Penyebab Satu Keluarga Tewas di Kalideres Sudah Ditemukan, Didukung Fakta Scientific

Reporter

Editor

Sunu Dyantoro

Petugas melakukan olah TKP di rumah satu keluarga yang tewas di Kalideres, Jakarta Barat, Rabu, 16 November 2022. Beberapa hari lalu, penyidik mengambil beberapa barang bukti dari lokasi berupa buku-buku keagamaan, bekas bungkus makanan, nota belanja dari salah satu supermarket, handphone, buku catatan, dan lain-lain. TEMPO/M. Faiz Zaki

TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Polda Metro Jaya menyatakan telah menemukan penyebab satu keluarga tewas yang beranggotakan empat orang di Kalideres, Jakarta Barat.

"Tim penyidik bersama tim gabungan ahli kedokteran forensik dan laboratorium forensik sudah menemukan sebab sebab kematian, didukung oleh fakta-fakta yang 'scientific' (ilmiah)," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi di Jakarta, Senin, 5 Desember 2022.

Meski demikian, Hengki belum bisa segera mengumumkan hasil investigasi tersebut karena tim penyidik gabungan masih harus menyusun laporan akhir hasil penyelidikan sebelum disampaikan kepada publik.

"Menunggu penyusunan laporan akhir dari kedokteran forensik khususnya patologi anatomi dan pemeriksaan dari ahli sosiologi agama," ujarnya.

Dia mengatakan tim gabungan akan menggelar konferensi pers pengungkapan hasil investigasi pada Jumat (9/12). "Tim penyidik dan ahli bersepakat bahwa rilis akan dilaksanakan pada Jumat sore," kata Hengki.

Penemuan tewasnya satu keluarga itu berawal ketika ketua RT setempat mencium bau busuk dari dalam rumah korban pada Kamis (11/10) sekitar pukul 18.00 WIB. Ketua RT langsung melapor ke Polsek Kalideres terkait temuan bau busuk itu. Bersama polisi, ketua RT akhirnya mendobrak masuk ke dalam rumah tersebut.

Ketika pintu utama dibuka, petugas mendapati empat mayat di tiga ruangan berbeda, yakni ruang tamu, kamar tengah, dan ruang belakang. Polisi langsung melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi. Setelah itu, keempat korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati (Jakarta Timur) untuk proses autopsi.

Baca: Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Ketua RT Jelaskan Posisi Penemuan 4 Jasad di 3 Ruangan Berbeda

Polda Metro Jaya tegaskan penyebab kematian bukan kelaparan

Polda Metro Jaya menegaskan, analisis awal penyidik terkait satu keluarga yang ditemukan tewas di Kalideres, bukan disebabkan oleh kelaparan. Penyidik Polda Metro Jaya juga mematahkan dugaan yang menyebut kematian satu keluarga itu adalah akibat aksi perampokan.

Dugaan perampokan bisa dipatahkan setelah tim penyidik menemukan adanya bukti digital komunikasi dari salah satu penghuni rumah untuk menjual sejumlah barang dari rumah tersebut.

Pihak kepolisian juga telah melacak dan memintai keterangan kepada pihak pembeli barang tersebut dan atas dasar keterangan dan temuan penyidik, maka dugaan perampokan bisa dipatahkan.

Pemeriksaan terhadap tiga orang saksi terkait kasus tersebut juga mengungkapkan fakta bahwa ada anggota keluarga tersebut yang telah meninggal sejak Mei 2022, namun tidak dilaporkan.

Baca juga: Kasus Kematian Satu Keluarga di Kalideres, Polisi Umumkan Hasil Penyelidikan Akhir Pekan Ini

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.






Mahasiswa UI Meninggal Jadi Tersangka, Bagaimana Proses Penetapan Tersangka Kecelakaan?

2 jam lalu

Mahasiswa UI Meninggal Jadi Tersangka, Bagaimana Proses Penetapan Tersangka Kecelakaan?

Mahasiswa UI yang terlibat kecelakaan dengan Purnawirawan Polri menyita perhatian. Menurut hukum yang berlaku, bagaimana prosedur penetapan tersangka?


