Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Deretan Kasus Pembunuhan yang Belum Tuntas: Vina Cirebon hingga Marsinah dan Munir

image-gnews
Aktivis HAM Munir Said Thalib tewas dalam pesawat rute Singapura-Belanda pada 7 September 2004. Dugaan awal, Munir meninggal akibat sakit. Namun pada 12 November 2004, Badan Forensik Belanda mengeluarkan hasil autopsi bahwa Munir diracun. Pembunuhan berencana itu terungkap setelah dilakukan penyelidikan secara forensik. Dok.TEMPO/Bernard Chaniago
Aktivis HAM Munir Said Thalib tewas dalam pesawat rute Singapura-Belanda pada 7 September 2004. Dugaan awal, Munir meninggal akibat sakit. Namun pada 12 November 2004, Badan Forensik Belanda mengeluarkan hasil autopsi bahwa Munir diracun. Pembunuhan berencana itu terungkap setelah dilakukan penyelidikan secara forensik. Dok.TEMPO/Bernard Chaniago
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kasus pembunuhan Vina kembali jadi sorotan seiring tayangnya film garapan Anggy Umbara berjudul Vina: Sebelum 7 Hari di bioskop-bioskop yang menuai kontroversi. Ada pendapat yang menyatakan film ini mengeksploitasi korban. Di sisi lain keriuhan film ini memantik ingatan publik dan mendesak polisi menuntaskan kasus tersebut.

Vina Dewi Arsita dan kekasihnya, Rizky Rudiana atau Eky, dibunuh oleh sekelompok geng motor di Cirebon pada 2016. Delapan pelaku sudah mendekam di penjara sementara tiga lain masih buron.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Erdi Adrimulan Chaniago mengatakan kasus pembunuhan Vina masih ditangani Kepolisian Daerah Jawa Barat.

"Bareskrim Polri telah memberikan petunjuk maupun arahan terkait penyelidikan dan penyidikan yang sedang ditangani Polda Jawa Barat tentang kasus tersebut," kata Erdi, seperti disiarkan di Instagram pada Jumat, 17 Mei 2024.

Selain kasus Cirebon, ada sejumlah kasus kematian yang masih menjadi misteri dan belum diusut tuntas. Berikut beberapa di antaranya:

1. Akseyna Ahad Dori

Pada 26 Maret 2015, mahasiswa jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UI, Akseyna Ahad Dori, ditemukan mengambang di Danau Kenanga, UI.

Ia mengambang 1 meter dari tepi danau yang memiliki kedalaman 1,5 meter. Sementara dalam tas yang digendong Akseyna ditemukan beberapa batu dan juga luka lebam pada tubuh.

Juru bicara Kepolisian Resor Depok saat itu, Inspektur Dua Bagus Suwardi, sempat menyatakan kematian Akseyna merupakan kejadian bunuh diri. "Berdasarkan bukti kemungkinan bunuh diri," kata Bagus, 8 April 2015.

Namun, pernyataan ini diragukan karena ada sejumlah kejanggalan. Mulai dari dugaan surat wasiat palsu hingga kedalaman danau UI yang dinilai tidak cukup untuk mendukung upaya bunuh diri.

Ayah Akseyna, Mardoto, sempat mendatangi Komisi Kepolisian Nasional pada Rabu, 5 Oktober 2022 untuk berdiskusi perihal nasib kasus kematian anaknya dan memberikan petisi. Petisi tersebut ditandatangani oleh 125 ribu orang dan dikumpulakan di Change.org.

Mahasiswa UI juga pernah mengenang sewindu meninggalnya Akseyna yang diselenggarakan di Taman Lingkar UI, Jumat, 31 Maret 2023. Massa yang hadir mengenakan pakaian hitam sebagai simbol duka

2. Waria Shella

Seorang waria yang diketahui kerap bekerja di sekitar Pasar Rebo, dengan nama alias Shella Aprilia ditemukan tewas di Jembatan Supriadi 2, Ceger, Jakarta Timur. Ia tergeletak di jalan dengan luka akibat tusukan di bagian rusuk kiri dan paha kiri.

