Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Fakta-fakta Pabrik Narkoba di Surabaya Dikendalikan dari Lapas di Jakarta

image-gnews
Barang bukti narkoba yang ditampilkan saat konferensi pers pengungkapan dan pemusnahan barang bukti narkoba Dittipidnarkoba Bareskrim Polri di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Selasa, 18 Januari 2022. Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menggelar pemusnahan narkoba sebanyak 244 kg sabu, 13,8 kg ganja, 90 kg pil ekstasi, 47.500 butir Erimin yang disita dari 8 kasus sejak Desember 2021 hingga Januari 2022 dengan jumlah tersangka sebanyak 21 orang. TEMPO/Muhammad Hidayat
Barang bukti narkoba yang ditampilkan saat konferensi pers pengungkapan dan pemusnahan barang bukti narkoba Dittipidnarkoba Bareskrim Polri di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Selasa, 18 Januari 2022. Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menggelar pemusnahan narkoba sebanyak 244 kg sabu, 13,8 kg ganja, 90 kg pil ekstasi, 47.500 butir Erimin yang disita dari 8 kasus sejak Desember 2021 hingga Januari 2022 dengan jumlah tersangka sebanyak 21 orang. TEMPO/Muhammad Hidayat
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Untuk kesekian kalinya polisi mengungkap kasus peredaran narkoba yang ternyata dikendalikan dari Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas. Terbaru, seorang narapidana atau napi di Jakarta disebut menjadi aktor yang mengendalikan produksi pil ekstasi dan pil koplo di Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur.

Lantas seperti apa fakta-faktanya?

1. Kronologi terungkapnya kasus

Keterlibatan napi Lapas di Jakarta dalam mengendalikan produksi narkoba di Surabaya itu terungkap setelah Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah atau Polda Jawa Timur menggeruduk industri rumahan di Jalan Kertajaya Indah Timur IX Nomor 47, Sukokilo tersebut pada Senin, 20 Mei 2024. 

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur Komisaris Besar Polisi Dirmanto mengatakan terbongkarnya pabrik narkoba ini berawal dari penangkapan ADH, warga Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, pada Rabu, 15 Mei 2024. Ia ditangkap polisi karena menyimpan sabu seberat 9 kilogram dan pil ekstasi sebanyak 1.568 butir.

Usai penangkapan ADH, polisi kemudian mengembangkan kasusnya hingga mengarah ke suspek baru, MY, warga asal Tambaksari, Kota Surabaya. Dari tangan MY, polisi mendapatkan 5,7 juta butir pil Dobel L alias pil koplo. Jutaan butir pil koplo tersebut ternyata diproduksi MY di sebuah rumah kontrakan Jalan Kertajaya Indah Timur IX Nomor 47 tersebut.

"Kemudian dari hasil penangkapan MY ini, baru kemudian terungkap adanya home industry yang sekarang rekan-rekan datangi ini," ujar Dirmanto, dikutip Antara.

2. Kedua tersangka mantan napi narkoba

Kedua tersangka ternyata residivis alias mantan napi. ADH belum genap setahun bebas dari penjara, yakni pada Juli 2023 lalu. ADH sebelumnya dihukum 5 tahun oleh Pengadilan Negeri atau PN Surabaya pada 2020. Sedangkan MY divonis pada 2018 oleh PN Surabaya dan bebas pada 2022. 

"Ia (ADH) merupakan residivis, bebas baru bulan Juni 2023 lalu," kata Dirmanto.

3. Tersangka kerja sama produksi narkoba

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Keduanya tak menunjukkan penyesalan dan justru menggunakan pengalaman di balik jeruji besi untuk menjadi produsen pil dobel L. Menurut Direktur Reserse Narkoba Polda Jawa Timur, Robert Da Costa, kerja sama keduanya bermula ketika ADH memperkenalkan MY kepada seorang DPO yang memerintahkan MY mencari lokasi rumah kontrakan sebagai pabrik narkoba.

