Senin, 17 Desember 2018

Tarmizi Berencana Ledakkan Granat di Jakarta Kota

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Tarmizi, tersangka pelaku peledakan granat di Rumah Makan Ayamg Goreng Bulungan, Jakarta Selatan, mengaku kepada polisi bahwa ia bersama Hasballah mempunyai rencana akan meledakan granat di wilayah Jakarta Kota. Demikian disampaikan Kapolres Jakarta Selatan AKBP Abdul Rahman dalam jumpa pers yang didampingi Kadispen Polda Metro Jaya Anton Bachrul Alam dan Kasatserse Polres Jaksel AKP Merdisyam di Mapolres, Jakarta, Jumat (4/1). Diberitakan sebelumnya, Tarmizi berhasil ditangkap polisi di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Kamis (3/1). Kapolres mengatakan, keduanya berangkat dari Cirende, Ciputat, menuju daerah Kota. Namun, karena kesulitan kendaraan, mereka akhirnya mengalihkan sasaran ledakan di daerah Blok M. Pengakuan Tarmizi, kata Kapolres, granat yang semula akan dilemparkan di Blok M Plaza, tersangkut di sebuah pohon. Kemudian, granat itu dipungut dan akan kembali dilemparkan oleh Hasballah. Namun granat itu keburu meledak di tangannya. "Karena takut, granat meledak di tangan temannya, Tarmizi kemudian kabur," kata Rahman. Kapolres mengatakan, dalam pengusutan peledakan granat ini personil yang diterjunkan sebanyak 187 orang, masing-masing 157 personil dari Polres Jakarta Selatan dan 30 orang dari Polda Metro Jaya. Pada saat penggerebekan, Tarmizi sempat mengelak bahwa dirinya bukan bernama Tarmizi. Namun, setelah polisi memeriksa kondisi tubuh, ditemukan luka-luka di bagian tubuhnya yang sesuai dengan keterangan-keterangan para saksi. Dari ciri tubuh dan luka tersebut, polisi kemudian yakin orang yang ditangkapnya memang benar Tarmizi. Keberhasilan penangkapan ini, menurut Kapolres, berdasarkan keterangan yang dihimpun oleh petugas. "Informasi ini kami dapat dari saksi-saksi di lapangan dan dua orang temannya, yang salah satunya bernama Afrizal," kata Rahman. Tarmizi diancam Pasal 55 Ayat 1 KUHP junto UU Darurat No 12/1951 Pasal 1 Ayat 1, dengan ancaman maksimal hukuman mati. Polisi belum bisa memastikan motif peledakan tersebut dan dalang di belakang Tarmizi dan Hasballah. "Keterangan Tarmizi adalah keterangan awal. Yang bersangkutan akan kita periksa secara intensif dan tentunya akan didampingi pengacara. Mudah-mudahan atas kejujuran dia motif sesungguhnya dapat kita ketahui,” ujar Kapolres. Soal jenis granat yang meledak, kata Rahman, saat itu masih diperiksa Puslabfor Mabes Polri, yakni pupil granat yang masih utuh dari TKP. Rekan Tarmizi, Afrizal, yang ditangkap di BSD tersebut, kata Kasastserse AKP Merdisyam, sampai saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polres Jakarta Selatan. Merdisyam enggan memberitahu pemeriksaan terhadap Afrizal kepada wartawan dalam jumpa pers tersebut. Tarmizi berperawakan kecil dengan tinggi badan sekitar 155 cm, kulit sawo matang dan rambut lurus. Ia masih ditahan di Polres Jakarta Selatan. (dikcy subhan – tempo news room)

     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Serunya Adu Cuit Pendukung Jokowi Versus Prabowo di Jagat Twitter

    Di Twitter, perang cuit antara pendukung Jokowi - Ma'ruf Amin dengan Prabowo - Sandiaga tak kalah seru dengan "perat darat".