Shella yang diketahui bernama Muhamad Safrizal, 27 tahun, warga Kelurahan Ceger, Jakarta Timur, pertama kali ditemukan saksi bernama Mochamad Zainul Arifin, 24 tahun. Saksi mendengar suara teriakan korban dari atas jembatan tersebut dan ia pun lantas mengeceknya.

Melalui hasil penyelidikan yang dilakukan polisi, diketahui tidak ada barang-barang korban yang hilang. Polisi masih memeriksa keterangan saksi-saksi. “Mayat ini ditemukan pada Rabu dinihari pukul 01.30," kata Komisaris Husaimah, Kepala Sub bagian Humas Polres Jakarta Timur saat itu, kepada Tempo, Rabu, 25 November 2015.

3. Wartawan Udin

Kasus pembunuhan wartawan Fuad Muhammad Syafruddin yang akrab dipanggil Udin pada 16 Agustus 1996 belum terungkap pelakunya sampai saat ini.

Kasus Udin pernah disidangkan dengan menyeret terdakwa palsu, Dwi Sumadji alias Iwik dengan dalih perselingkuhan. Padahal berdasarkan investigasi wartawan Bernas yang bergabung dalam Tim Kijang Putih dan Tim Pencari Fakta dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Yogyakarta menghasilkan petunjuk ada dugaan pembunuhan Udin karena sejumlah berita korupsi di Bantul yang ditulisnya.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sejumlah upaya hukum dan advokasi dilakukan. Termasuk memberikan data-data hasil investigasi itu kepada polisi. Namun polisi tetap berpegang teguh Iwik pelakunya.

4. Marsinah

Pada 8 Mei 1993, Marsinah seorang aktivis buruh Indonesia di Sidoarjo, ditemukan tewas di hutan di Dusun Jegong, Kecamatan Wilangan, Nganjuk, Jawa Timur. Marsinah merupakan buruh perempuan asal Nganjuk yang sebelumnya bekerja di PT CPS Porong, sebuah pabrik arloji.

Marsinah diduga dibunuh setelah disiksa dan diculik karena dirinya getol memimpin aksi demonstrasi untuk kenaikan upah buruh di pabrik tempatnya bekerja. Bahkan, tak peduli jika dirinya perempuan, Marsinah pernah menjadi pemimpin aksi-aksi bersama kawan buruh lainnya.

Salah satu dokter forensik yang menangani jenazah Marsinah dr. Abdul Mun’im Idries mengungkapkan ada dua hasil visum yang dikeluarkan oleh tim forensik. Dalam visum kedua ditemukan bahwa terdapat tulang kemaluan kiri yang patah berkeping-keping.

Mun’im Idries menyimpulkan bahwa kematian Marsinah disebabkan oleh luka tembak. “Melihat lubang kecil dengan kerusakan yang masif, apa kalau bukan luka tembak?" kata Mun’im Idries. Hal tersebut juga didukung oleh temuan hasil investigasi independen yang dilakukan oleh Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) banyak kejanggalan dan bukti yang dilewatkan oleh pihak kepolisian dalam menyelesaikan kasus ini.

5. Munir Said Thalib

Pada 7 September 2004 atau 18 tahun lalu, aktivis HAM yang memiliki nama lengkap Munir Said Thalib mengembuskan napas untuk terakhir kalinya.

Kronologi bermula saat pesawat dengan nomor penerbangan Garuda Indonesia GA-974 lepas landas dari Jakarta menuju Belanda. Hijrah ke Belanda dilakukan oleh Munir untuk menempuh pendidikannya di Universitas Utrecht, Amsterdam. Pesawat yang ditumpangi oleh Munir sempat melakukan transit di Bandara Changi, Singapura. 

