Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Sepak Terjang Kejaksaan Agung Bongkar Korupsi Timah Hingga Jampidsus Dibuntuti Densus 88

Reporter

image-gnews
Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta. Google Maps
Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta. Google Maps
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kejaksaan Agung atau Kejagung kini tengah menjadi sorotan usai salah satu petingginya dibuntuti oleh anggota polisi dari Detasemen Khusus Antiteror alias Densus 88. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung) Febrie Adriansyah dikuntit saat makan malam di salah satu restoran di Cipete, Jakarta Selatan, pada Minggu, 19 Mei 2024 lalu.

Sumber Tempo yang mengetahui peristiwa itu terjadi mengatakan dua orang yang diduga menguntit Febrie datang beberapa saat setelah Jaksa Agung Muda itu tiba di restoran bersama satu ajudan dan motor patwal Polisi Militer. Setelah melihat gerak-gerik yang mencurigakan dari dua orang tersebut, polisi militer yang mengawal Febrie pun langsung merangkul salah satu dari mereka ketika penguntit itu hendak keluar restoran..

Setelah penangkapan satu anggota Densus 88, sumber tersebut juga mengatakan bahwa beberapa orang yang memantau Febrie dari luar restoran langsung melarikan diri. “Setelah ditangkap itu, yang di sana-sana (sambil menunjuk tempat di luar restoran) lari. Ternyata sedang mantau,” kata dia. Satu anggota polisi yang tertangkap dibawa pergi dengan mobil oleh pengawal Febrie.

Belakangan, Febrie memang dikawal polisi militer TNI atas bantuan pengamanan dari Jaksa Agung Muda Bidang Militer, lantaran Jampidsus sedang menangani kasus korupsi besar, seperti kasus korupsi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah yang nilainya mencapai Rp 271 triliun.

Lantas, bagaimana sebenarnya sepak terjang Kejaksaan Agung membongkar kasus korupsi Timah hingga petingginya dibuntuti? Simak rangkuman informasi selengkapnya berikut ini.

Sepak Terjang Kejagung Bongkar Korupsi Timah

Kasus korupsi tambang timah pertama kali diungkapkan Kejaksaan Agung ke publik pada awal Maret 2024. Saat itu, Kejagung menetapkan 14 tersangka kasus korupsi pengolahan bijih timah di Kepulauan Bangka Belitung, setelah memeriksa sekitar 130 saksi. Dari 14 tersangka itu, tiga di antaranya merupakan mantan direktur PT Timah Tbk.

Para tersangka kasus rasuah itu diduga berkomplot untuk mengakali surat perintah kerja guna melegalkan aktivitas para penambang liar yang beroperasi di wilayah konsesi PT Timah. Akibatnya, negara dan lingkungan diperkirakan menanggung kerugian sekitar Rp 271 triliun dalam rentang 2015-2023.

Daftar tersangka kasus tersebut bertambah menjadi 16 orang setelah Helena Lim dan suami artis Sandra Dewi, Harvey Moeis, turut ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya berperan sebagai pemberi sarana dan fasilitas untuk melakukan penambangan ilegal di konsesi PT Timah Tbk.

Modus korupsi tersebut adalah PT Timah yang menyadari pasokan bijih timah yang dihasilkan, lebih sedikit dibandingkan dengan perusahaan smelter swasta lainnya karena penambangan liar yang dilakukan dalam wilayah IUP PT Timah.

Namun, bukannya melakukan penindakan terhadap kompetitor, PT Timah justru menawarkan pemilik smelter untuk bekerja sama. Perusahaan-perusahaan itu kemudian menambang timah secara ilegal di IUP PT Timah. Komplotan juga membentuk tujuh perusahaan boneka yang beroperasi di wilayah itu.

Kerjasama disembunyikan dengan surat kerjasama sewa smelter yang dibuat oleh para direksi PT. Timah. Dokumen lainnya yang dipegang oleh salah satu perusahaan swasta juga Surat Perintah Kerja (SPK) borongan pengangkutan sisa hasil mineral agar bijih timah yang ditampung dari perusahaan boneka terkesan legal.

Sebagai tindak lanjut dari kasus itu, Kejaksaan Agung pun menyita lima perusahaan smelter sebagai bukti. Penyitaan itu berupa pengambilalihan tanah, bangunan, alat-alat transportasi, serta alat pengolahan timah di kawasan smelter tersebut. Adapun lima perusahaan yang disita adalah PT Sariwaguna Binasentosa, PT Stanindo Inti Perkasa, CV Venus Inti Perkasa, PT Tinindo Internusa, dan PT Refined Bangka Tin.

