Kamis, 19 Juli 2018

'Ilusi Negara Islam' Diperdebatkan, Gramedia Bantah Diancam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • foto: Politikana.com

    foto: Politikana.com

    TEMPO Interaktif, Jakarta: Penerbitan buku berjudul Ilusi Negara Islam, tampaknya akan menuai kontroversi. Saat ini telah beredar berita ancaman pembakaran terhadap toko buku yang menjual buku tersebut, melalui sms.

    Ilusi Negara Islam Namun Bambang Nuryono, Humas dan HRD Kompas-Gramedia mengaku belum tahu tentang buku tersebut. “Pertama, justru saya baru tahu ada judul buku itu,” katanya saat dihubungi Tempo, Selasa (19/5). “Dan pertama kali juga saya tahu bahwa ada ancaman beredar,” imbuhnya.

    Hal yang sama diungkapkan Alvin, Supervisor Penjualan Toko Buku Gramedia-Matraman. Ia mengatakan, saat ini di toko buku tersebut belum ada buku Ilusi Negara Islam. “Belum ada di Gramedia,” katanya.

    Bambang malah balik bertanya dan meminta penjelasan tentang sms yang berbunyi, “Gramedia diancam akan dibakar jika jual buku Ilusi Negara Islam. Gramedia lalu mengembalikannya ke Wahid Institute.” Sms tersebut diterima Tempo sekitar pukul 17.00.

    Ditanya mengenai antisipasi yang akan dilakukan Gramedia terhadap ancaman itu, Bambang mengatakan pihaknya belum bisa membayangkan langkah yang akan ditempuh. “Kami belum bisa membayangkan akan ngapain sebab baru dengar kabar ini pertama kali,” katanya. “Terima kasih juga atas informasinya,” pungkas Bambang.

    Sebelumnya, di situs http://politikana.com, pembahasan mengenai buku ini menjadi berita utama website tentang politik tersebut. Penulis tamu di situs itu, Roby Muhammad berbagi alamat tempat mengunduh buku Ilusi Negara Islam. Sejauh ini, tanggapan terhadap tulisan tersebut sudah mencapai 140 komentar.

    Buku Ilusi Negara Islam berisi hasil penelitian yang antara lain melibatkan oleh Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Syafii Maarif, KH. Mustofa Bisri ini membahas tentang gerakan Islam ekstrim global yang harus diwaspadai.

    HAYATI MAULANA NUR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Musim Berburu Begal Saat Asian Games 2018 di Jakarta

    Demi keamanan Asian Games 2018, Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar operasi besar-besaran dengan target utama penjahat jalanan dan para residivis.