Dua jam sebelum pesawat tiba di Bandara Schipol, Amsterdam, Munir dinyatakan telah meninggal. Sebelumnya, ia sempat merasa sakit perut usai meminum segelas jus jeruk. Kesakitan tersebut ia rasakan sekitar pukul 08.10 waktu setempat.

Menurut kesaksian setempat, setelah pesawat lepas landas dari transitnya di Bandara Changi, Munir sempat beberapa kali pergi ke toilet dan terlihat seperti orang yang sedang mengalami kesakitan.

Saat itu, Munir sempat mendapat pertolongan dari penumpang lain yang berprofesi sebagai dokter. Pertolongan ini mengharuskan Munir dipindahkan tempat duduknya ke sebelah bangku dokter. Namun, tidak lama menjalani perawatan dari dokter, Munir dinyatakan telah tiada. Munir meninggal ketika pesawat berada pada ketinggian 40.000 kaki di atas Rumania.

Soal penanganan kasus Munir, terakhir Istri Munir, Suciwati, menilai kerja Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam menyelidiki kasus kematian suaminya sangat lambat. Bahkan dia menilai Komnas HAM tidak profesional. 

Hal itu disampaikan Suciwati dalam konferensi pers Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (KASUM) yang bertajuk Menyikapi Perkembangan Penyelidikan Pro Justitia Pelanggaran HAM Berat Kasus Munir dan Dukungan Internasional dalam Sidang Komite HAM PBB Terkait Penerapan ICCPR.

"Komnas HAM jalannya sangat lambat sekali, hanya 3 saksi dalam waktu satu tahun tiga bulan," kata Suciwati dalam konferensi pers yang dilaksanakan secara online, Sabtu, 23 Maret 2024. 

Suciwati mengatakan, jumlah itu sangat tidak masuk akal apabila Komnas HAM menargetkan memeriksa 50 orang saksi dalam penyelidikan itu. "Bayangkan, apakah mungkin itu terjadi," ujarnya. 

Pilihan Editor: Kisah Nimas 10 Tahun Diganggu dan Dikirimi Foto Cabul Pria yang Terobsesi Dengannya

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Pegawai TPST Bantargebang Tewas Terikat dan Kepala Tertutup Karung, Sosoknya Dikenal Pediam dan Tertutup

20 jam lalu

Ilustrasi mayat. Pakistantoday.com
Pegawai TPST Bantargebang Tewas Terikat dan Kepala Tertutup Karung, Sosoknya Dikenal Pediam dan Tertutup

Setelah dua hari hilang, pegawai TPST Bantargebang itu ditemukan tewas mengapung dengan kaki dan tangan terikat, serta kepala tertutup karung.


Penemuan Mayat Pegawai TPST Bantargebang, Polisi Periksa 11 Saksi

1 hari lalu

Ilustrasi mayat. guardian.ng
Penemuan Mayat Pegawai TPST Bantargebang, Polisi Periksa 11 Saksi

Mayat pegawai TPST Bantargebang bernama Waryanto ditemukan mengapung di saluran air dalam kondisi terikat


Pemuda Tewas Dibacok saat Tawuran di Cakung, Dua Pelaku Ditangkap

1 hari lalu

Pelaku tawuran di Cakung, Jakarta Timur, yang ditangkap polisi karena sebabkan seseorang tewas, Kamis, 18 Juli 2024. Sumber: Polsek Cakung
Pemuda Tewas Dibacok saat Tawuran di Cakung, Dua Pelaku Ditangkap

Polisi menangkap dua pelaku tawuran yang menyebabkan kematian pemuda di Cakung


Tawuran Berujung Maut di Ciracas, Polisi Tangkap Dua Pelaku

1 hari lalu

Ilustrasi tawuran. TEMPO/M. Iqbal Ichsan
Tawuran Berujung Maut di Ciracas, Polisi Tangkap Dua Pelaku

APR, 19 tahun, tewas dalam tawuran yang terjadi di Jalan H. Baping, Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur


Mayat Pria Terikat dan Terbungkus Karung Ditemukan Mengapung di Bantargebang

1 hari lalu

Ilustrasi mayat. Pakistantoday.com
Mayat Pria Terikat dan Terbungkus Karung Ditemukan Mengapung di Bantargebang

Mayat pria ditemukan mengapung di saluran penampungan air belakang kantor TPST Bantargebang. Jadi mangsa biawak.


