Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Pengakuan Anak dan Cucu SYL di Persidangan: Sering Nikmati Fasilitas Negara Sampai Bekerja di Kementan tapi Jarang Masuk

Reporter

image-gnews
Istri Syahrul Yasin Limpo (SYL), Ayun Sri Harahap (hijab hitam) bersiap memberikan kesaksian dalam sidang kasus pemerasan dan gratifikasi di lingkungan Kementan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin, 27 Mei 2024. Sidang ini beragenda mendengarkan kesaksian 9 orang termasuk orang-orang terdekat SYL, seperti istri Ayun Sri Harahap, anak Kemal Redindo, dan cucu Andi Tenri Bilang. Selain itu, pengurus rumah pribadi Ali Andri, honorer Sekjen Kementan Ubaidah Nabhan, Stafsus Mentan Joice Triatman, Accounting pada Nasdem Tower Lena Janti Susilo, staf biro umum Kementan Yuli Eti Ningsih, serta ajudan Panji Harjanto. TEMPO/Imam Sukamto
Istri Syahrul Yasin Limpo (SYL), Ayun Sri Harahap (hijab hitam) bersiap memberikan kesaksian dalam sidang kasus pemerasan dan gratifikasi di lingkungan Kementan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin, 27 Mei 2024. Sidang ini beragenda mendengarkan kesaksian 9 orang termasuk orang-orang terdekat SYL, seperti istri Ayun Sri Harahap, anak Kemal Redindo, dan cucu Andi Tenri Bilang. Selain itu, pengurus rumah pribadi Ali Andri, honorer Sekjen Kementan Ubaidah Nabhan, Stafsus Mentan Joice Triatman, Accounting pada Nasdem Tower Lena Janti Susilo, staf biro umum Kementan Yuli Eti Ningsih, serta ajudan Panji Harjanto. TEMPO/Imam Sukamto
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK memanggil keluarga Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam sidang lanjutan dugaan korupsi di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan). Hal ini dilakukan untuk menelusuri aliran uang haram mantan kader Partai NasDem tersebut.

“Guna mendalami peruntukkan dan aliran uang yang diterima Terdakwa Syahrul Yasin Limpo dkk,” kata juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin, 27 Mei 2024.

Dua saksi yang dihadirkan pada persidangan tersebut adalah anak dan cucu Syahrul Yasin Limpo, Kemal Redindo Syahrul Putra serta Andi Tenri Bilang atau yang akrab disapa Bibie. Dalam kesempatan tersebut, Kemal yang akrab disapa Dindo dan Bibie mengungkapkan sejumlah pengakuan. Lantas, apa saja pengakuan anak Syahrul Yasin Limpo di persidangan kasus korupsi ayahnya? Simak rangkuman informasi selengkapnya berikut ini.

Akui Terbiasa Nikmati Fasilitas Tiket Pesawat Kementan

Pada persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Senin, 27 Mei 2024, Kemal Redindo mengaku terbiasa menikmati fasilitas tiket pesawat menggunakan dana Kementerian Pertanian (Kementan).

Pada awalnya, kata Dindo, dia menerima tawaran dari Biro Umum Kementan terkait pengurusan tiket pesawat. Dia juga mengatakan perlakuan itu membuatnya terbiasa menerima fasilitas dari kementerian tempat ayahnya bekerja.

“Pada awalnya mereka yang menawarkan (fasilitas tiket pesawat), (kemudian) menjadi kebiasaan. Jadi kami setiap mau berangkat harus melapor ke mereka gitu,” ucap Dindo, Senin.

Selain itu, Dindo juga mengakui bahwa hal tersebut bukanlah sesuatu yang baik. “Iya (tidak baik) Yang Mulia,” kata dia. 

Rianto Adam Ponto selaku Ketua Majelis Hakim pun menjelaskan bahwa hal tersebut menjadi tidak baik karena uang yang dikeluarkan tidak mungkin berasal dari kantung pribadi pekerja di Biro Umum Kementan. Sudah dipastikan fasilitas itu diambil dari uang Kementan yang merupakan uang negara.

Akui Usul Nama untuk Isi Jabatan di Kementan

Dindo juga mengakui pernah mengusulkan sejumlah nama untuk mengisi jabatan di Kementerian Pertanian. Dia mengatakan pengusulan nama itu dilakukan atas inisiatif dirinya sendiri dan hanya untuk membantu orang yang namanya diajukan tersebut. Meski begitu, Dindo mengaku tidak mendapat apa-apa dari bantuan itu.

“Orang-nya sendiri yang meminta dibantu untuk menjabat, tetapi saya sama sekali tidak menerima apa-apa dari bantuan itu,” ujar Dindo dilansir dari Antaranews.

Mengenai jumlah usulan nama tersebut, Dindo mengaku lupa jumlah pastinya. Namun, dia menyebutkan usulan nama itu hanya beberapa dan tidak banyak. Adapun usulan nama tersebut Dindo berikan kepada mantan Staf Khusus SYL di Kementan, Imam Muhajidin. 