4. Setiap produksi hasilkan 6 juta butir pil koplo 

Dikutip dari Antara, ADH dan MY sepakat menjadikan rumah kontrakan di Perumahan Kertajaya Indah Timur digunakan sebagai tempat produksi narkoba. Di rumah tersebut, ADH dan MY memproduksi pil dobel L jenis Carnophen sejak enam bulan lalu atau sekitar November 2023. Robert mengungkapkan, dalam setiap produksi, pabrik tersebut mampu menghasilkan hingga 6 juta butir pil dobel L

Hasil produksi dibawa ke gudang penyimpanan di Ruko Jalan Sidorame sebelum didistribusikan. Sasaran utama jaringan ini adalah pengguna kelas menengah ke bawah di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. "Rata-rata dijual kepada pekerja, terutama Carnophen dobel L ini dijual ke nelayan," lata dia.

Atas perbuatannya, dua orang tersangka itu dijerat Pasal 112 dan Pasal 114 Undang-undang Nomor 35 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup.

5. Dikendalikan dari Lapas di Jakarta 

Robert mengatakan dua orang yang saat ini telah jadi tersangka penyalahgunaan narkoba itu merupakan bagian dari sindikat narkoba di Lapas yang ada di Jakarta. Kemungkinan merupakan jaringan internasional, sebab peredaran narkoba di ibu kota otomatis asalnya dari Malaysia.

"Jadi, terkait dengan sindikat lapas ini, pengendali lapas yang berada di Jakarta. Sedang kami dalami terus, sedang kami kembangkan untuk jaringan sabu-sabu ini sudah terindikasi berasal dari Jakarta, yang otomatis asalnya dari Malaysia," katanya.

Pilihan Editor: Sejumlah Kasus Peredaran Narkoba Dikendalikan dari Lapas, terbaru Produksi Ekstasi dan Pil Koplo di Sukolilo Surabaya

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Lokasi Asrama Polri di Semarang Tempat 5 Polisi Ditangkap Karena Sunat Barang Bukti Sabu

57 menit lalu

Suasana Asrama Polisi Sendangmulyo Blok C Nomor 19 Kecamatan Tembalang Kota Semarang lokasi lima anggota polisi diduga salah gunakan barang bukti sabu pada Ahad, 14 Juli 2024. Tempo/Jamal Abdul Nashr
Lokasi Asrama Polri di Semarang Tempat 5 Polisi Ditangkap Karena Sunat Barang Bukti Sabu

Lima polisi di Semarang diduga menyunat jumlah barang bukti sabu, dari sejumlah tangkapan, yang diserahkan ke pimpinan atau penyidik.


Razia Narkoba di Kampung Bahari: 31 Orang Ditangkap, Sabu hingga Senapan Angin Disita

1 hari lalu

Polisi menggelar razia narkoba Kampung Muara Bahari pada Sabtu, 13 Juli 2024. Foto: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Razia Narkoba di Kampung Bahari: 31 Orang Ditangkap, Sabu hingga Senapan Angin Disita

Polres Jakarta Utara menangkap 31 orang saat razia narkoba di tiga lokasi yang berada di Kampung Bahari


Kakek 77 Tahun di Tangerang Jadi Kurir Narkoba, Mengaku Sudah 3 Kali Keluar-Masuk Penjara

2 hari lalu

Ilustrasi Sabu-sabu. Dok. TEMPO/Eko Siswono Toyudho
Kakek 77 Tahun di Tangerang Jadi Kurir Narkoba, Mengaku Sudah 3 Kali Keluar-Masuk Penjara

Kakek 77 tahun itu ditangkap anggota dari Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya saat melakukan penggerebekan di sebuah kos-kosan.


Belum Setahun Beroperasi, Satgas Narkoba Bareskrim Polri Sebut Telah Tangkap 38.194 Tersangka

4 hari lalu

Konferensi pers Penanggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P3GN) di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 9 Juli 2024. Satgas P3GN, mulai 21 September 2023 hingga 9 Juli 2024, telah berhasil menangkap 38.194 tersangka kasus narkoba serta menyita barang bukti sabu sebanyak 4,4 ton, 2,6 juta butir ekstasi, 2,1 ton ganja, 11,4 kg kokain, 1,28 ton tembakau gorila, 32,2 kg ketamine, 86 gram heroin dan 16,7 juta butir obat keras.  TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Belum Setahun Beroperasi, Satgas Narkoba Bareskrim Polri Sebut Telah Tangkap 38.194 Tersangka

Satgas di bawah naungan Bareskrim Polri itu menyatakan telah menyita berbagai jenis narkoba yang dibungkus dengan kemasan teh Cina hingga kopi.


