Penumpang Lansia Jatuh Saat Naik KRL Karena Peron yang Rendah, KAI Commuter Minta Maaf

Reporter

Penumpang saat menaiki KRL Commuter Line di Stasiun Rawa Buntu, Tangerang Selatan, Banten, Senin, 2 Januari 2023. KAI Commuter masih terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan regulator soal rencana penyesuaian tarif KRL Jabodetabek, sebelumnya muncul pernyataan terkait rencana penyesuaian tarif sesuai dengan golongan kaya dan miskin. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf perihal adanya perbedaan tinggi dan celah peron tunggu pengguna dengan pintu commuterline. Manager External Relations & Corporate Image Care KAI Commuter, Leza Arlan mengungkapkan, permasalahan mengenai tinggi peron ini telah menjadi perhatian khusus oleh KAI Commuter selaku pihak operator commuterline.

Ia menjelaskan, pihaknya akan membangun bancik atau tangga portable untuk mengatasi hal ini. "KAI Commuter juga secara bertahap menambahkan fasilitas bancik atau tangga portable untuk mengatasi kendala tersebut," kata Leza dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 25 Januari 2023.

Penambahan bancik ini pun telah dilakukan di Stasiun Kampungbandan sebagai staiun transit.

"KAI Commuter menambahkan bancik di peron 5 dan 6 Stasiun untuk membantu naik dan turun pengguna karena terdapat jarak celah peron dengan pintu commuterline dan saat ini progres pekerjaan bancik masih dilakukan diantaranya di Stasiun Tenjo, Stasiun Kemayoran, Stasiun Pasar Senen," jelas dia.

Demi keselamatan dan kenyamanan pengguna, ia mengimbau seluruh pengguna commuterline, terutama yang sedang menunggu perjalanannya di area peron untuk mendahulukan pengguna dan tidak berdiri menghalangi pengguna yang hendak keluar dari commuterline.

"Kami juga mengimbau kepada pengguna untuk tidak memaksakan diri untuk naik jika kondisi commuterline sudah terlalu penuh," pungkasnya.

Penumpang Lansia Jatuh saat Hendak Naik Kereta

Sebelumnya, permasalahan tinggi peron ini juga disebut telah menyebabkan seorang penumpang KRL Commuter Line terjatuh saat hendak naik ke kereta KA 4324 di Stasiun Tebet.

Kejadian yang menimpa penumpang berusia 67 tahun itu terjadi pada Selasa, 24 Januari 2023 pukul 18.17 WIB. Hal ini diketahi dari unggahan akun Twitter @ariffebriyanto.

"Innalillahi, Bapak sy terjatuh di peron Stasiun Tebet saat hendak naik kereta KA 4324 hari Selasa 24 Jan 2023 pukul 18.17 tujuan Bogor. Bapak sy lansia usia 67 tahun, tidak kuat saat naik ke kereta karena peron sangat rendah dibanding kereta. Mohon diperbaiki ketinggiannya," tulis akun @ariffebriyanto, Selasa.

Menanggapi hal ini, Leza Arlan mengaku belum menerima laporan tentang kejadian tersebut.

"Saya masih belum dapat konfirmasi dari stasiun. Laporannya hanya lewat media, saya masih mencari kronologinya," kata Leza kepada Tempo.

Leza melanjutkan, selama proses pengerjaan bancik untuk mengtaasi permasalahn tinggi peron ini, pihaknya mengimbau agar pengguna KRL tak segan untuk meminta bantuan kepada petugas apabila merasa kesulitan saat hendak ke kereta.

"Masih ada proses (penambahan bancik) di stasiun. Selama proses, penumpang harus hati-hati, memperhatikan antara celah peron dan tidak ragu meminta bantuan kepada petugas," ujarnya.

