Sabtu, 24 Februari 2018

Polisi Gulung Komplotan Penjual Narkotik di Jaksel

Oleh :

Tempo.co

Senin, 25 Agustus 2003 11:37 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Petugas Polres Jakarta Selatan, Kamis (2/1) malam, menggulung komplotan pengedar narkotika dan obat-obat terlarang. Lima pelaku tertangkap, dua diantaranya ditembak setelah berusaha melarikan diri. Dari dua yang tertembak, satu diantaranya tewas dalam perjalanan ke rumah sakit. Petugas juga telah meyita barang bukti berupa ganja kering seberat 11 kilogram, putaw 53,9 gram, satu alat hisap, empat sendok takar dan dua alat timbang. Menurut Kasatserse Jakarta Selatan Komisaris Polisi Merdisjam, kelima pelaku itu masing-masing adalah Mahdi Amin, Asrizal, Muzakkir Daud, Ricky Angkowidjojo, dan Herry L. Manik alias Limbong. Kelima pelaku diringkus petugas dari empat yang berbeda. Petugas menyamar sebagai pembeli, kata Merdisjam. Terbongkarnya jaringan pengedar naskotik ini berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya peredaran narkoba di sekitar gelanggang remaja Bulungan, Jakarta Selatan. Dalam penyelidikan, polisi yang menyamar sebagai pembeli, menemui tersangka Mahdi Amin dan Asrizal. Kepada kedua tersangka, polisi mengaku membutuhkan ganja dan sabu-sabu dalam jumlah besar. Karena tidak curiga, kedua pelaku mengajak polisi tersebut ke rumah Muzakir di Jalan Jelambar, Jembatan III, Jakarta Barat untuk melakukan transaksi. Begitu barang yang diminta diperlihatkan, petugas lain yang sejak awal menguntit, langsung beraksi meringkus para tersangka. Merasa dirinya terjebak, Mahdi berusaha melarikan diri. Namun sayang, petugas lebih cepat bergerak dengan menyarangkan peluru ke kaki kanan Mahdi. Dari tempat tersebut disita ganja kering seberat 10 kg dan shabu-shabu seberat 48,3 gram. Dalam pemeriksaan, tersangka Mahdi mengaku bahwa ganja tersebut diperoleh dari Limbong yang biasa mangkal di sekitar rumah makan Pizza Hut, Jalan RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Berdasarkan keterangan itu, petugas berhasil meringkus Limbong dan Ricky. Namun, ketika petugas meminta kedua tersangka menunjukan tempat penyimpanan barang-barang haramnya, Limbong melakukan perlawanan dan berusaha kabur. Lagi-lagi petugas bertindak cepat dengan melepaskan tembakan peringatan. Karena tembakan peringatan tidak digubris, petugas pun mengarahkan pistol tubuh Limbong dan tepat mengenai paha kirinya. Petugas kemudian memperoleh alamat tempat tinggal Limbong yang berada di Ciganjur, Jagakarsa. Di rumah itu ditemukan 200 ons ganja, 53,9 gram putaw, satu alat hisap, dua timbangan dan empat alat takar. Limbong yang mengalami luka tembak kemudian dibawa ke rumah sakit Polri Kramatjati. Namun sayang, dalam perjalanan tersebut dia menghembuskan nafas terakhir. Dugaan kami, sebelum tertangkap dia telah menggunakan narkotika. Jadi, walaupun tembakan hanya kena kaki, tapi fisiknya tidak kuat sampai akhirnya meninggal, kata Merdisjam membantah dugaan, tersangka mengalami luka tembak dititik yang mematikan. Merdi juga menambahkan, tersangka Limbong memang selama ini sudah masuk daftar pencarian orang. Bahkan, lelaki itu dikenal sebagai residivis yang pernah dipenjara dua kali dalam kasus serupa. (Suseno Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Pentingnya Memilah Sampah Sesuai Jenisnya

    Pilahlah sampah sesuai jenisnya, sampah organik, anorganik, dan sampah lainnya.