Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Setelah Pegi Bebas, Melihat Lebih Dekat Lagi 3 TKP Lokasi Peristiwa Kematian Vina dan Eky di Cirebon

image-gnews
Flyover Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, lokasi dimana Eky dan Vina ditemukan tewas pada 27 Agustus 2016. TEMPO/ Advist Khoirunikmah.
Flyover Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, lokasi dimana Eky dan Vina ditemukan tewas pada 27 Agustus 2016. TEMPO/ Advist Khoirunikmah.
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kasus pembunuhan Vina dan Eky masih terus menjadi perhatian publik. Kasus ini memasuki babak baru setelah Pegi Setiawan memenangkan praperadilan atas penetapan dirinya sebagai tersangka pembunuhan dua pasangan sejoli itu.

Pegi Setiawan selama ini dianggap buron dan masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO. Ia kemudian ditahan oleh Polda Jawa Barat yang mengambil alih pengusutan kasus ini. Tidak terima atas penetapan dirinya sebagai tersangka, Pegi mengajukan gugatan praperadian. Hakim kemudian mengabulkan, dan Pegi dibebaskan.    

Kasus ini bermula saat Vina Dewi Arsita dan Muhammad Rizky Rudiana atau Eky, ditemukan tewas pada 27 Agustus 2016, di Flyover Talun, Cirebon. Mulanya, polisi menetapkan kematian dua remaja Cirebon itu akibat kecelakaan tunggal. Namun, pada 31 Agustus 2016, ayah dari Eky yaitu Rudiana, melaporkan ke Polres Cirebon Kota, jika kematian anaknya diduga karena dibunuh.

Kasus kematian Vina dan Eky ini kembali mencuat setelah ceritanya difilmkan dengan judul Vina: Sebelum 7 Hari. Setelah film ini rilis, berbagai dugaan dan pendapat bermunculan tentang pelaku dan kronologi pembunuhan Vina dan Eky. Terlebih masih ada buron yang belum tertangkap.

Petugas Kepolisian menggiring tersangka kasus pembunuhan Pegi Setiawan untuk dihadirkan pada konferensi pers yang digelar di Gedung Ditreskrimum Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Minggu 26 Mei 2024. Polda Jabar berhasil menangkap Pegi Setiawan alias perong atas dugaan kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita dan Muhammad Rizky yang terjadi di Cirebon pada tahun 2015 silam. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Hingga kemudian penyidik Polda Jawa Barat menangkap Pegi Setiawan. Nama Pegi disebut dalam berita acara pemeriksaan Inspektur Dua Rudiana. Pegi disebut sebagai salah satu pelaku pembunuhan yang kabur. 

Tempo mencoba menelusuri tempat kejadian perkara atau TKP tempat Vian dan Eky ditemukan tewas.  

Rabu malam,19 Juni 2024, pukul 18.30 WIB, dan Kamis siang, 20 Juni 2024, Tempo menelusuri tiga Tempat Kejadian Perkara (TKP), dimulai dari lokasi Eky dan Vina dilempari batu saat melintas menggunakan sepeda motor, tempat keduanya disiksa, hingga lokasi ditemukannya Vina dan Eky. 

Tempat pertama yang Tempo kunjungi adalah jalan raya di depan SMP Negeri 11 Cirebon. Lokasi ini menjadi lokasi Eky yang saat itu membonceng Vina menggunakan sepeda motor, lalu dilempari batu oleh sekelompok geng motor. Jalan raya di area tersebut kurang lebih memiliki lebar 3,5 meter atau bisa dilalui 2 mobil dan 1 motor.

Di malam hari, di area jalan sekitar SMP Negeri 11 Cirebon, tidak banyak lampu yang terpasang. Hanya mengandalkan pantulan cahaya lampu kendaraan yang melintas. Tepat di seberang SMP Negeri 11 Cirebon, ada gang dengan lebar kurang lebih 2,5 meter, atau dengan luas bisa dilintasi satu mobil dan 1 motor.