Polda Bungkam soal Pelat RFS di Mobil Pensiunan Polisi yang Menabrak Mahasiswa UI

4 jam lalu

Polda Bungkam soal Pelat RFS di Mobil Pensiunan Polisi yang Menabrak Mahasiswa UI

Eko Setia Budi Wahono diketahui seorang pensiunan polisi, sementara pelat RF biasa dipasang untuk kendaraan pejabat negara.


Polisi Tak Lakukan Rekonstruksi Kecelakaan Cianjur, Kuasa Hukum Tersangka Sebut Penyidik Tak Transparan

7 jam lalu

Polisi Tak Lakukan Rekonstruksi Kecelakaan Cianjur, Kuasa Hukum Tersangka Sebut Penyidik Tak Transparan

Pengacara tersangka kasus kecelakaan Cianjur mempertanyakan alasan polisi tidak menggelar rekonstruksi di TKP.


Wowon Serial Killer Bohongi Istrinya saat Bunuh Anak Sendiri

7 jam lalu

Wowon Serial Killer Bohongi Istrinya saat Bunuh Anak Sendiri

Anak Wowon yang masih berusia 2 tahun, Bayu, ikut menjadi korban pembunuhan berantai


Viral Polisi Mengaku Diperas Sesama Polisi Rp 100 Juta, Polda Metro Janji Dalami Pernyataan Bripka Madih

8 jam lalu

Viral Polisi Mengaku Diperas Sesama Polisi Rp 100 Juta, Polda Metro Janji Dalami Pernyataan Bripka Madih

Video Bripka Madih yang mengaku dimintai uang Rp 100 juta oleh polisi agar laporan soal penyerobotan tanah milik orang tuanya diusut.


Polda Metro Jaya Klaim Rekonstruksi Kecelakaan Mahasiswa UI Jawab Harapan Keluarga

8 jam lalu

Polda Metro Jaya Klaim Rekonstruksi Kecelakaan Mahasiswa UI Jawab Harapan Keluarga

"Kami ingin lihat dan menjawab apa yang menjadi harapan dari Ibunda dan Ayahanda Hasya," kata Trunoyudo soal kecelakaan mahasiswa UI


Polisi Gunakan 3D Laser Scanner Usut Kecelakaan Mahasiswa UI, Begini Detilnya

10 jam lalu

Polisi Gunakan 3D Laser Scanner Usut Kecelakaan Mahasiswa UI, Begini Detilnya

Tak diketahui apakah 3D Laser Scanner dalam rekonstruksi mahasiswa UI juga digunakan mengungkap kasus-kasus kecelakaan lalu lintas lainnya.


Pengacara Keluarga Ungkap Janji Kapolda Metro Jaya di Kasus Kematian Mahasiswa UI

11 jam lalu

Pengacara Keluarga Ungkap Janji Kapolda Metro Jaya di Kasus Kematian Mahasiswa UI

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengundang keluarga Hasya Athallah Saputra, mahasiswa UI yang tewas tertabrak untuk bertemu


Kecelakaan Mahasiswa UI, Pakar Pidana Sebut AKBP Purn Eko Bisa Dilaporkan dengan Unsur Pembiaran

11 jam lalu

Kecelakaan Mahasiswa UI, Pakar Pidana Sebut AKBP Purn Eko Bisa Dilaporkan dengan Unsur Pembiaran

Pakar Hukum Pidana Universitas Jayabaya Suhandi Cahaya menilai dalam kasus kecelakaan mahasiswa UI pensiunan polisi bisa dilaporkan unsur pembiaran


Pengacara Nilai Rekonstruksi Tabrakan Mahasiswa UI tak Relevan dengan Tuntutan Keluarga

11 jam lalu

Pengacara Nilai Rekonstruksi Tabrakan Mahasiswa UI tak Relevan dengan Tuntutan Keluarga

Keluarga Hasya Athallah, mahasiswa UI yang tewas kecelakaan, hanya menuntut status tersangka dicabut