Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Penjelasan TNI Soal Penempatan Personel Polisi Militer di Gedung Kejaksaan Agung

Reporter

image-gnews
Mobil polisi militer tampak terparkir di halaman depan kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Ahad, 26 Mei 2024. Pusat Polisi Militer TNI mengerahkan personel untuk memperkuan pengamanan di lingkungan itu buntut serangkaian teror yang diterima Kejaksaan Agung. TEMPO/Han Revanda Putra.
Mobil polisi militer tampak terparkir di halaman depan kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Ahad, 26 Mei 2024. Pusat Polisi Militer TNI mengerahkan personel untuk memperkuan pengamanan di lingkungan itu buntut serangkaian teror yang diterima Kejaksaan Agung. TEMPO/Han Revanda Putra.
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) tampak memperketat keamanan di sekitar gedung Kejaksaan Agung atau Kejagung. Hal ini terlihat pada Ahad pagi, 26 Mei 2024 kemarin. Gerbang masuk kantor Kejagung di Jakarta Selatan yang biasanya terbuka, tampak tertutup dengan dua orang petugas keamanan berseragam cokelat dan seorang berkaos loreng tengah berjaga.

Lalu, tiga buah mobil terparkir berjejer ke belakang tak jauh dari belakang gerbang hitam itu. Dua mobil berkelir cokelat di belakang merupakan mobil dinas pegawai Kejaksaan Agung, yang terlihat dari pelat khusus dan logo Kejaksaan Agung yang terpampang di pintu. Di depannya, terparkir mobil polisi militer berkelir putih dengan siluet biru dengan pelat khusus berwarna merah.

Saat dikonfirmasi, seorang petugas keamanan tidak membantah adanya pengetatan keamanan di kantor Kejaksaan Agung. “Ya Mas lihat sendiri,” kata dia, Ahad, 26 Mei 2024.

Lantas, apa alasan TNI menambah keamanan di Kejaksaan Agung? Simak rangkuman informasi selengkapnya berikut ini.

Alasan TNI Perketat Keamanan di Kejaksaan Agung

Peningkatan keamanan di kompleks Kejaksaan Agung sebelumnya sempat disampaikan oleh Pusat Polisi Militer TNI melalui unggahan di media sosial Instagram resminya. Hal ini dilakukan untuk memastikan keamanan dan ketertiban di lingkungan itu. Namun, postingan yang diunggah pada Sabtu, 25 Mei 2024 itu kini sudah tidak bisa diakses.

“Personel Puspom TNI bekerja sama dengan pihak keamanan internal Kejaksaan Agung serta aparat penegak hukum lainnya untuk mengidentifikasi dan mengantisipasi potensi ancaman,” tulis Puspom TNI, Sabtu, 25 Mei 2024, dalam postingan yang sudah ditarik kembali.

Berdasarkan keterangan itu, peningkatan pengamanan ini mencakup patroli rutin, pemeriksaan kendaraan, serta pengawasan terhadap individu yang keluar-masuk area Kejaksaan Agung. Unggahan itu juga menyebutkan pengarahan personel untuk mengamankan kompleks Kejaksaan Agung buntut isu penguntitan oleh Densus 88. 

“Situasi keamanan di Kejaksaan Agung Republik Indonesia mengalami peningkatan pengawasan setelah adanya dugaan peristiwa penguntitan terhadap Jampidsus anggota Densus 88,” tulis Puspom TNI.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Sebelumnya, ramai diberitakan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus Kejagung) Febrie Adriansyah diduga dikuntit oleh anggota dari satuan Detasemen Khusus 88 Antiteror atau Densus 88 saat sedang makan di salah satu restoran di Cipete, Jakarta Selatan, pada Ahad, 19 Mei 2024. Satu orang berhasil diamankan oleh polisi militer yang mengawal Febrie, sedangkan satu lainnya berhasil lolos.