Kilas Balik Vonis Ferdy Sambo sebagai Otak Pembunuhan Brigadir Yosua, Hukuman Mati Jadi Penjara Seumur Hidup

6 hari lalu

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi melakukan adegan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di rumah dinas di Jalan Duren Tiga Barat, Jakarta, Selasa, 30 Agustus 2022. Pasangan suami istri yang kini ditetapkan sebagai tersangka itu akhirnya bertemu dan menjalani adegan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. TEMPO/Febri Angga Palguna
Kilas Balik Vonis Ferdy Sambo sebagai Otak Pembunuhan Brigadir Yosua, Hukuman Mati Jadi Penjara Seumur Hidup

Ferdy Sambo yang menjadi otak pembunuhan Brigadir J pada 2022 sempat dijatuhkan hukuman mati. Lalu, menjadi hukuman penjara seumur hidup.


4 Fakta Kasus Revi Cahya Sulihatun, Warga Kebumen yang Ditangkap di Jepang karena Narkoba

8 hari lalu

Ilustrasi Sabu. TEMPO/Subekti
4 Fakta Kasus Revi Cahya Sulihatun, Warga Kebumen yang Ditangkap di Jepang karena Narkoba

Revi Cahya Sulihatun, warga Kabupaten Kebumen, ditangkap otoritas Jepang. Sebelumnya dilaporkan hilang


Kurir Narkoba yang Bawa 45 Bungkus Sabu di RS Fatmawati Baru Pertama Kali Beraksi

8 hari lalu

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengungkap penyelundupan 45 paket sabu di parkiran Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan. Polisi juga mengincar kurir di Bintaro Sektor 9 saat hendak transaksi, Tangerang Selatan, Kamis, 4 Juli 2024. Tempo/M. Faiz Zaki
Kurir Narkoba yang Bawa 45 Bungkus Sabu di RS Fatmawati Baru Pertama Kali Beraksi

Polisi menangkap kurir narkoba inisial AS, 22 tahun, yang hendak mengantarkan 45 bungkus sabu dari Rumah Sakit Fatmawati ke Bintaro


Ibu Revi Cahya Sulihatun Cerita Tujuan Anaknya ke Osaka: Dapat Tawaran Kerja di Restoran dan Kursus Bahasa 1 Bulan

8 hari lalu

Ilustrasi Narkoba atau methylamphetamine. Getty Images
Ibu Revi Cahya Sulihatun Cerita Tujuan Anaknya ke Osaka: Dapat Tawaran Kerja di Restoran dan Kursus Bahasa 1 Bulan

Tariwiyati bercerita Revi Cahya Sulihatun mendapat tawaran bekerja di restoran di Jepang.


Kronologi Penangkapan WNI di Osaka Akibat Bawa Narkoba 1,5 Kilogram

8 hari lalu

Ilustrasi penjahat narkoba. TEMPO/Iqbal Lubis
Kronologi Penangkapan WNI di Osaka Akibat Bawa Narkoba 1,5 Kilogram

WNI bernama Revi Cahya Sulihatun ditangkap oleh otoritas Jepang terkait kasus narkoba


3 Tantangan Polri: Ungkap Pembunuhan Vina dan Eky, Kematian Afif Maulana, dan Pabrik Narkoba di Malang

9 hari lalu

Kuasa hukum Keluarga korban penyiksaan berujung kematian anak berstatus pelajar SMP (AM, 13) Direktur LBH Padang, Indira Suryani bersama YLBHI, KontraS, dan organisasi masyarakat sipil (tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Reformasi Kepolisian lainnya) saat menyampaikan update temuan dan proses advokasi kasus terkait di Gedung YLBHI Jakarta, Selasa 2 Juli 2024. LBH Padang memiliki banyak temuan, termasuk saksi-saksi yang sampai saat sekarang tidak/belum diperiksa oleh kepolisian. TEMPO/Subekti.
3 Tantangan Polri: Ungkap Pembunuhan Vina dan Eky, Kematian Afif Maulana, dan Pabrik Narkoba di Malang

Polri hadapi berbagai tantangan menyelesaikan sejumlah kasus. Setidaknya kasus pembunuhan Vina, kematian Afif Maulana, dan pabrik narkoba di Malang.