Sebagian alat berat berhasil dirampas dari kawasan hutan Lubuk Besar, Bangka Tengah, selepas melewati sejumlah rintangan. Misalnya ban mobil yang ditumpangi penyidik berulang kali bocor ketika menyusuri jalan yang dipenuhi ranjau paku. Pemilik alat berat itu juga berusaha mengelabui tim jaksa dengan menutup badan mesin menggunakan tumpukan pohon sawit.

Tak hanya penyitaan terhadap perusahaan, Kejagung juga turut menyita sejumlah aset pribadi milik para tersangka kasus rasuan tersebut. Mulai dari uang tunai, mobil mewah, hingga rumah mewah yang harganya ditaksir mencapai Rp 23 miliar.

Dalam penanganan kasus ini, Kejaksaan Agung mengalami berbagai macam rintangan. Di antaranya adalah penebaran ranjau paku, upaya menghadang penyidik, intimidasi, hingga yang terbaru membuntuti Jampidsus Febrie Adriansyah yang menangani kasus ini. Selain itu, Kejagung juga diduga mendapat teror dari konvoi belasan kendaraan bersirine yang berhenti di depan gerbang utama kantor Kejaksaan Agung, pada Senin malam, 20 Mei 2024.

Sementara itu, daftar 16 tersangka yang ditetapkan dalam kasus korupsi ini adalah sebagai berikut:

1. Direktur Utama PT Timah 2016-2021, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

2. Direktur Keuangan Timah 2017-2018, Emil Ermindra. 

3. Direktur Operasi Produksi PT Timah 2017-2021, Alwin Albar. 

4. Pengusaha di Bangka Belitung, SG alias AW. 

5. Pengusaha di Bangka Belitung, MBG.

6. Direktur Utama PT CV VIP, HT alias ASN. 

7. Manajer Operasional Tambang CV VIP, AL. 

8. Mantan Komisaris CV VIP, BY.

9. Official ownership CV VIP, Tamron Tamsil. 

10. Adik Tamron Tamsil, Toni Tamsil. 

11. General Manager PT Tinido Inter Nusa, Rosalina. 

12. Direktur PT SBS, RI.

13. Direktur Utama PT Refined Bangka Tin, Suparta.

14. Direktur Pengembangan Usaha PT RBT, Reza.

15. Pengusaha yang juga Manajer PT QSE, Helena Lim.

16. Pengusaha, Harvey Moeis.

RADEN PUTRI | TIM TEMPO

Pilihan Editor: Densus 88 Mata-matai Jampidsus, Kapolri: Nggak Ada Masalah, Nggak Ada Apa-apa

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kejagung Sebut Berkas Perkara TPPU Panji Gumilang Masih Belum Lengkap

1 hari lalu

Panji Gumilang di Pengadilan Negeri Indramayu, Jawa Barat, Rabu, 20 Maret 2024. Foto: ANTARA/Fathnur Rohman
Kejagung Sebut Berkas Perkara TPPU Panji Gumilang Masih Belum Lengkap

Kejaksaan Agung menyebut berkas perkara tindak pidana pencucian uang Panji Gumilang masih belum lengkap. Apa sebabnya?


Kasus Korupsi 109 Ton Emas Antam, Kejagung: Hak Merek yang Palsu, Bukan Emasnya

2 hari lalu

Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan konferensi pers penetapan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola 109 ton emas PT Antam pada Kamis malam, 18 Juli 2024. TEMPO/Amelia Rahima Sari
Kasus Korupsi 109 Ton Emas Antam, Kejagung: Hak Merek yang Palsu, Bukan Emasnya

Kata Kejagung, ini untuk membuat terang supaya masyarakat jangan sampai ragu soal emas Antam ini


Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Kasus Pemalsuan 109 Ton Emas Antam, 5 Orang Dikenai Tahanan Kota

2 hari lalu

Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan konferensi pers penetapan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola 109 ton emas PT Antam pada Kamis malam, 18 Juli 2024. TEMPO/Amelia Rahima Sari
Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Kasus Pemalsuan 109 Ton Emas Antam, 5 Orang Dikenai Tahanan Kota

Kejaksaan Agung menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi 109 ton emas Antam periode 2010-2021.