Setelah nama diajukan, dia mengaku tidak mengikuti perkembangan prosesnya. Tetapi, dia memastikan beberapa nama yang diusulkan itu berasal dari Kementan agar bisa menduduki jabatan di eselon II.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Selain itu, Dindo juga menyebutkan bahwa pengusulan nama yang dilakukan oleh dirinya tidak diketahui oleh SYL. Oleh karena itu, eks Menteri Pertanian itu tidak pernah menegurnya.

“Usulan ini tanpa sepengetahuan Pak Menteri, saya tidak berani beri tahu,” ucap dia.

Sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo didakwa melakukan pemerasan dan menerima gratifikasi dengan total Rp 44,5 miliar dalam rentang 2020-2023 di Kementan. Pemerasan ini dilakukan bersama Sekretaris Jenderal Kementan periode 2021-2023 Kasdi Subagyono, serta Direktur Alat dan Mesin Pertanian tahun 2023 Muhammad Hatta.

Akui Tak Pernah Masuk Kantor

Sementara itu, Bibie mengaku sebagai Staf Tenaga Ahli di Biro Hukum Kementan. Dia mengatakan selama menjadi staf tak selalu masuk kantor setiap hari. Selain itu, dirinya juga tak tahu bila gajinya sebagai staf tenaga ahli di Kementan dinaikkan dari Rp 4 juta menjadi Rp 10 juta per bulannya.

Di persidangan, Bibie mengatakan kenaikan gaji tersebut bukan permintaannya, melainkan atas permintaan kakeknya, yakni SYL. Selain itu, Bibie juga mengaku tak menerima gaji secata rutin. Karena menurutnya ada bulan tertentu yang terlewat atau tidak dibayarkan gajinya.

Perihal ia bisa bekerja di Kementan tersebut, Bibie mengaku tak pernah meminta atau memohon kepada kakeknya untuk bekerja di Kementan. Namun kakeknya lah yang memintanya untuk magang di Biro Hukum Kementan, mengingat latar belakang pendidikannya sebagai sarjana hukum.

Hakim Rianto kemudian menanyakan, apakah ada Surat Keputusan atau SK resmi terkait penunjukkan Bibie sebagai Staf Tenaga Ahli di Biro Hukum Kementan. Bibie mengaku ada SK penunjukkannya itu, tapi ia tak memperhatikan siapa yang menandatanganinya.

“Siapa yang tanda tangan SK?” tanya Hakim Rianto.

“Saya enggak perhatikan,” ungkap Bibie.

RADEN PUTRI | ANTARA | TERAS.ID

Pilihan Editor: Eks Stafsus Syahrul Yasin Limpo Akui Terima Uang Rp 850 Juta dari Kementan untuk Bacaleg NasDem

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Usut Kasus Baru Eks Ketua KPK Firli Bahuri, Polda Metro Jaya Sudah Kantongi Alat Bukti

1 hari lalu

Polda Metro Jaya menetapkan eks Ketua KPK Firli Bahuri sebagai tersangka kasus pemerasan terhadap Syahrul Yasin Limpo (SYL) pada 23 November 2023. Polda menyangka Firli memeras SYL agar kasus korupsi di Kementan yang tengah ditangani KPK bisa berhenti. TEMPO/Imam Sukamto
Usut Kasus Baru Eks Ketua KPK Firli Bahuri, Polda Metro Jaya Sudah Kantongi Alat Bukti

Kasus baru Firli Bahuri yang sedang diusut ini juga berhubungan dengan kasus pemerasan terhadap Bekas Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.


Mengenal Sudaryono, Aspri Prabowo yang Disebut Bakal Dilantik Jadi Wamentan

2 hari lalu

Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah Sudaryono bersama Prabowo Subia to. Dok. Sudaryono.id
Mengenal Sudaryono, Aspri Prabowo yang Disebut Bakal Dilantik Jadi Wamentan

Sudaryono, Aspri Prabowo, dikabarkan akan mengisi posisi Wakil Menteri Pertanian. Berikut profilnya.


Kementerian Pertanian dan FAO Bikin Pelatihan Investigasi untuk Mitigasi Penyebaran Penyakit Menular Baru

4 hari lalu

Dokter hewan memeriksa seekor anjing peliharaan milik warga sebelum disuntikkan vaksin rabies dalam kegiatan peringatan World Rabies Day 2023 di Semarang, Jawa Tengah, Jumat 15 September 2023. Kegiatan vaskinasi rabies dan steril kucing gratis yang digelar Pemerintah Kota Semarang tersebut sebagai upaya melindungi hewan kucing dan anjing dari penyakit rabies serta mencegah over populasi kucing liar. ANTARA FOTO/Makna Zaezar
Kementerian Pertanian dan FAO Bikin Pelatihan Investigasi untuk Mitigasi Penyebaran Penyakit Menular Baru

FAO dan Kementerian Pertanian RI menyelenggarakan pelatihan investigasi untuk meningkatkan upaya pengendalian dan mitigasi penyebaran zoonosis.


