Sabtu, 24 Februari 2018

Empat Polisi Ditahan Karena Narkoba

Oleh :

Tempo.co

Senin, 25 Agustus 2003 11:38 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Empat orang polisi anggota Polda Metro Jaya resmi menjadi tahanan Provost Polda Metro Jaya dalam kasus narkotika. Keempat orang itu terdiri dari tiga reserse dan seorang petugas lalu lintas Polda Metro Jaya. Juru Bicara Polda Metro Jaya Kombes Prasetyo menjelaskan hal itu di ruang kerjanya, Jumat (3/1). Sebelum penahanan tersebut, Brigadir Muhdi, seorang anggota Sub Bagian Pembinaan Jasmani Direktorat Personil Polda Metro Jaya meninggal dunia pada malam tahun baru karena over dosis. Sesaat sebelum meninggal, mereka melakukan pesta narkotika bersama tiga laki-laki dan lima perempuan sembari karaoke di kamar 11 Diskotik Athena, Tambora, Jakarta Barat. Empat orang dari Polda itu bernama Birgadir Sugeng Priyono, anggota Unit Curanmor Polda Metro Jaya; Brigadir Deni Minarto, anggota Serse Narkotik Polda Metro Jaya; Briptu Bambang Haryono, anggota Serse Narkotik Polda Metero Jaya; dan seorang petugas Satlantas Polda Metero Jaya yang belum diketahui namanya. Salah seorang lagi, saat ini ditahan Pomdam Metro Jaya bernama Serka Agung Sayekti dari Mabes TNI. Dua laki-laki lainnya masih dikejar. Begitu pula lima perempuan yang menemani mereka. Menurut Prasetyo, semua tersangka yang ditahan di provost positif menggunakan psikotropika golongan dua, metaphetamin. Mereka dianggap melanggar pasal 5 ayat 2 UU No. 26 tahun 1997 tentang Hukum Disiplin Prajurit dan pasal 62 UU RI NO. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukum lima tahun penjara. Menurut Prasetyo, Kapolda sangat marah mengetahui lima anggotanya melakukan pesta narkotika di malam tahun baru. Pada malam tahun baru seharusnya mereka melakukan pengamanan. Kita kan sudah siaga penuh. Kalau nggak ke lapangan ya di markas. Empat orang ini langsung dipanggil Kapolda kemarin, kata Prasetyo. Menurut Prasetyo, semula Kapolda tidak mengetahui kalau anggotanya melalaikan tugas. Masih untung ada yang meninggal, jadi ketahuan kalau dia tidak bertugas, kata Prasetyo. Keempat petugas dari Polda ini, akan dihadapkan pada Dewan Kode Etik yang dipimpin Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda/Irpolda) Polda Kombes Pol Ismoko. Bila dalam sidang nanti, para petugas ini dinilai tidak layak menjadi polisi, dia bisa mendapatkan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) alias dipecat. Namun, sebelumnya mereka bisa mendapat teguran keras dan penahanan berat. Selain itu, mereka juga masih akan mendapatkan ganjaran dari pemakaian narkoba. Setelah ditangani provost dan dilakukan pemecatan, keempat polisi ini akan diserahkan ke bagian Serse Polda Metro Jaya. Sejauh ini, ujar Prasetyo, sudah ada karyawati dan satpam Athena yang diperiksa sebagai saksi. Menurut seorang saksi, pada Rabu (1/1) pukul 01.00 WIB, dia melihat delapan orang laki-laki dan lima perempuan berada di kamar 11. Pada pukul 03.30 WIB, dia akan membersihkan meja. Saat itu, Muhdi diberi susu merk Bear Brand sebanyak tiga kaleng untuk menawar narkotik yang dipakainya. Tapi Muhdi sudah tidak tertolong lagi. Prasetyo menolak jika dikatakan bahwa polisi memakai narkotik dari barang bukti yang disita sebelumnya karena dua tersangka itu berasal dari Serse Narkotika. Kalau barang bukti belum tentu, kata Prasetyo. (Istiqomatul Hayati- Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Pentingnya Memilah Sampah Sesuai Jenisnya

    Pilahlah sampah sesuai jenisnya, sampah organik, anorganik, dan sampah lainnya.