Baca juga: Cerita Penumpang KRL Kontraksi hingga Akhirnya Melahirkan di Stasiun Tanah Abang






Dinas Bina Marga DKI Akan Perkuat Konstruksi Skywalk Kebayoran Lama Agar Tak Bergoyang

23 jam lalu

Dinas Bina Marga DKI Akan Perkuat Konstruksi Skywalk Kebayoran Lama Agar Tak Bergoyang

Dinas Bina Marga DKI akan memperkuat konstruksi Skywalk Kebayoran Lama untuk mengurangi goyangan saat dilalui. Didesain elastis.


Skywalk Kebayoran Lama Senilai Rp 52 Miliar Bergoyang

1 hari lalu

Skywalk Kebayoran Lama Senilai Rp 52 Miliar Bergoyang

Tempo yang berada di dalam Skywalk Kebayoran Lama itu juga merasakan goyangan saat banyak orang melalui jembatan penyeberangan itu.


Pasca Insiden Lansia Jatuh, Program Peninggian Peron di 4 Stasiun KRL akan Dimulai Tahun Ini

2 hari lalu

Pasca Insiden Lansia Jatuh, Program Peninggian Peron di 4 Stasiun KRL akan Dimulai Tahun Ini

KAI Commuter akan memulai program peninggian peron di empat stasiun KRL Jabodetabek.


Polisi Selidiki Penyiraman diduga Air Keras Terhadap Siswa SMP di Tebet Saat Pulang Sekolah

3 hari lalu

Polisi Selidiki Penyiraman diduga Air Keras Terhadap Siswa SMP di Tebet Saat Pulang Sekolah

Polres Metro Jakarta Selatan tengah menyelidiki penyiraman diduga air keras terhadap siswa SMP di Tebet saat pulang sekolah.


Cerita Penumpang KRL Kontraksi hingga Akhirnya Melahirkan di Stasiun Tanah Abang

3 hari lalu

Cerita Penumpang KRL Kontraksi hingga Akhirnya Melahirkan di Stasiun Tanah Abang

Seorang penumpang KRL Jabodetabek, Siti Fatimah, tiba-tiba kontraksi di dalam kereta. Dia pun melahirkan di Stasiun Tanah Abang.


Peta Rute KRL Jabodetabek 2023 Terbaru

4 hari lalu

Peta Rute KRL Jabodetabek 2023 Terbaru

Berikut peta rute KRL Jabodetabek 2023 untuk semua stasiun perjalanan serta aturan terbarunya.


Skywalk Kebayoran Lama Bakal Diresmikan, Menghemat Waktu Pengguna Transjakarta dan KRL

4 hari lalu

Skywalk Kebayoran Lama Bakal Diresmikan, Menghemat Waktu Pengguna Transjakarta dan KRL

Skywalk Kebayoran Lama itu segera diresmikan, namun hingga hari ini halte menuju pasar belum selesai dan tertutup tripleks.


Terpopuler Sepekan: Haji Amin Rugi Besar Usai Viral Pamer Rp 500 Triliun hingga Status Halal Mixue

5 hari lalu

Terpopuler Sepekan: Haji Amin Rugi Besar Usai Viral Pamer Rp 500 Triliun hingga Status Halal Mixue

Berita terpopuler bisnis sepekan terakhir dimulai dari cerita Haji Amin yang rugi besar usai video memamerkan saldo tabungan Rp 500 triliun viral.


KAI Ganti Dirut KAI Commuter, Ini Susunan Direksi yang Baru

9 hari lalu

KAI Ganti Dirut KAI Commuter, Ini Susunan Direksi yang Baru

KAI menunjuk Suryawan Putra Hia sebagai Dirut KAI Commuter menggantikan Roppiq Lutzfi Azhar. Direktur Operasi juga diganti.


Layanan Beli Tiket dan Tap KRL Dihapus, Benarkah karena LinkAja Jarang Digunakan?

9 hari lalu

Layanan Beli Tiket dan Tap KRL Dihapus, Benarkah karena LinkAja Jarang Digunakan?

LinkAja kini tak bisa dipakai tap KRL Jabodetabek maupun Yogyakarta-Solo. Apakah benar karena jarang digunakan?