Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Klarifikasi Isu Bacaleg Meninggal Keracunan Terasi, Ketua PAN Depok: Punya Penyakit Bawaan

image-gnews
Ketua DPD PAN Kota Depok Igun Sumarno saat melayat ke rumah duka Afrida Berlini di Jalan Mandai, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Sabtu, 10 Juni 2023 malam. TEMPO/Ricky Juliansyah
Ketua DPD PAN Kota Depok Igun Sumarno saat melayat ke rumah duka Afrida Berlini di Jalan Mandai, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Sabtu, 10 Juni 2023 malam. TEMPO/Ricky Juliansyah
Iklan

TEMPO.CO, Depok - Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Depok Igun Sumarno meluruskan informasi soal bakal calon anggota legislatif (bacaleg) partainya yang meninggal akibat keracunan terasi. Hal itu disampaikan Igun saat melayat ke rumah bacaleg PAN Afrida Berlini yang meninggal hari Sabtu. 

Igun merasa kehilangan atas berpulangnya Afrida, karena almarhumah adalah keluarga besar PAN.

"Kami dari DPD PAN Kota Depok merasa kehilangan Caleg kita yang digadang-gadang salah satu kader terbaik yang akan mewakili kursi di Dapil Kecamatan Sukmajaya," kata Igun saat melayat ke rumah duka di Jalan Mandai, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Sabtu malam, 10 Juni 2023.

Ketua DPD PAN Depok itu meluruskan tentang penyebab kematian Afrida setelah berbicara dengan keluarga, yakni putra almarhumah. Sebelumnya, penyebab kematian perempuan itu simpang siur, bahkan ada isu Afrida meninggal akibat keracunan terasi, yang membuat dia dan keluarganya sempat dilarikan ke rumah sakit.

"Tidak benar itu, tetapi ibunda Afrida ini memang sejak muda sudah ada penyakit bawaan, yaitu jantung, jadi kebetulan sebetulnya berita yang disampaikan ke kita kondisinya ini sejak Covid-19 pun sudah pernah terserang," papar Igun.

Saat Afrida terkena Covid-19, kata Igun, keluarganya sudah pasrah, tetapi Allah memberikan kesehatan kepadanya. Setelah sembuh, dengan antusias Afrida mendaftar sebagai bakal caleg PAN.

"Nah, terjadinya malam ini meninggal saya kira sudah qadarullah, takdir dari Yang Kuasa. Jadi kepada handai taulan dan semua ini adalah pernyataan resmi yang saya keluarkan berdasarkan hasil dari kami berbicara dengan keluarga," ucap Igun.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dengan berpulangnya Afrida, Igun mengatakan  kuota 30 persen keterwakilan perempuan di PAN, khususnya di Dapil Sukmajaya jadi berkurang. Dia akan mencari pengganti Afrida dalam waktu dekat.

Phaknya segera berkoordinasi dengan KPU Depok untuk penganti Afrida Berlini. "Sekarang sih penggantinya kalau tidak salah sudah ada satu nama bu Nani Sugianto yang penyanyi itu. Tadinya dia akan di tempatkan di BCL, tetapi ada kekosongan, insha Allah kita akan tarik ke Sukmajaya.  

Anggota Badan Kehormatan DPRD kota Depok ini berharap Partai Amanat Nasional akan tetap mempertahankan kursi di Sukmajaya dengan mengisi posisi bacaleg yang ditinggalkan Afrida dengan Nani Sugianto.

RICKY JULIANSYAH

Pilihan Editor: Billboard Kaesang dan Bacaleg di Depok Belum Bisa Ditindak, KPU: Belum Masa Kampanye

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Anak meninggal Setelah Buah Zakar Diremas, Pengakuan Tersangka Resahkan Warga Tetangga

9 jam lalu

Naman (berbaju koko) ayah dari MDF, 12 tahun, seorang anak yang meninggal setelah diremas buah zakarnya, di rumahnya di Kampung Sindangkarsa, Sukamaju Baru, Tapos, Depok, Sabtu 30 September 2023. TEMPO/Ricky Juliansyah
Anak meninggal Setelah Buah Zakar Diremas, Pengakuan Tersangka Resahkan Warga Tetangga

Warga tetangga tak menyangka lansia yang aktif itu memiliki kebiasaan cabul meremas buah zakar anak-anak.


Misteri Kematian Bocah di Depok usai Buah Zakar Diremas, Hasil Visum Ada Bekas Luka di Kelamin

23 jam lalu

Jasad MFD, bocah 12 tahun yang diduga tewas akibat diremas buah zakarnya oleh kerabat, dibawa ke pemakaman di Kampung Sindangkarsa, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Kamis, 28 September 2023. TEMPO/Ricky Juliansyah
Misteri Kematian Bocah di Depok usai Buah Zakar Diremas, Hasil Visum Ada Bekas Luka di Kelamin

Untuk memastikan penyebab pasti kematian MDF, bocah yang buah zakarnya diremas kakek, harus menunggu hasil autopsi


Pencabulan Remas Buah Zakar Anak-anak, Polisi: Kebiasaan Tersangka Sudah Setahun Lebih

1 hari lalu

NN, 70 tahun, terduga pelaku pencabulan remas buah zakar seorang anak di Depok saat digelandang ke kantor polisi, Kamis 28 September 2023. Polisi dalami dugaan perbuatan itu dengan kematian si anak. TEMPO/Ricky Juliansyah
Pencabulan Remas Buah Zakar Anak-anak, Polisi: Kebiasaan Tersangka Sudah Setahun Lebih

NN, 70 tahun, telah akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pencabulan dalam kasus anak di Depok meninggal setelah buah zakar diremas.