Jaksa Masih Teliti Berkas Perkara TPPU Panji Gumilang

2 hari lalu

Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Whisnu Hermawan memberikan keterangan terkait kasus penyelewengan dana umat Aksi Cepat Tanggap (ACT). Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta. Jumat, 29 Juli 2022. Whisnu Hermawan menyatakan keempat petinggi ACT Ahyudin, Ibnu Khajar, Heriyana Hermain, dan Novariyadi Imam Akbari ditahan oleh Bareskrim per hari ini. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Jaksa Masih Teliti Berkas Perkara TPPU Panji Gumilang

Pimpinan Ponpes AlZaytun sekaligus terpidana kasus penodaan agama, Panji Gumilang, sudah bebas murni dari tahanan, kasus TPPU-nya masih menggantung.


Profil 5 Jaksa yang Ikut Seleksi Capim KPK, Eks Direktur Penuntutan KPK hingga Kepala Kejati

3 hari lalu

Eks Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana (kiri). TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Profil 5 Jaksa yang Ikut Seleksi Capim KPK, Eks Direktur Penuntutan KPK hingga Kepala Kejati

Beberapa jaksa yang mendaftar seleksi capim KPK ada yang pernah menjabat sebagai kepala kejaksaan tinggi, dan ada yang masih menjabat.


KPK Panggil Eks Kajati Sultra dalam Kasus Dugaan Korupsi di DJKA Kemenhub

3 hari lalu

Suasana di depan Gedung KPK/Tempo/Mirza Bagaskara
KPK Panggil Eks Kajati Sultra dalam Kasus Dugaan Korupsi di DJKA Kemenhub

KPK memeriksa eks Kajati Sultra sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di DJKA Kemenhub. KPK masih terus mengembangkan penyidikan kasus.


Skandal Rekayasa Guru Besar Mencuat, Ini Sanksi bagi Pemalsu Gelar Profesor

4 hari lalu

Pejabat Publik dengan Gelar Guru Besar Janggal
Skandal Rekayasa Guru Besar Mencuat, Ini Sanksi bagi Pemalsu Gelar Profesor

Guru Besar atau profesor merupakan gelar tertinggi bagi dosen yang aktif mengajar. Jika ditemukan ada yang memalsukan gelar ini, ada sanksi pidana.


Kepala BNPT Yakin Deklarasi Pembubaran Jamaah Islamiyah akan Diikuti Simpatisan

4 hari lalu

Kepala BNPT, Komjen. Pol. Prof. Dr. H. Mohammed Rycko Amelza Dahniel, M.Si. memberikan apresiasi penegakan hukum proaktif Densus 88 A/T Polri terhadap penangkapan residivis teroris di Cikampek,  Provinsi Jawa Barat pada Sabtu (15/6).
Kepala BNPT Yakin Deklarasi Pembubaran Jamaah Islamiyah akan Diikuti Simpatisan

Belasan pentolan Jamaah Islamiyah (JI) telah mendeklarasikan pembubaran organisasi.


Mendag Zulhas Temui Jaksa Agung, Minta Dukungan Bentuk Satgas Impor Ilegal

4 hari lalu

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat ditemui usai mengikuti Rapat Kerja Komisi VI dan Kementerian Perdagangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 13 Juni 2024. TEMPO/Han Revanda Putra.
Mendag Zulhas Temui Jaksa Agung, Minta Dukungan Bentuk Satgas Impor Ilegal

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan alias Zulhas menemui Jaksa Agung ST Burhanuddin di Kejaksaan Agung. Minta dukungan bentuk satuan tugas (satgas) pengawasan impor ilegal.


5 Jaksa Daftar Capim KPK, Kapuspenkum Ungkap Pesan dari Jaksa Agung

4 hari lalu

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI Harli Siregar memberikan keterangan saat konferensi pers pengembangan kasus korupsi Timah yang merugikan negara keuangan negara sebesar 300 triliun di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 13 Juni 2024. Kejakssaan Negeri Jakarta Selatan menerima pelimpahan tahap 2 perkara dugan korupsi pengelolahan tata niaga timah yang melibatkan 10 tersangka dan sejumlah barnag bukti. TEMPO/ Febri Angga Palguna
5 Jaksa Daftar Capim KPK, Kapuspenkum Ungkap Pesan dari Jaksa Agung

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Harli Siregar menyampaikan para jaksa diperintah untuk mendaftar sebagai capim KPK oleh Jaksa Agung.