Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Duit Rp 70 Juta yang Masuk Kantong Pengurus Masjid Al Barkah Berasal dari Dana Bongkar Makam

image-gnews
Tampak dari belakang bentuk bangunan baru Masjid Al Barkah di Jalan Raya Bekasi KM 23, RT 01 RW 02, Kelurahan Cakung Timur, Cakung, Jakarta Timur, Senin, 6 Mei 2024. Pembangunan masjid tiga lantai dengan biaya Rp 9,75 miliar ini mandek. TEMPO/Ihsan Reliubun
Tampak dari belakang bentuk bangunan baru Masjid Al Barkah di Jalan Raya Bekasi KM 23, RT 01 RW 02, Kelurahan Cakung Timur, Cakung, Jakarta Timur, Senin, 6 Mei 2024. Pembangunan masjid tiga lantai dengan biaya Rp 9,75 miliar ini mandek. TEMPO/Ihsan Reliubun
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Terungkap sumber duit Rp 70 juta yang dibagi kepada pengurus Masjid Al Barkah. Dua pengurus masjid mengatakan puluhan juta yang mereka ambil berasal dari biaya ganti rugi pembebasan lahan masjid. Tujuan pelepasan lahan ini untuk memperluas jalan di depan masjid yang terletak di Jalan Raya Bekasi KM 23, RT 001 RW 02 Kelurahan Cakung Timur, Jakarta Timur.

Pertama, pengakuan Ahmad Sanusi, anggota pengurus masjid. Dia mengakui Rp 70 juta diberikan ke kantong setiap pengurus yang diambil dari sisa biaya pembongkaran makam. Karena bangunan baru Al Barkah akan berdiri di atas tanah lahan makam, sehingga sebagian makam yang terdampak dipindahkan ke bagian lahan masjid yang lain.

"Duit (per orang Rp 70 juta) kelebihan dari pemindahan makam," kata Sanusi saat ditemui di rumahnya di Perumahan Cakung Residence 1 Nomor C7, Jalan Kayu Tinggi, RT 03 RW 09, Cakung, Jakarta Timur, Rabu, 15 Mei 2024.

Sanusi menyebut pengurus menerima duit itu. Namun dia menyebut satu nama, Asmaru, juga mendapatkan kucuran duit tersebut. Tapi namanya tak dicatat dalam laporan. "Keturunan dari keluarga (ahli waris) yang paling dituakan," ucapnya. Asmaru masuk keturunan yang mewakafkan tanah untuk pembangunan Al Barkah pada 1850.

Sehingga pengurus masjid membagi-bagi duit sisa pemindahan makam itu. Uang ini berasal dari duit ganti rugi pelebaran jalan oleh Bina Marga DKI Jakarta. Pelebaran jalan memakan badan bangunan masjid. "Tidak tahu totalnya," kata dia, menjawab berapa biaya pemindahan makam itu. Sebelumnya mereka menawarkan setiap makam yang dibongkar dan penggalian makam baru seharga Rp 2 juta. Namun hasil penawaran dengan pekerja menjadi Rp 800 ribu.

Kabarnya Bina Marga memberikan duit pengganti pelebaran jalan sebesar 12,5 miliar. Duit untuk membangun masjid baru yang kini berada beberapa meter di belakang gedung lama. Di lingkungan warga, informasi duit pengganti sebesar Rp 13,5 miliar. Dari situ sebagian uang dianggarkan untuk pembongkaran makam. "Ada biayanya," ucap dia.

Duit pemindahan ini diberikan kepada pekerja yang bertugas memindahkan makam dan menggali lubang buat kuburan baru. "Bayar ke tukang gali. Yang bayar nadzir. Kan kami siapkan biayanya," tutur dia. Dia menyebut lebih dari 300 kubur dipindahkan.

Bendahara Pengurus Masjid Al Barkah, Tamami, akhirnya bukan mulut soal dirinya menerima duit Rp 70 juta itu. Awalnya, saat kabar bagi-bagi duit ini meluap, beredar pengurus keciprat uang masjid Rp 80 juta. Tamami membantah ada duit pendirian masjid mengalir ke kantong pengurus. "Bohong itu," kata Tamami, saat ditemui di rumahnya di Ujung Krawang, Pulogebang, RT 001 RW 05, Cakung, Jakarta Timur, Rabu, 8 Mei 2024.

Tamami menuding informasi itu dilontarkan untuk menjatuhkan para pengurus. Isu itu sengaja dilontarkan karena banyak orang berkeinginan menjadi pengurus masjid. "Dengan cara apa pun akan dipakai menjelek-jelekan pengurus," ucap dia saat itu ditanya perihal menerima Rp 80 juta.