Meski begitu, Kepala Pusat Penerangan TNI, Brigadir Jenderal Nugraha Gumilar, mengungkapkan alasan penambahan keamanan di kompleks Kejaksaan Agung berdasarkan Memory of Understanding (MoU) yang disepakati pada April 2023. Dia juga membantah pengamanan ini dilakukan imbas dari isu penguntitan kepada Jampidsus Febrie oleh Densus 88.

Nugraha menjelaskan, keputusan pengamanan Kejaksaan Agung oleh polisi militer itu tertuang dalam MoU Nomor 4 Tahun 2023 dan Nomor NK/6/IV/2023/TNI pada 6 April 1023. “Bantuan pengamanan sudah dilaksanakan jauh sebelumnya dalam rangka mendukung kegiatan penegakan hukum,” ujar Nugraha kepada Tempo, Ahad, 26 Mei 2024.

Dalam pasal 7 MoU itu, diatur tentang penugasan prajurit TNI di lingkungan Kejaksaan Agung, seperti Jaksa Agung Muda Pidana Bidang Militer (Jampidmil). Pasal itu juga mengatur dukungan personel TNI dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan Agung.

Adapun bantuan pengamanan oleh polisi militer, kata Nugraha, disebabkan adanya personel TNI yang bertugas di Kejaksaan Agung sebagai Jampidmil. “Pelaksanaan pengamanan yang dilakukan normal seperti biasanya. Tidak ada yang istimewa,” ujar Nugraha.

RADEN PUTRI

Pilihan Editor: Sepak Terjang Kejaksaan Agung Bongkar Korupsi Timah Hingga Jampidsus Dibuntuti Densus 88

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


OPM Sebut TNI Salah Tembak Mati 3 Warga Sipil, Begini Penjelasan TNI

1 jam lalu

Pasukan TPNPB-OPM menyiapkan prosesi pembakaran mayat Detius Kogoya, personil Komando Daerah Pertahanan (Kodap) VIII Intan Jaya. Detius tewas setelah baku tembak dalam penyerangan di Kampung Madi, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, pada 21 dan 22 Mei 2024. Dalam penyerangan itu kelompok bersenjata ini membakar 12 bilik kios dan sejumlah bangunan sekolah. Dok. Istimewa
OPM Sebut TNI Salah Tembak Mati 3 Warga Sipil, Begini Penjelasan TNI

TNI menyebut telah menyita sepucuk pistol rakitan yang dibawa anggota OPM itu, beserta bendera bintang kejora.


Kapendam Cendrawasih Sebut Situasi di Puncak Jaya Papua Kondusif Usai Rusuh Kamis Lalu

12 jam lalu

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan. Foto: Dok. Pendam XVII/Cenderawasih
Kapendam Cendrawasih Sebut Situasi di Puncak Jaya Papua Kondusif Usai Rusuh Kamis Lalu

Kapendam Cendrawasih XVII Letkol Inf Candra Kurniawan menyebut situasi di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah sudah kondusif pasca-kerusuhan pada Kamis, 18 Juli 2024.


Soal Ancaman TPNPB OPM yang Bakal Serang Pos Militer di Intan Jaya, TNI Sebut Tak Akan Tambah Pasukan

22 jam lalu

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal Kristomei Sianturi saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu, 10 Januari 2024. Tempo/M. Faiz Zaki
Soal Ancaman TPNPB OPM yang Bakal Serang Pos Militer di Intan Jaya, TNI Sebut Tak Akan Tambah Pasukan

TNI pastikan tak ada penambahan pasukan ihwal pernyataan TPNPB-OPM yang bakal menyerang pos militer RI dalam sebulan ke depan.


Amnesty Internasional Desak Pemerintah dan Komnas HAM Usut Penembakan 3 Warga Kampung Karubate Papua

1 hari lalu

Ilustrasi penembakan. dentistry.co.uk
Amnesty Internasional Desak Pemerintah dan Komnas HAM Usut Penembakan 3 Warga Kampung Karubate Papua

Amnesty Internasional menegaskan tindakan anggota TNI yang menembak tiga warga Kampung Karubate Papua tidak dapat dibenarkan dan harus segera diusut.


