Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Penjelasan SMK Lingga Kencana Depok soal Kecelakaan Maut di Subang

image-gnews
Pengurus YKS dan kepala sekolah saat menyampaikan informasi terkait kecelakaan maut SMK Lingga Kencana di salah satu ruang, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Minggu, 12 Mei 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Pengurus YKS dan kepala sekolah saat menyampaikan informasi terkait kecelakaan maut SMK Lingga Kencana di salah satu ruang, Kecamatan Pancoran Mas, Depok, Minggu, 12 Mei 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Iklan

TEMPO.CO, Depok - Pengurus Yayasan Kesejahteraan Sosial (YKS) yang menaungi SMK Lingga Kencana Depok buka suara ihwal kecelakaan maut yang menimpa rombongan guru dan siswanya di Subang, Ahad, 12 Mei 2024 dini hari tadi.

Staf bagian informasi YKS, Dian Nur Farida, mengatakan atas nama yayasan dan keluarga, pihaknya berterima kasih ke pemerintah dan masyarakat yang sudah membantu penanganan kecelakaan dengan cepat.

"Yayasan melakukan upaya koordinasi dengan baik agar tertangani, siswa selamat pun disambut Bapak Wali Kota Depok subuh tadi. Semoga mereka diberi kekuatan atas musibah ini," kata Dian dalam konferensi pers.

Ia menuturkan para siswa yang mengalami luka saat ini dirawat di RS Bhayangkara Brimob, Kelapa Dua. Ada juga tiga orang yang masih menjalani perawatan intensif di RS Subang.

Sementara untuk para korban meninggal sudah dimakamkan. "Mohon doanya pihak yayasan dan keluarga dapat menerima musibah ini," tutur Dian.

Kecelakaan ini terjadi saat SMK Lingga Kencana mengadakan perpisahan kelas XII di Bandung dengan rincian peserta 28 guru dan 122 siswa yang terbagi dalam tiga bus. "Ini kegiatan tahunan sekolah, yang meninggal sebelas (orang). Satu orang guru dan sepuluh siswa, sedangkan luka-luka 33 orang," ucap Dian.

Dian mengungkapkan perpisahan siswa ke Bandung tersebut sudah merupakan kesepakatan antara pihak sekolah dan orang tua siswa. "Sudah kesepakatan sebelumnya," tutur Dian.

Terkait pemilihan tempat, Dian mengatakan pihaknya sudah beberapa kali rapat dengan wali murid. "Tidak sekonyong-konyong atau tiba-tiba ditentukan, sudah dipilah, disurvei dan beberapa hal kami lakukan persiapan," katanya.

Pihak Sekolah Merasa Kondisi Bus Layak

Dian mengklaim bus Putera Fajar yang disewa yayasan untuk mengangkut para guru dan murid SMK Lingga Kencana berasal dari perusahaan otobus (PO) yang resmi. Namun, saat ditanya soal kelayakan bus, yayasan meyakini bus yang digunakan sudah cukup layak. Alasannya dua bus lain sampai dengan selamat.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

"Kalau kami enggak yakin, kami tidak akan memberangkatkan dari sini, kami berusaha memberikan yang terbaik untuk murid-murid kami," ujarnya.

Kala ditanya apakah yayasan akan meminta pertanggungjawaban perusahaan bus, Dian menegaskan saat ini pihaknya belum merencanakan apa-apa karena masih fokus pada penanganan korban. “Kami akan koordinasi dengan pihak terkait," ujarnya.

Sekretaris Yayasan Kesejahteraan Sosial, Deddy Ahmad Mustofa, menuturkan akan memanggil panitia pelaksana perpisahan untuk menggali informasi soal pemilihan bus yang disewa. "Silakan saudara panitia mengambil data, uji kelayakan, dan lain sebagainya," tuturnya.

Deddy berharap semua pihak akan mendapat informasi yang jelas, apakah kecelakaan tersebut terkait kendaraan yang tidak layak atau faktor manusia.

Untuk menginvestigasi apakah bus tersebut sebenarnya layak atau tidak sebelum terjadinya kecelakaan ini, pihak sekolah menyerahkannya kepada kepolisian.

Pengobatan Korban Luka Ditanggung Pemkot Depok

Dian mengatakan pemerintah Kota Depok akan menanggung biaya pengobatan korban luka-luka akibat kecelakaan bus rombongan SMK Lingga Kencana ini. "Saya juga sudah sampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Depok karena Pak Wali sudah menyampaikan seluruh biaya (pengobatan) ditanggung pemerintah," ucap Dian.

Sedangkan kompensasi yang diberikan kepada korban, Dian berjanji yayasan akan menggelar rapat internal setelah penangan korban selesai.

Pilihan Editor: Orang Tua Siswa SMK Lingga Kencana Rasakan Firasat tidak Enak saat Lihat Kondisi Bus

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Depok Akan Larang Secara Bertahap Angkot yang Sudah Uzur

5 jam lalu

Armada angkot AC saat uji coba di Terminal Jatijajar, Kecamatan Tapos, Depok, Jumat, 12 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Depok Akan Larang Secara Bertahap Angkot yang Sudah Uzur

Pemkot Depok tengah melakukan uji coba angkot AC dengan rute Terminal Depok-Terminal Jatijajar bertarif Rp 1.000 selama masa uji coba.