Bagi-bagi duit masjid itu terungkap setelah Ketua Pengurus Masjid Al Barkah Ahmad Satiri membenarkan bahwa setiap pengurus menerima duit Rp 70 juta. Namun nilainya bukan Rp 80 juta. "Itu bukan Rp 80 juta, tapi Rp 70 juta. Itu yang saya terima, sih. Semua pengurus dapat," kata Ahmad kepada Tempo melalui sambungan telepon pada Jumat, 10 Mei 2024.

Saat itu dia menyatakan uang yang dibagi ke saku pengurus merupakan uang ganti rugi dari pelebaran jalan Masjid Al Barkah di Jalan Raya Bekasi KM. 23, Rukun Tetangga 001 Rukun Warga 02 Kelurahan Cakung Timur, Jakarta Timur. Menurut dia, duit berasal dari biaya ganti rugi sekitar Rp 12,5 miliar.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Menurut Ahmad, setelah dua minggu duit dari Bina Marga di tangan pengurus, sekitar Agustus 2020, tujuh pengurus langsung berunding. Perundingan mereka berlangsung tertutup di sebuah kamar di dalam rumah ibadah itu. Setelah perundingan itu beres mereka bergeser ke tempat lain.

Pengurus Al Barkah itu menuju sebuah restoran di Jalan Harapan Indah Raya FB Nomor 59, Medan Satria, Bekasi, Jawa Barat. Siang itu mereka membagi-bagi duit Rp 70 juta per orang. "Bukan saya yang bagi (duit Rp 70 juta), itu Sanusi sama Tamami," tutur Ahmad menjawab siapa paling berperan membagikan duit itu.

Tamami baru mengakui menerima duit itu pada Rabu, 15 Mei 2024. Tempo menemui Tamami tengah duduk teras belakang Al Barkah. Tamami menghindar saat ditanya soal duit Rp 70 juta itu mengalir ke setiap kantong pengurus termasuk dirinya. Mendengar pertanyaan itu dia dengan tangkas berdiri dari tempat duduk kayu.

Tamami langsung menghidupkan sepeda motor dan bertolak dari pekarangan masjid menuju Jalan Raya Bekasi KM 23. "Bohong itu," teriak Tamami sembari mengendarai sepeda motornya. Dia menghilang. Lima menit berikutnya dia kembali dengan alasan lupa sesuatu barang di pekarangan masjid.

Tempo kembali melempar pertanyaan benarkah Rp 70 juta itu bersumber dari biaya pemindahan kuburan. "Iya betul," tutur Tamami dengan wajah masam. Kenapa dibagi ke nadzir? Dia menjawab sambil melenggang dengan sepeda motornya, "Itu uang kelebihan (bongkar makam)."

Beredar kabar pengurus masjid membagi-bagi duit pembangunan masjid ke kantong sendiri juga dibenarkan seorang warga setempat. Warga geram mendengar kabar itu. Masyarakat hanya pengin pembangunan masjid selesai. Tidak mangkrak. "Tapi kenyataannya di luar dugaan, duitnya sudah dibagi-bagi dan diambil sama pemilik proyek PT Segara Bangun Sejahtera, Bapak Ahsan Hariri," kata Rahim—bukan nama sebenarnya—saat ditemui di Cakung Timur, Jumat, 3 Mei lalu.

Dia menyampaikan bahwa tuju pengurus masjid pun menerima duit sebesar Rp 80 juta dari pembayaran pelebaran jalan yang berimbang pada bangunan masjid. "Nadzir masjid ada tujuh orang. Per orang menerima Rp 80 juta dari hasil pembayaran gusuran," kata dia.

Rahim merincikan nama tujuh pengurus Masjid Al Barkah, yaitu Ahmad Satiri, Tamami, Ahmad Sanusi, Mulyadi, Nasrullah, Cahyo, serta Hasan Nawi. Kini Hasan telah meninggal. Adapun Asmari adalah saudarah dari Hasan Nawi. "Saya berharap nadzir dan pemborong Hasan Hariri cs. cepat diproses hukum. Saya sudah muak lihat kelakuan mereka yang notabene cuma gerogotin uang masjid," ucap dia.