SMP Negeri 11 Cirebon, lokasi Eky dan Vina melintas menggunakan sepeda motor, dan diduga dikejar serta dilempari batu oleh sekelompok geng motor pada 27 Agustus 2016. TEMPO/Advist Khoirunikmah.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Di sebelah kanan gang itu, ada tembok berwarna putih dari sebuah bangunan ruko yang masih bertuliskan "Ruko ini disewakan." Diketahui, ruko tersebut adalah tempat dimana saksi Aep dan Dede, melihat Vina dan Eky dilempari batu. Di sebelah kiri gang itu, ada toko kelontong yang menjual aneka snack. 

Lima langkah saat masuk ke dalam gang, di sebelah kiri ada rumah kost yang juga bertuliskan "Terima Kost." Lima langkah masuk ke dalam, sudah tidak ada lagi bangunan,hanya lahan kosong dipenuhi berbagai pohon besar, dan tumbuhan liar. Lokasi inilah, tempat diduga Eky dan Vina disiksa, dan diduga juga Vina diperkosa oleh 11 anggota geng motor. Di malam hari, di lahan kosong itu, sama sekali tidak ada lampu yang menyala, pun tidak ada orang yang melintas. 

Lahan kosong di seberang SMP Negeri 11 Cirebon, tempat Eky dan Vina diduga alami penyiksaan oleh sekelompok geng motor pada 27 Agustus 2016. TEMPO/Advist Khoirunikmah.

Pada keesokanya, Kamis, 20 Juni 2024, Tempo kembali mendatangi SMP Negeri 11 Cirebon, lalu langsung menuju ke Flyover Talun, tempat Vina dan Eky ditemukan tewas. Jarak kedua lokasi tersebut terbilang cukup dekat, yaitu sekitar 1,1 kilometer atau 3 menit jika menggunakan sepeda motor. 

Flyover Talun ada pembatas, satu dari arah Cirebon Kota menuju Sumber (salah satu daerah di Cirebon), dan arah sebaliknya. Vina dan Eky ditemukan di Flyover Talun arah Cirebon menuju Sumber. Salah satu yang mengetahui dua remaja Cirebon itu terjatuh di flyover Talun adalah Rossa Mega Saputra, pemilik bengkel motor Rossa, yang berjarak 200 meter dari TKP ditemukannya Vina dan Eky. Bengkel motor itu buka 24 jam. Pada malam kejadian, ia tengah sibuk melayani servis motor. Rossa tidak sendiri, ada 2 teman nongkrong, yang setiap hari menemani. 

Flyover Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, lokasi dimana Eky dan Vina ditemukan tewas pada 27 Agustus 2016. TEMPO/ Advist Khoirunikmah.

Sekitar pukul 22.15 WIB, ia diberitahukan jika ada dua orang mengalami kecelakaan lalu lintas di Flyover Talun. Dua orang teman kongko Rossa, langsung berlari ke TKP. Sedangkan Rossa menunggu motor yang ada di bengkel. Karena dua kawannya tidak kunjung kembali, akhirnya Rossa memutuskan untuk melihat langsung. "Pas sampai udah langsung ramai," katanya saat ditemui di bengkelnya, Kamis, 20 Juni 2024. 

Rossa mengaku tidak melihat betul bagaimana kondisi Vina dan Eky saat itu, yang melihat jelas dua orang temannya. Namun, pada 27 Agustus 2016, Rossa tidak mendengar adanya teriakan atau suara geberan motor atau suara ribut. Karena pada malam itu, hanya sedikit kendaraan yang melintas, disebabkan cahaya lampu yang minim, dan sedang rawan begal, dan pada malam itu, sedang hujan deras sejak pukul 21.00hingga 22.00 WIB. "Pas korban ditemuin itu udah hujan gerimislah," ucap dia. 