TPNPB-OPM Klaim Bakal Serang Pos Militer di Sugapa Intan Jaya selama Sebulan, Ini Kata TNI

1 hari lalu

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal Kristomei Sianturi saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu, 10 Januari 2024. Tempo/M. Faiz Zaki
TPNPB-OPM Klaim Bakal Serang Pos Militer di Sugapa Intan Jaya selama Sebulan, Ini Kata TNI

TNI menanggapi pernyataan TPNPB-OPM yang bakal menyerang pos-pos militer RI di Sugapa, Intan Jaya, Papua Tengah dalam sebulan ke depan.


Kejagung Sebut Berkas Perkara TPPU Panji Gumilang Masih Belum Lengkap

1 hari lalu

Panji Gumilang di Pengadilan Negeri Indramayu, Jawa Barat, Rabu, 20 Maret 2024. Foto: ANTARA/Fathnur Rohman
Kejagung Sebut Berkas Perkara TPPU Panji Gumilang Masih Belum Lengkap

Kejaksaan Agung menyebut berkas perkara tindak pidana pencucian uang Panji Gumilang masih belum lengkap. Apa sebabnya?


Kasus Korupsi 109 Ton Emas Antam, Kejagung: Hak Merek yang Palsu, Bukan Emasnya

2 hari lalu

Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan konferensi pers penetapan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola 109 ton emas PT Antam pada Kamis malam, 18 Juli 2024. TEMPO/Amelia Rahima Sari
Kasus Korupsi 109 Ton Emas Antam, Kejagung: Hak Merek yang Palsu, Bukan Emasnya

Kata Kejagung, ini untuk membuat terang supaya masyarakat jangan sampai ragu soal emas Antam ini


Kelakar Prabowo ke Panglima TNI dan Kapolri: Namanya Kalau Digabung Sama dengan Presiden Terpilih

2 hari lalu

Menteri Pertahanan yang juga Presiden Terpilih Prabowo Subianto berpose silat saat menyambangi Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (8/7/2024) siang. ANTARA/Mentari Dwi Gayati
Kelakar Prabowo ke Panglima TNI dan Kapolri: Namanya Kalau Digabung Sama dengan Presiden Terpilih

Kelakar Prabowo kepada Panglima TNI dan Kapolri. Sebut nama belakang kedua sosok itu mirip seperti namanya.


Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Kasus Pemalsuan 109 Ton Emas Antam, 5 Orang Dikenai Tahanan Kota

2 hari lalu

Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan konferensi pers penetapan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola 109 ton emas PT Antam pada Kamis malam, 18 Juli 2024. TEMPO/Amelia Rahima Sari
Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Kasus Pemalsuan 109 Ton Emas Antam, 5 Orang Dikenai Tahanan Kota

Kejaksaan Agung menetapkan tujuh orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi 109 ton emas Antam periode 2010-2021.


Kronologi TNI Tembak Mati 3 Orang OPM di Puncak Jaya Papua

2 hari lalu

Pasukan TPNPB-OPM menyiapkan prosesi pembakaran mayat Detius Kogoya, personil Komando Daerah Pertahanan (Kodap) VIII Intan Jaya. Detius tewas setelah baku tembak dalam penyerangan di Kampung Madi, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, pada 21 dan 22 Mei 2024. Dalam penyerangan itu kelompok bersenjata ini membakar 12 bilik kios dan sejumlah bangunan sekolah. Dok. Istimewa
Kronologi TNI Tembak Mati 3 Orang OPM di Puncak Jaya Papua

Tentara Nasional Indonesia atau TNI dari Satgas Yonif RK 753/AVT menembak tiga orang dari Organisasi Papua Merdeka atau OPM.