Kabar Terbaru Kasus Jasad Ibu dan Anak Tinggal Kerangka di Cinere, Polisi Tunggu Hasil Patologi

1 hari lalu

Polda Metro Jaya memberi keterangan kepada pers soal penemuan jenazah ibu dan anak tinggal kerangka di Cinere, Depok, Senin, 11 September 2023. Foto: TEMPO/Advist Khoirunikmah
Kabar Terbaru Kasus Jasad Ibu dan Anak Tinggal Kerangka di Cinere, Polisi Tunggu Hasil Patologi

Kesimpulan dari kasus penemuan jasad ibu dan anak tinggal kerangka di sebuah rumah di Cinere, Depok, segera diumumkan.


Engkong, Tersangka Dugaan Pencabulan yang Remas Buah Zakar Anak di Depok Akan Jalani Tes Kejiwaan

1 hari lalu

NN, 70 tahun, terduga pelaku pencabulan remas buah zakar seorang anak di Depok saat digelandang ke kantor polisi, Kamis 28 September 2023. Polisi dalami dugaan perbuatan itu dengan kematian si anak. TEMPO/Ricky Juliansyah
Engkong, Tersangka Dugaan Pencabulan yang Remas Buah Zakar Anak di Depok Akan Jalani Tes Kejiwaan

Berdasarkan keterangan tersangka pencabulan anak itu, sudah ada 10-15 anak yang menjadi korbannya.


Korban Engkong, Pelaku Pencabulan yang Remas Buah Zakar Anak di Depok Disinyalir Lebih dari 15

1 hari lalu

NN, 70 tahun, terduga pelaku pencabulan remas buah zakar seorang anak di Depok saat digelandang ke kantor polisi, Kamis 28 September 2023. Polisi dalami dugaan perbuatan itu dengan kematian si anak. TEMPO/Ricky Juliansyah
Korban Engkong, Pelaku Pencabulan yang Remas Buah Zakar Anak di Depok Disinyalir Lebih dari 15

Tindakan pencabulan anak dengan meremas buah zakar korban sudah menjadi kebiasaan kakek itu dan targetnya acak.


KPU Depok Sebut Penerimaan DCT dari Parpol Paling Lambat 3 Oktober 2023

1 hari lalu

Ilustrasi pemilu. REUTERS
KPU Depok Sebut Penerimaan DCT dari Parpol Paling Lambat 3 Oktober 2023

KPU Depok sudah melakukan pencermatan DCT sejak Ahad kemarin, 24 September 2023.


Anak 12 Tahun di Depok Tewas usai Buah Zakar Diremas, Ini Penjelasan Guru Besar UI

1 hari lalu

Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K). ANTARA/Foto: Humas UI
Anak 12 Tahun di Depok Tewas usai Buah Zakar Diremas, Ini Penjelasan Guru Besar UI

Anak berinisial MDF tewas setelah menerima pelecehan seksual oleh seorang kakek. Buah zakar bocah 12 tahun asal Depok sebelumnya diremas pelaku


5 Fakta Anak di Depok Tewas usai Buah Zakarnya Diremas Kakek

2 hari lalu

NN, 70 tahun, terduga pelaku pencabulan remas buah zakar seorang anak di Depok saat digelandang ke kantor polisi, Kamis 28 September 2023. Polisi dalami dugaan perbuatan itu dengan kematian si anak. TEMPO/Ricky Juliansyah
5 Fakta Anak di Depok Tewas usai Buah Zakarnya Diremas Kakek

MDF, 12 tahun, anak asal Tapos, Depok, diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang kakek, NN, 70 tahun, dengan cara diremas buah zakarnya


Polisi Dalami Kasus Bocah di Depok Tewas Usai Diremas Buah Zakarnya, Korban Pencabulan Diduga Tidak Hanya 1

2 hari lalu

NN, 70 tahun, terduga pelaku pencabulan remas buah zakar seorang anak di Depok saat digelandang ke kantor polisi, Kamis 28 September 2023. Polisi dalami dugaan perbuatan itu dengan kematian si anak. TEMPO/Ricky Juliansyah
Polisi Dalami Kasus Bocah di Depok Tewas Usai Diremas Buah Zakarnya, Korban Pencabulan Diduga Tidak Hanya 1

Kepada temannya, korban MDF mengeluh sakit dan tidak bisa beraktivitas usai diremas buah zakarnya oleh Engkong di Tapos, Depok.