Anak Syahrul Yasin Limpo Minta Maaf Atas Kelakuan Ayahandanya yang Terbukti Korupsi

4 hari lalu

Anggota DPR RI dari fraksi partai Nasdem juga putri Syahrul Yasin Limpo, Indira Chunda Thita Syahrul, dihadirkan dalam sidang lanjutan dengan terdakwa mantan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu, 6 Juni 2024. Sidang ini dengan agenda pemeriksaan keterangan lima orang saksi, Indira Chunda Thita Syahrul, GM Radio Prambors, Dhirgaraya S. Santo dan anggota DPR RI dari fraksi Partai Nasdem, Ahmad Sahroni, Pemilik PT. Maktour Indonesia, Fuad Hasan Masyhur dan Pemilik Suite Travel, Harly Lafian. TEMPO/Imam Sukamto
Anak Syahrul Yasin Limpo Minta Maaf Atas Kelakuan Ayahandanya yang Terbukti Korupsi

KPK memanggil anak dan cucu Syahrul Yasin Limpo alias SYL untuk diperiksa sebagai saksi perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU).


Usut Pengeroyokan di Sidang Syahrul Yasin Limpo, Polisi akan Panggil Satpam PN Jakpus

4 hari lalu

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi.  TEMPO/Martin Yogi Pardamean
Usut Pengeroyokan di Sidang Syahrul Yasin Limpo, Polisi akan Panggil Satpam PN Jakpus

Kedua tersangka pengeroyokan terhadap wartawan usai sidang Syahrul Yasin Limpo itu ditangkap pada 12 Juli 2024


KPK Resmi Ajukan Banding Atas Vonis 10 Tahun Penjara SYL

4 hari lalu

Terdakwa bekas Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, mengikuti sidang pembacaan surat amar putusan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, 11 Juli 2024. Majelis hakim menjatuhkan putusan terhadap Syahrul Yasin limpo, pidana penjara badan selama 10 tahun, denda Rp.300 juta subsider 4 bulan kurungan, membayar uang pengganti Rp.14.147.144.786 miliar dan 30.000 Dollar AS. TEMPO/Imam Sukamto
KPK Resmi Ajukan Banding Atas Vonis 10 Tahun Penjara SYL

KPK resmi ajukan banding atas putusan hakim terhadap eks Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) di kasus pemerasan di Kementan.


Imigrasi Tarik Paspor Firli Bahuri, Pencegahan ke Luar Negeri Diperpanjang

4 hari lalu

Polda Metro Jaya menetapkan Ketua KPK Firli Bahuri sebagai tersangka kasus pemerasan terhadap Syahrul Yasin Limpo (SYL) pada 23 November 2023. Polda menyangka Firli memeras SYL agar kasus korupsi di Kementan yang tengah ditangani KPK bisa berhenti. TEMPO/Imam Sukamto
Imigrasi Tarik Paspor Firli Bahuri, Pencegahan ke Luar Negeri Diperpanjang

Perpanjangan pencegahan yang kedua terhadap Firli Bahuri akan diberlakukan hingga 6 bulan ke depan.


KPK Periksa Anak dan Cucu Syahrul Yasin Limpo Hari Ini di Perkara TPPU

4 hari lalu

Anggota DPR RI dari fraksi partai Nasdem juga putri Syahrul Yasin Limpo, Indira Chunda Thita Syahrul, dihadirkan dalam sidang lanjutan dengan terdakwa mantan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu, 6 Juni 2024. TEMPO/Imam Sukamto
KPK Periksa Anak dan Cucu Syahrul Yasin Limpo Hari Ini di Perkara TPPU

KPK telah menyatakan akan berupaya menyelesaikan berkas perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) Syahrul Yasin Limpo secepatnya.


Massa Ormas Pendukung SYL Batal Demo ke Menara Kompas, Polisi Bubarkan Diri

5 hari lalu

Sejumlah anggota polisi Direktorat Samapta Korps Brimob lakukan apel sebelum bubar di sekitaran Menara Kompas pada Senin, 15 Juli 2024. Tempo/ Mochamad Firly Fajrian
Massa Ormas Pendukung SYL Batal Demo ke Menara Kompas, Polisi Bubarkan Diri

Menurut rencana massa dari ormas Formasi mau menggelar demo di Menara Kompas. Buntut kisruh antara pendukung SYL dan wartawan usai sidang.


Polisi Pasang Barikade Depan Menara Kompas Antisipasi Demo Massa Ormas Pendukung SYL

5 hari lalu

Dua unit mobil polisi tampak bersiaga dan besi hitam barikade terpasang di depan Menara Kompas, Palmerah, Jakarta Pusat pada Senin, 15 Juli 2024. Tempo/ Mochamad Firly Fajrian
Polisi Pasang Barikade Depan Menara Kompas Antisipasi Demo Massa Ormas Pendukung SYL

Massa dari sebuah ormas berencana menggeruduk Menara Kompas buntut kericuhan setelah sidang Syahrul Yasin Limpo.