif diduga berperan bersama Dody menukar sabu dengan tawas tersebut atas perintah Teddy Minahasa.

Atas perbuatan para tersangka, mereka dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) juncto Pasal 55 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau hukuman minimal 20 tahun penjara.

Baca juga: Teddy Minahasa Perintahkan Tukar Sabu dengan Tawas, Hotman Paris: Itu Bercanda






Lintasan untuk Latihan Street Race Bakal Dibangun di Ancol

31 menit lalu

Lintasan untuk Latihan Street Race Bakal Dibangun di Ancol

Polda Metro Jaya dilaporkan bakal memfasilitasi kebutuhan rider balapan jalanan (street race) sepeda motor di kawasan Ancol dalam waktu dekat.


Sebelum Tetapkan Mahasiswa UI Tersangka, Polisi Ajak Keluarga Hasya Damai

14 jam lalu

Sebelum Tetapkan Mahasiswa UI Tersangka, Polisi Ajak Keluarga Hasya Damai

Kepolisian Resor Jakarta Selatan menilai bukti kasus tabrakan mahasiswa UI, Hasya, lemah. Polisi meminta keluarga korban dan penabraknya berdamai.


Mahasiswa UI Tewas Ditabrak, Kuasa Hukum: AKBP Purn Eko Hanya Tonton

20 jam lalu

Mahasiswa UI Tewas Ditabrak, Kuasa Hukum: AKBP Purn Eko Hanya Tonton

Kuasa hukunm keluarga mahasiswa UI yang tewas tertabrak menyebut AKBP purnawirawan Eko hanya diam dan tidak menolong korban


Mahasiswa UI yang Tewas jadi Tersangka, BEM UI: Seperti Kasus Ferdy Sambo Jilid II

20 jam lalu

Mahasiswa UI yang Tewas jadi Tersangka, BEM UI: Seperti Kasus Ferdy Sambo Jilid II

BEM UI mengecam polisi yang sempat menetapkan Mohammad Hasya, mahasiswa UI yang tewas tertabrak, sebagai tersangka


Mahasiswa UI Tewas Tertabrak, Fadli Zon: Harus Ada Keadilan, Apalagi yang Dihadapi Arogan

21 jam lalu

Mahasiswa UI Tewas Tertabrak, Fadli Zon: Harus Ada Keadilan, Apalagi yang Dihadapi Arogan

"Harus ada keadilan menyangkut nyawa manusia. Apalagi yang dihadapi manusia arogan," kata Fadli Zon soal kasus mahasiswa UI tewas tertabrak


Mutilasi di Bekasi: Jejak Darah dan Uang Angela Hindriati di Tangan Ecky Listiantho

22 jam lalu

Mutilasi di Bekasi: Jejak Darah dan Uang Angela Hindriati di Tangan Ecky Listiantho

"Selamat ulang tahun" pesan terakhir Angela Hindriati kepada kakaknya sebelum dia hilang dan ditemukan menjadi korban mutilasi di Bekasi


Jadwal dan Tiga Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Ini

1 hari lalu

Jadwal dan Tiga Lokasi SIM Keliling di Jakarta Hari Ini

Meski hari libur, Polda Metro Jaya tetap membuka layanan SIM keliling di tiga tempat hari ini


Mutilasi di Bekasi, Olah TKP Apartemen Tempat Ecky Listiantho Bunuh Angela Masih Berlangsung

1 hari lalu

Mutilasi di Bekasi, Olah TKP Apartemen Tempat Ecky Listiantho Bunuh Angela Masih Berlangsung

Pelaku mutilasi di Bekasi, Ecky Listiantho, diduga membunuh Angela di sebuah apartemen pada 2019


Polisi: Rekonstruksi Kasus Wowon Serial Killer Tunggu Semua Fakta Terungkap

1 hari lalu

Polisi: Rekonstruksi Kasus Wowon Serial Killer Tunggu Semua Fakta Terungkap

Polisi masih mencari dua TKW yang diduga menjadi korban dalam kasus penipuan dan pembunuhan Wowon serial killer


Ke Heru Budi, Kapolda Metro Jaya Minta Disediakan Lintasan Balap Motor Jalanan

1 hari lalu

Ke Heru Budi, Kapolda Metro Jaya Minta Disediakan Lintasan Balap Motor Jalanan

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyebut anak muda di DKI Jakarta butuh trek lurus untuk balap motor