Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kasus KDRT di Depok, Polda Metro Jaya Bentuk Tim Dokter dan Psikolog

image-gnews
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya,  Kombes Pol Hengki Haryadi memberikan keterangan terkait kasus penganiayaan terhadap anak pengurus pusat GP Ansor di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 2 Maret 2023. Dalam keteranganya, status AG (15) kini dinaikkan dari anak berhadapan dengan hukum menjadi anak yang berkonflik dengan hukum. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi memberikan keterangan terkait kasus penganiayaan terhadap anak pengurus pusat GP Ansor di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 2 Maret 2023. Dalam keteranganya, status AG (15) kini dinaikkan dari anak berhadapan dengan hukum menjadi anak yang berkonflik dengan hukum. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya siapkan tim dokter dan psikolog untuk menangani kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pasangan suami istri berinisial B dan PB di Depok yang viral. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan tim dokter bertugas memeriksa luka-luka korban, baik istri maupun suami yang saling lapor itu.   

"Kami sudah menyiapkan tim kedokteran dan juga psikolog," kata Hengki dalam konferensi pers Jumat, 26 Mei 2023, seperti dikutip dari Antara

Ia menjelaskan tim kedokteran akan melakukan tugasnya untuk  untuk mempelajari lagi luka-luka yang dialami pasangan suami istri (pasutri) itu, terutama luka yang dialami suami.  

"Apakah lukanya itu merupakan akibat langsung dari perbuatan yang dilakukan oleh sang istri atau tidak? katanya.

Hengki mengatakan tim dokter ini dilibatkan karena daerah sensitif B mengalami pembengkakan akibat perbuatan istrinya, PB, ketika keduanya ribut. Sebelumnya, B sempat melempar cairan cabai ke arah istrinya.  

Pendalaman yang dilakukan polisi dalam kasus KDRT ini menunjukkan bahwa si suami pernah dilaporkan dalam kasus penganiayaan terhadap istrinya pada tahun 2016. Kasus itu berakhir damai. 

"Setelah kita pelajari, penganiayaan terhadap istri ataupun korban ini bukan hanya sekali. Pada 2016, ternyata sudah pernah dilaporkan namun terjadi restorative justice," kata Hengki.

Untuk menjamin objektivitas proses penyidikan kasus kekerasan pasutri ini, kepolisian melibatkan Komnas Perempuan, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) DKI Jakarta, dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak. Jika diperlukan, kepolisian juga akan berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dia mengatakan Polda Metro Jaya akan tetap mengutamakan penyelesaian kasus ini dengan restorative justice sesuai apa yang disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto. Polisi akan tetap membuka ruang untuk mendamaikan pasutri itu. 

"Karena dalam undang-undang KDRT ini, semangatnya dalam asas dan tujuan itu adalah keutuhan rumah tangga, tentunya apakah memang ada keinginan untuk restorative justice, kita buka ruang," ujarnya. 

Kasus KDRT di Depok ini diambil alih oleh Polda Metro Jaya. Dalam kasus ini baik suami maupun istri ditetapkan sebagai tersangka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkap alasan kasus ini ditarik ke Polda Metro Jaya adalah karena perkembangannya sudah menjadi perhatian publik.

"Melihat juga dari aspek pada konteks kapabilitas kelengkapan baik itu secara struktural kemampuan personel maka sedianya kasus ini akan dilakukan Polda Metro Jaya pada Direktorat Reserse Kriminal Umum," kata Trunoyudo, Kamis.

Trunoyudo juga memaparkan alasan kasus KDRT di Depok ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya karena terdapat satuan kerja Sub Direktorat Remaja, Anak dan Wanita (Renakta).

Pilihan Editor: Rieke Diah Pitaloka Siap Advokasi Istri Diduga Alami KDRT di Depok

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Santriwati Meninggal, Polisi Panggil Pengurus Pondok Pesantren Al-Aziziyah Lombok Timur

1 hari lalu

Kepala Satreskrim Polresta Mataram Komisarus I Made Yogi Purusa Utama. ANTARA/Dhimas B.P.
Santriwati Meninggal, Polisi Panggil Pengurus Pondok Pesantren Al-Aziziyah Lombok Timur

Kepolisian Resor Kota Mataram memanggil 14 saksi dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap santriwati Pondok Pesantren Al-Aziziya.


Bank Jago Sebut 112 Rekening yang Diblokir Lalu Dibobol Pegawai Terindikasi Hasil Kejahatan

1 hari lalu

Ilustrasi Bank Jago/Bank Jago
Bank Jago Sebut 112 Rekening yang Diblokir Lalu Dibobol Pegawai Terindikasi Hasil Kejahatan

Polda Metro telah menangkap IA eks pegawai Bank Jago yang membobol 112 rekening yang terblokir. Pelaku berhasil memindahkan dana Rp 1,39 miliar.