Janji Kapolri Listyo Sigit dalam Pengusutan Kasus Pembunuhan Vina

1 hari lalu

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat ditemui di Lapangan Garuda Pertamina Hulu Rokan, Dumai, Riau usai Peringatan Hari Lahir (Harlah) Pancasila Tahun 2024 pada Sabtu, 1 Juni 2024. TEMPO/Adinda Jasmine
Janji Kapolri Listyo Sigit dalam Pengusutan Kasus Pembunuhan Vina

Adang Daradjatun meminta Polri meningkatkan penyidikan kasus pembunuhan Vina dengan mengedepankan SCI.


KKJ Bawa Bukti Kasus Pembakaran Wartawan Tribrata TV ke Kantor Staf Presiden

2 hari lalu

Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) melapor ke Kantor Staf Presiden mengusut kasus pembakaran rumah wartawan Tribrata TV, Rico Sampurna Pasaribu. KKJ diwakili oleh Bayu Wardhana, Sekjen AJI; Zaky Yamami, Koordinator Kampanye Amnesty Intern Indonesia; Andy Muhammad Rezaldi, Wakil Koordinator KontraS, Rabu, 17 Juli 2024. TEMPO/Intan Setiawanty
KKJ Bawa Bukti Kasus Pembakaran Wartawan Tribrata TV ke Kantor Staf Presiden

KKJ menyoroti Polda Sumut belum menjelaskan apa motif dan keterkaitan ketiga tersangka pembakaran rumah wartawan Tribrata TV.


Babak Baru Kasus Pembunuhan Vina dan Eky, Orang Tua Terpidana Melaporkan Ayah Korban

2 hari lalu

Tim Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) melaporkan Rudiana, ayah dari Muhamad Rizky Rudiana (Eky), soal dugaan kesaksiaan palsu dan penganiayaan 7 terpidana kasus Vina Cirebon ke Bareskrim Mabes Polri pada Rabu, 17 Juli 2024.TEMPO/Advist Khoirunikmah.
Babak Baru Kasus Pembunuhan Vina dan Eky, Orang Tua Terpidana Melaporkan Ayah Korban

Orang tua Hadi Saputra meyakini putranya tidak terlibat dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky. Ia melaporkan Rudiana, ayah Eky, ke Bareskrim.


7 Terpidana Kasus Vina Surati Dirjen PAS, Minta DIkembalikan ke Lapas Cirebon

2 hari lalu

Tim Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) melaporkan Rudiana, ayah dari Muhamad Rizky Rudiana (Eky), soal dugaan kesaksiaan palsu dan penganiayaan 7 terpidana kasus Vina Cirebon ke Bareskrim Mabes Polri pada Rabu, 17 Juli 2024.TEMPO/Advist Khoirunikmah.
7 Terpidana Kasus Vina Surati Dirjen PAS, Minta DIkembalikan ke Lapas Cirebon

Para terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eky itu mulai dipindahkan ke Bandung sejak Pegi Setiawan ditetapkan sebagai tersangka.


CNN: AS Terima Informasi Dugaan Rencana Pembunuhan Trump oleh Iran

3 hari lalu

CNN: AS Terima Informasi Dugaan Rencana Pembunuhan Trump oleh Iran

CNN melaporkan Amerika Serikat menerima informasi intelijen tentang rencana Iran untuk membunuh mantan Presiden Donald Trump