Aplikasi Depok Single Window Diretas, Pelaku Tinggalkan Pesan

12 jam lalu

Tangkapan layar aplikasi DWS yang diretas, Sabtu, 13 Juli 2024.
Aplikasi Depok Single Window Diretas, Pelaku Tinggalkan Pesan

Kelompok Garuda Security X Masyarakat Indonesia meretas Aplikasi Depok Single Window (DSW) milik Pemerintah Kota Depok.


Kecelakaan Maut Minibus Tabrak Truk di Tol Solo-Semarang, 6 Orang Meninggal

1 hari lalu

Sejumlah polisi melakukan olah TKP kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Tol Solo-Semarang, KM 498 Titik 800 Jalur B, di wilayah Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu, 13 Juli 2024. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE
Kecelakaan Maut Minibus Tabrak Truk di Tol Solo-Semarang, 6 Orang Meninggal

Isuzu Elf bermuatan 22 orang menabrak truk di Tol Solo-Semarang. Akibat kecelakaan ini enam orang meninggal


Depok Bakal Luncurkan Angkot Ber-AC dengan Pembayaran Nontunai

1 hari lalu

Armada Angkot AC saat uji coba di Terminal Jatijajar, Kecamatan Tapos, Depok, Jumat, 12 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Depok Bakal Luncurkan Angkot Ber-AC dengan Pembayaran Nontunai

Sebentar lagi di Depok akan meluncur angkot berpendingin udara dengan pembayaran nontunai. Kadishub Kota Depok Zamrowi menyebut baru ada 10 unit.


Beredar Video Mobil Damkar Depok Tak Bisa Isi BBM di SPBU karena Saldo Kartu Habis

3 hari lalu

Ilustrasi kebakaran. Dok. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Beredar Video Mobil Damkar Depok Tak Bisa Isi BBM di SPBU karena Saldo Kartu Habis

Dalam video itu, petugas Damkar Depok mengeluh tak bisa mengisi BBM di SPBU karena saldo di kartu top up habis.


Kasus Korupsi UPN Veteran Jakarta Bakal Disidangkan, Kejari Depok Utus 6 JPU

4 hari lalu

Kejaksaan Negeri Depok. TEMPO/ADE RIDWAN
Kasus Korupsi UPN Veteran Jakarta Bakal Disidangkan, Kejari Depok Utus 6 JPU

Kejari Depok akan menghadirkan sejumlah saksi di persidangan, termasuk mantan Rektor UPN Veteran Jakarta Prof Erna Hernawati.


Depok Tutup Sementara TPA Cipayung, Sampah Longsor Tepat di Titik Pembuangan

5 hari lalu

Armada pengangkut sampah antre menunggu giliran bongkar muat di TPA Cipayung, Kota Depok, Selasa, 9 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
Depok Tutup Sementara TPA Cipayung, Sampah Longsor Tepat di Titik Pembuangan

Warga Depok diimbau kurangi timbulan sampah dari sumbernya, kemudian melakukan pemilahan organik dan anorganik sebelum sampai ke TPA Cipayung.


Bos PO San Cerita soal Modus Penipuan Penjualan Tiket Bus hingga Rugi Rp 16 Jutaan

5 hari lalu

Ilustrasi pemudi di terminal bus. ANTARA
Bos PO San Cerita soal Modus Penipuan Penjualan Tiket Bus hingga Rugi Rp 16 Jutaan

Direktur Utama PT San Putra Sejahtera atau PO San, Kurnia Lesani Adnan, bercerita maraknya penipuan tiket bus terus terjadi dan kian meresahkan.


TPA Cipayung Depok Longsor, Truk Sampah Antre Sampai 8 Jam

5 hari lalu

Armada pengangkut sampah antre menunggu giliran bongkar muat di TPA Cipayung, Kota Depok, Selasa, 9 Juli 2024. TEMPO/Ricky Juliansyah
TPA Cipayung Depok Longsor, Truk Sampah Antre Sampai 8 Jam

Longsor terkini di TPA Cipayung Depok terjadi pada Senin malam berbarengan dengan hujan deras. Dampaknya pun berulang.


Maling Beraksi Siang Hari di Depok, Perhiasan Rp 40 Juta Hilang

7 hari lalu

Pemilik rumah, Fiya Firdiyani saat dikonfirmasi tentang pencurian perhiasan senilai Rp40 juta di kediamannya Jalan Sasak Klaster Griya Amanah 4 RT. 003/007 Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong, Depok, Jumat, 5 Juli 2024. Foto: TEMPO/Ricky Juliansyah
Maling Beraksi Siang Hari di Depok, Perhiasan Rp 40 Juta Hilang

Satu rumah di Jalan Sasak Klaster Griya Amanah, Cilodong, Depok, disatroni maling pada Kamis siang saat ditinggal penghuninya