Pejabat Depok Lempar Bola Panas Kisruh SDN Pondokcina 1, Ultimatum Siswa yang Bertahan

Siswa SDN Pondokcina 1 Depok melepas kangen dengan guru yang sudah empat pekan tak mengajar, Senin 5 Desember 2022. TEMPO/ADE RIDWAN

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Wijayanto melempar bola panas kisruh SDN Pondokcina 1 kepada orang tua. Dia justru menyalahkan orang tua siswa yang menyebabkan kekisruhan terjadi.

“Saya luruskan, jadi bahwa berita kami menelantarkan siswa itu salah. Sejak awal imbauannya, ikuti apa yang sudah ditata Disdik, kami tidak menelantarkan,” kata Wijayanto saat mendatangi SDN Pondokcina 1, Senin 5 Desember 2022.

Wijayanto mengatakan, jika seluruh orang tua menuruti kemauan Dinas Pendidikan yang telah melakukan penataan demi memuluskan jalan pembangunan masjid, maka tidak akan ada siswa belajar tanpa guru.

“Makanya harusnya tidak ada seperti itu (belajar oleh relawan). Harusnya sudah kembali belajar di tempat yang telah ditentukan dengan guru dan kurikulum yang ada,” kata Wijayanto.

Baca: Orang Tua Siswa SDN Pondokcina 1 Menolak Direlokasi di Dua Sekolah Terpisah, Pemkot Depok Jalan Terus

Guru sudah ditempatkan di sekolah lain

Wijayanto mengatakan, sejak tanggal 7 November 2022 seluruh pengajar SDN Pondokcina 1 sudah ditempatkan di dua sekolah yakni SDN Pondokcina 3 dan 5 untuk mengajar. “Sebagian besar murid juga ada di sana, nah ini yang sebagian bertahan di SDN Pondokcina 1,” kata Wijayanto.

Wijayanto pun akan bertindak tegas, usai pelaksanaan PAS tidak akan ada lagi kegiatan di SDN Pondokcina 1. “Karena kami peduli dengan pendidikan, kami akomodir kesempatan untuk ujian kami lakukan di sini. Setelahnya ada dilakukan di tempat yang telah ditentpnukan,” katanya.

Soal masih adanya orang tua siswa yang memilih untuk bertahan sebelum adanya satu gedung baru SDN Pondokcina 1, Wijayanto enggan untuk mengomentarinya.

“Tanya sama orang tuanya, kan mereka yang mau bertahan. Kami sudah menentukan ini sudah tidak aman kondisinya dan tidak layak, kami lakukan kajian untuk relokasi,” kata Wijayanto.

Baca juga: Guru Kembali Datang ke SDN Pondokcina 1 Depok, Disambut Gembira Siswa

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Stok Langka, Pedagang di Depok Jual Minyakita di Atas HET

9 jam lalu

Stok Langka, Pedagang di Depok Jual Minyakita di Atas HET

Sejumlah pedagang di Depok terpaksa menjual Minyakita di atas Rp14 ribu karena pasokannya kian langka


GP Ansor Depok Tancap Gas, Kirim Kader ke Peringatan 1 Abad NU dan Konsolidasi

2 hari lalu

GP Ansor Depok Tancap Gas, Kirim Kader ke Peringatan 1 Abad NU dan Konsolidasi

Ketua Gerakan Pemuda atau GP Ansor Kota Depok, Muhammad Kahfi mengatakan langsung tancap gas mengerjakan program strategis.


4 Pria Mabuk Tembakau Sintetis di Depan Masjid Kampus di Depok, Polisi: Mereka Fly Berat

3 hari lalu

4 Pria Mabuk Tembakau Sintetis di Depan Masjid Kampus di Depok, Polisi: Mereka Fly Berat

Tim Perintis Presisi Polres Metro Depok mengamankan empat orang pria yang sedang teler diduga mabuk tembakau sintetis di depan masjid kampus di Depok.


Erick Thohir Dorong Depok Bersahabat dengan Perempuan

6 hari lalu

Erick Thohir Dorong Depok Bersahabat dengan Perempuan

Menteri BUMN Erick Thohir menyebut kader PAN Intan Fauzi dari Dapil Jawa Barat VI bisa membantu mewujudkan Depok bersahabat dengan perempuan.


Sejak 2015, Kantor Bawaslu Kota Depok Pindah Kontrakan Empat Kali

6 hari lalu

Sejak 2015, Kantor Bawaslu Kota Depok Pindah Kontrakan Empat Kali

Bawaslu Kota Depok belum memiliki kantor sendiri dan harus mengontrak


Konsumen Meikarta Pernah Diminta Titip Jual hingga Relokasi

6 hari lalu

Konsumen Meikarta Pernah Diminta Titip Jual hingga Relokasi

Konsumen Meikarta, Rosliani mengaku pernah diajak bermediasi dengan PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) soal kelalaian pengembang dalam memberikan haknya kepad konsumen.


Bawaslu Kota Depok Belum Punya Kantor Sendiri, Ngontrak Rp110 Juta per Tahun

7 hari lalu

Bawaslu Kota Depok Belum Punya Kantor Sendiri, Ngontrak Rp110 Juta per Tahun

Bawaslu Kota Depok berharap pemerintah memfasilitasi mereka menyediakan kantor permanen


Angka Perceraian di Depok Menurun pada 2022

7 hari lalu

Angka Perceraian di Depok Menurun pada 2022

Faktor perceraian di Depok masih didominasi karena perselisihan dan pertengkaran


SD Negeri Ini Jadi Model Sekolah Berbasis Konservasi Bambu

9 hari lalu

SD Negeri Ini Jadi Model Sekolah Berbasis Konservasi Bambu

SDN 2 Cikopo akan menjadi sekolah yang unggul dan menjadi satu-satunya sekolah yang berbasis konservasi bambu.


Lazada Didemo Warga Depok, Apa Sanksi bagi Perusahaan yang Tidak Melaksanakan CSR?

10 hari lalu

Lazada Didemo Warga Depok, Apa Sanksi bagi Perusahaan yang Tidak Melaksanakan CSR?

Warga Kelurahan Jatijajar Kota Depok menggelar demonstrasi di gudang Lazada menuntut agar menyerap tenaga warga sekitar minimal 30 persen dan CSR.