Pilihan Editor: Pegi Setiawan Bebas, Namanya Disebut dalam BAP Inspektur Dua Rudiana Soal Terduga Pelaku Pembunuhan Vina

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Cerita Pegi Setiawan Detik-Detik Ditangkap Polisi dan Kaki Diinjak Penyidik

6 jam lalu

Petugas Kepolisian menggiring tersangka kasus pembunuhan Pegi Setiawan untuk dihadirkan pada konferensi pers yang digelar di Gedung Ditreskrimum Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Minggu 26 Mei 2024. Polda Jabar berhasil menangkap Pegi Setiawan alias perong atas dugaan kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita dan Muhammad Rizky yang terjadi di Cirebon pada tahun 2015 silam. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Cerita Pegi Setiawan Detik-Detik Ditangkap Polisi dan Kaki Diinjak Penyidik

Pegi Setiawan menceritakan detik-detik dirinya ditangkap personel Polda Jawa Barat atas tuduhan pelaku pembunuhan Vina dan Eky


DPR Soroti Pergantian Penyidik Kasus Vina Setelah Pegi Setiawan Bebas

10 jam lalu

Kerabat memeluk ibu Pegi Setiawan, Kartini, usai putusan sidang praperadilan tersangka kasus Vina Cirebon, di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, 8 Juli 2024. Hakim mengabulkan gugatan praperadilan Pegi Setiawan yang membuat status tersangka yang ditetapkan penyidik Polda Jawa Barat terhadap Pegi Setiawan tidak sah dan dinyatakan batal demi hukum. TEMPO/Prima Mulia
DPR Soroti Pergantian Penyidik Kasus Vina Setelah Pegi Setiawan Bebas

Dewan Perwakilan Rakyat menyoroti sikap Polri yang tetap mengupayakan penyidikan kasus kematian Vina dan Eky.


Peristiwa Hukum Sepekan Ini: Pegi Setiawan Bebas, Syahrul Yasin Limpo Divonis 10 Tahun

1 hari lalu

Terdakwa bekas Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, mengikuti sidang pembacaan surat amar putusan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis, 11 Juli 2024. Majelis hakim menjatuhkan putusan terhadap Syahrul Yasin limpo, pidana penjara badan selama 10 tahun, denda Rp.300 juta subsider 4 bulan kurungan, membayar uang pengganti Rp.14.147.144.786 miliar dan 30.000 Dollar AS. TEMPO/Imam Sukamto
Peristiwa Hukum Sepekan Ini: Pegi Setiawan Bebas, Syahrul Yasin Limpo Divonis 10 Tahun

Peristiwa hukum pekan ini antara lain Pegi Setiawan menang praperadilan bebas status tersangka dan vonis 10 tahun pidana penjara Syahrul Yasin Limpo.


Polda Jawa Barat Sebut Masih Pelajari Berkas Putusan Praperadilan Pegi Setiawan

1 hari lalu

Pegi Setiawan (tengah baju kuning) didampingi oleh tim kuasa hukum dan kedua orang tua, berfoto usai resmi keluar dari tahanan Polda Jawa Barat, pada Senin malam, 8 Juli 2024. Doc. Kuasa Hukum Pegi Setiawan, Toni RM.
Polda Jawa Barat Sebut Masih Pelajari Berkas Putusan Praperadilan Pegi Setiawan

Polda Jawa Barat masih memperjari berkas putusan praperadilan Pegi Setiawan.


Polda Jawa Barat Bantah Pernyataan Pegi Setiawan Soal Salah Tangkap

1 hari lalu

Pegi Setiawan (tengah baju kuning) didampingi oleh tim kuasa hukum dan kedua orang tua, berfoto usai resmi keluar dari tahanan Polda Jawa Barat, pada Senin malam, 8 Juli 2024. Doc. Kuasa Hukum Pegi Setiawan, Toni RM.
Polda Jawa Barat Bantah Pernyataan Pegi Setiawan Soal Salah Tangkap

Polda Jawa Barat membantah pernah meminta maaf kepada Pegi Setiawan karena salah tangkap.