Beredar Video Mobil Damkar Depok Tak Bisa Isi BBM di SPBU karena Saldo Kartu Habis

1 hari lalu

Ilustrasi kebakaran. Dok. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Beredar Video Mobil Damkar Depok Tak Bisa Isi BBM di SPBU karena Saldo Kartu Habis

Dalam video itu, petugas Damkar Depok mengeluh tak bisa mengisi BBM di SPBU karena saldo di kartu top up habis.


Data Pelamar Kerja Dipakai untuk Pinjaman Online, Polda Metro Jaya Imbau Jaga Data Pribadi

2 hari lalu

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Ade Ary Syam Indradi saat konferensi pers pengungkapan kasus home industry narkotika tablet PCC dan obat tanpa Ijin edar dari BPOM RI, di Polda Metro Jaya, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Mei 2024. Seorang tersangka ditangkap dalam pembongkaran pabrik rumahan narkoba ini. Tersangka berinisial MH (43 tahun) yang perannya sebagai karyawan. Ia bertugas sebagai supir mobil APV, mengambil bahan baku dan mengirim tablet PCC maupun obat tanpa ijin edar dari BPOM RI. TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Data Pelamar Kerja Dipakai untuk Pinjaman Online, Polda Metro Jaya Imbau Jaga Data Pribadi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi mengimbaummasyarakat menjaga data pribadi agar tidak disalahgunakan untuk pinjaman online.


Kasus Korupsi UPN Veteran Jakarta Bakal Disidangkan, Kejari Depok Utus 6 JPU

2 hari lalu

Kejaksaan Negeri Depok. TEMPO/ADE RIDWAN
Kasus Korupsi UPN Veteran Jakarta Bakal Disidangkan, Kejari Depok Utus 6 JPU

Kejari Depok akan menghadirkan sejumlah saksi di persidangan, termasuk mantan Rektor UPN Veteran Jakarta Prof Erna Hernawati.


Depok Tutup Sementara TPA Cipayung, Sampah Longsor Tepat di Titik Pembuangan

2 hari lalu

Armada pengangkut sampah antre menunggu giliran bongkar muat di TPA Cipayung, Kota Depok, Selasa, 9 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Depok Tutup Sementara TPA Cipayung, Sampah Longsor Tepat di Titik Pembuangan

Warga Depok diimbau kurangi timbulan sampah dari sumbernya, kemudian melakukan pemilahan organik dan anorganik sebelum sampai ke TPA Cipayung.


Berkas Pemerasan Ria Ricis Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta

3 hari lalu

Artis Ria Ricis usai diperiksa karena laporannya ke Polda Metro Jaya mengenai ancaman pemerasan yang dia terima. Dia ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Senin, 10 Juni 2024. Tempo/Cicilia Ocha
Berkas Pemerasan Ria Ricis Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta

Eks satpam memeras dan mengancam akan menyebarkan foto dan video Ria Ricis karena sakit hati dan faktor ekonomi.


TPA Cipayung Depok Longsor, Truk Sampah Antre Sampai 8 Jam

3 hari lalu

Armada pengangkut sampah antre menunggu giliran bongkar muat di TPA Cipayung, Kota Depok, Selasa, 9 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
TPA Cipayung Depok Longsor, Truk Sampah Antre Sampai 8 Jam

Longsor terkini di TPA Cipayung Depok terjadi pada Senin malam berbarengan dengan hujan deras. Dampaknya pun berulang.


Sejumlah Kasus Penyiksaan oleh Anggota Polri, dari Kematian Dul Kosim hingga I Wayan Suparta Disekap dan Dianiaya 3 Hari

3 hari lalu

Suasana penemuan mayat Dul Kosim, korban penganiayaan berujung maut oleh polisi yang dibuang ke jurang di wilayah Desa Sumur Bandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, pada 24 Juli 2023. Sumber: Istimewa
Sejumlah Kasus Penyiksaan oleh Anggota Polri, dari Kematian Dul Kosim hingga I Wayan Suparta Disekap dan Dianiaya 3 Hari

I Wayan Suparta, warga Klungkung, Bali, mengaku menjadi korban penculikan, penyiksaan, dan perampasan oleh anggota Polres Klungkung, selama 3 hari.


LBH Bali Ungkap Cara-cara Penyiksaan yang Dialami Wayan Suparta yang Diduga Dilakukan 10 Anggota Polres Klungkung

5 hari lalu

Ilustrasi penganiayaan
LBH Bali Ungkap Cara-cara Penyiksaan yang Dialami Wayan Suparta yang Diduga Dilakukan 10 Anggota Polres Klungkung

Wayan Suparta diduga menjadi korban penyiksaan oleh 10 anggota Satreskrim Polres Klungkung Bali. Ia dibawa disiksa agar mau mengaku.