Pilihan Editor: Ketua Pengurus Masjid Al Barkah Mengaku Setiap Pengurus Dapat Rp 70 Juta dari Uang Ganti Rugi

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pemuda Tewas Dibacok saat Tawuran di Cakung, Dua Pelaku Ditangkap

2 hari lalu

Pelaku tawuran di Cakung, Jakarta Timur, yang ditangkap polisi karena sebabkan seseorang tewas, Kamis, 18 Juli 2024. Sumber: Polsek Cakung
Pemuda Tewas Dibacok saat Tawuran di Cakung, Dua Pelaku Ditangkap

Polisi menangkap dua pelaku tawuran yang menyebabkan kematian pemuda di Cakung


Tawuran Berujung Maut di Ciracas, Polisi Tangkap Dua Pelaku

2 hari lalu

Ilustrasi tawuran. TEMPO/M. Iqbal Ichsan
Tawuran Berujung Maut di Ciracas, Polisi Tangkap Dua Pelaku

APR, 19 tahun, tewas dalam tawuran yang terjadi di Jalan H. Baping, Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur


ISIS Mengklaim Bertanggung jawab atas Penembakan di Oman yang Menewaskan 9 Orang

4 hari lalu

Anggota ISIS memegang bendera di Raqqa , 29Juni 2014. REUTERS
ISIS Mengklaim Bertanggung jawab atas Penembakan di Oman yang Menewaskan 9 Orang

ISIS lewat Telegram mengungkap bertanggung jawab atas aksi penembakan di sebuah masjid syiah di Oman.


Kementerian Luar Negeri Pastikan Tak Ada WNI dalam Korban Penembakan di Oman

4 hari lalu

Kantor Kementerian Luar Negeri RI di Jln. Pejambon, Jakarta. Sumber: Suci Sekar/Tempo
Kementerian Luar Negeri Pastikan Tak Ada WNI dalam Korban Penembakan di Oman

Penembakan di Oman menewaskan empat orang dan beberapa korban luka-luka. Kementerian Luar Negeri memastikan WNI selamat.


Masjid di Oman Ditembaki Saat Peringatan Hari Asyura, Empat Tewas

4 hari lalu

Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk
Masjid di Oman Ditembaki Saat Peringatan Hari Asyura, Empat Tewas

Empat orang tewas saat sebuah masjid di Oman ditembaki bertepatan dengan peringatan hari Asyura.


Polisi Sebut Dendam Sebabkan Tawuran di Depan Bassura City Jaktim Selalu Terulang

5 hari lalu

Puluhan warga RW 01 dan RW 02 terlibat tawuran di kawasan Jalan Basuki Rahmat (Bassura) Kelurahan Cipinang Besar Utara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa, 9 Juli 2024. Foto: ANTARA/HO
Polisi Sebut Dendam Sebabkan Tawuran di Depan Bassura City Jaktim Selalu Terulang

Polisi telah menginisiasi deklarasi damai pada Januari 2024, tapi tawuran antarwarga di depan Mall Bassura City terus terjadi


Polisi Tangkap 11 Remaja di Jakarta Timur Bawa Senjata Senjata Mau Tawuran

6 hari lalu

Ilustrasi tawuran. TEMPO/M. Iqbal Ichsan
Polisi Tangkap 11 Remaja di Jakarta Timur Bawa Senjata Senjata Mau Tawuran

Polres Metro Jakarta Timur tangkap 11 remaja yang hendak tawuran. Mereka membawa celurit, corbek hingga senapan angin


Polisi Jadi Korban Pembacokan ketika Bubarkan Tawuran di Jakarta Timur

6 hari lalu

Polres Metro Jakarta Timur gagalkan 4 remaja yang hendak melakukan tawuran. Doc: Polres Metro Jakarta Timur.
Polisi Jadi Korban Pembacokan ketika Bubarkan Tawuran di Jakarta Timur

Inspektur Polisi Satu Rano Mardani menjadi korban ketika membubarkan tawuran di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Duren Sawit, Jakarta Timur.


Kasus Penyekapan dan Penyiksaan di Duren Sawit, Polisi Sudah Periksa 6 Saksi

11 hari lalu

Pemuda berinisial MRR (23 tahun) diduga mengalami penyiksaan dan penyekapan di sebuah cafe di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur. Kuasa hukum korban, Muhamad Normansyah, menunjukkan foto bukti kekerasan di tubuh korban di Polsek Duren Sawit pada Sabtu, 6 Juli 2024. Tempo/Yohanes Maharso
Kasus Penyekapan dan Penyiksaan di Duren Sawit, Polisi Sudah Periksa 6 Saksi

Polisi menyatakan baru memeriksa 6 saksi dalam kasus penyekapan dan penyiksaan seorang pemuda di Duren Sawit, Jakarta Timur.


Jasa Raharja Beri Bantuan untuk Pembangunan Masjid

12 hari lalu

Direktur SDM & Umum Jasa Raharja, Rubi Handojo menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk perbaikan Masjid Al-Dakwah Taman Pondok Jati di Geluran, Sidoarjo, Jawa Timur. Senin1 Juli 2024
Jasa Raharja Beri Bantuan untuk Pembangunan Masjid

Bantuan tersebut tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas fasilitas masjid, tetapi juga untuk mendukung kegiatan pembelajaran agama Islam di lingkungan sekitar.