Warga Jembatan Besi Kembali Diminta Bongkar Rumahnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Warga yang berada di bekas wilayah RW 04, Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat kembali memperoleh peringatan dari Walikotamadya Jakarta Barat. Peringatan yang ditunjukkan Lurah Abdul Chalik kepada Tempo News Room, Rabu (29/1), itu berupa Surat Perintah Bongkar (SPB) ke-2, yang ditandatangani Walikota Jakarta Barat, Sarimun Hadisaputra. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, para warga Jembatan Besi diminta meninggalkan lahannya. Surat perintah yang dikeluarkan kali ini, merupakan lanjutan dari SPB yang diberikan pada 24 Desember lalu. Sebelumnya, dalam pertemuan DPRD dengan warga pada pertengahan Desember lalu, DPRD meminta kepada walikota agar tidak ikut campur dalam masalah tanah seluas lima hektar di Jembatan Besi itu. Kenyataannya, walikota tetap memberikan surat itu. Yang bisa membatalkan SPB itu pengadilan, kata Lurah ini. Menurut Chalik, tanah di wilayahnya merupakan milik PT Cakra Wirabumi Mandala, yang berada di Jalan Tomang Raya. Namun, Chalik mengatakan tidak tahu menahu perpindahan tanah ke tangan perusahaan tersebut. Bahkan dia tidak bisa menunjukkan bukti jual beli yang dilakukan warga dengan developer. Itu terjadi sebelum saya ada disini. Arsip itu sudah tiga tahun lebih, jadi paling sudah ada di negara, katanya. Sedangkan mengenai rencana pembongkaran itu sendiri, kata Chalik, tetap akan dilaksanakan. Namun, pihaknya tidak akan memberikan tempat penampungan sementara bagi para warga. Pasalnya, mereka bukan warga Jembatan Besi sehingga seharusnya mereka kembali ke tanah asal mereka. Secara pribadi, Chalik menginginkan agar masalah tersebut diselesaikan secara damai. (Purwanto Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.