Sosok Saka Tatal, Terpidana di dalam Kasus Vina-Eki yang Mengajukan PK

2 hari lalu

Saka Tatal, mantan terpidana kasus pembunuhan Vina, jalani tes masuk kerja di PT Dusdusan, Kecamatan Palmerah, Jakarta, Rabu, 5 Juni 2024. TEMPO/Jihan Ristiyanti
Sosok Saka Tatal, Terpidana di dalam Kasus Vina-Eki yang Mengajukan PK

Mukti menyatakan Peninjauan Kembali (PK) tersebut dilakukan untuk pemulihan nama baik Saka Tatal serta meminta pertanggungjawaban negara


Kapolda Sumbar, Kapolda Jabar, dan Kapolda Sumut dalam Sorotan, Ini Kasus-kasus di Wilayahnya

2 hari lalu

Orangtua Afif Maulana, pelajar SMP yang tewas diduga dianiaya oknum polisi, menabur bunga di pusara anaknya di pemakaman umum (TPU) Tanah Sirah, Padang, Sumatera Barat, Rabu, 10 Juli 2024. Keluarga Afif Maulana bersama LBH Padang dan mahasiswa menggelar doa bersama dan tabur bunga bertepatan dengan 31 hari meninggalnya Afif Maulana dan keluarga berharap mendapatkan keadilan atas peristiwa itu. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra
Kapolda Sumbar, Kapolda Jabar, dan Kapolda Sumut dalam Sorotan, Ini Kasus-kasus di Wilayahnya

Sejumlah Kapolda disorot kinerjanya yaitu Kapolda Sumbar Irjen Suharyono, Kapolda Jabar Irjen Akhmad Wiyagus, dan Kapolda Sumut.


Bebas Setelah Menang Praperadilan, Ponsel, Ijazah, Rapor Hingga KK Pegi Setiawan Masih Disita Polda Jabar

2 hari lalu

Petugas Kepolisian menggiring tersangka kasus pembunuhan Pegi Setiawan untuk dihadirkan pada konferensi pers yang digelar di Gedung Ditreskrimum Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Minggu 26 Mei 2024. Polda Jabar berhasil menangkap Pegi Setiawan alias perong atas dugaan kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita dan Muhammad Rizky yang terjadi di Cirebon pada tahun 2015 silam. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Bebas Setelah Menang Praperadilan, Ponsel, Ijazah, Rapor Hingga KK Pegi Setiawan Masih Disita Polda Jabar

Kuasa hukum Pegi Setiawan menyebutkan sejumlah barang milik kliennya seperti handphone, ijazah, raport, dan Kartu Keluarga, masih disita oleh pihak Polda Jawa Barat.


Diduga Beri Kesaksian Palsu di Kasus Vina Cirebon, Ini Isi Lengkap Keterangan Aep dan Dede

2 hari lalu

Aep saksi kasus Vina Cirebon. Foto : Youtube
Diduga Beri Kesaksian Palsu di Kasus Vina Cirebon, Ini Isi Lengkap Keterangan Aep dan Dede

Kesaksian lengkap Aep dan Dede yang tertuang di putusan Pengadilan Negeri Cirebon dalam perkara pembunuhan Vina dan Eky, 8 tahun lalu.


Diduga Beri False Confession Soal Pegi Setiawan, Ini Awal Mula Aep dan Dede Memberi Kesaksian ke Rudiana

2 hari lalu

Petugas Kepolisian menggiring tersangka kasus pembunuhan Pegi Setiawan untuk dihadirkan pada konferensi pers yang digelar di Gedung Ditreskrimum Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Minggu 26 Mei 2024. Polda Jabar berhasil menangkap Pegi Setiawan alias perong atas dugaan kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita dan Muhammad Rizky yang terjadi di Cirebon pada tahun 2015 silam. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Diduga Beri False Confession Soal Pegi Setiawan, Ini Awal Mula Aep dan Dede Memberi Kesaksian ke Rudiana

Dari Aep dan Dede, Inspektur Dua Rudiana mendapat keterangan tentang terduga pelaku pembunuhan Vina dan Eky. Muncul nama Pegi Setiawan.