Polisi Kesulitan Telusuri Korban Sodomi Abang Kacamata

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Polisi kesulitan menelusuri korban lain dari APS alias Abang Kaca Mata, 24 tahun. "Korban masih mentok 16 anak. Kesulitan kami karena anak jalanan ini hidupnya nomaden," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakut, Komisaris Adex Yudiswan, Senin (25/1).

    Menurut Adex, pihaknya hanya terbatas mencari korban di wilayah yuridiksi Polres Jakarta Utara. "Kita terkendala hanya diwilayah Jakut saja," kata dia. Adex meyakini korban APS bisa mencapai puluhan anak. Pasalnya, APS sudah beraksi sejak enam tahun yang lalu. Apalagi APS berprofesi sebagai kondektur Metro Mini 41 jurusan Tanjung Priok-Pulogadung. "Dugaan kami kemungkinan anak-anak yang naik metro mini dia menjadi korban sangat besar," kata Adex. APS sendiri sudah tiga tahun bekerjan sebagai kondektur.

    Berbagai upaya sudah dilakukan oleh polisi untuk menelusuri korban sodomi APS, antara lain dengan membentuk tim khusus. Polisi juga menggelar razia anak jalanan pada pekan lalu. Dari razia ini, polisi menemukan satu anak jalanan yang mengaku pernah menjadi korban APS.

    Polisi juga telah menyebar foto APS di sejumlah lokasi tempat anak-anak jalanan mangkal di Jakarta Utara. Selain untuk menambah bukti dalam menjerat APS, polisi juga ingin memberikan treatment kepada anak-anak jalanan korban sodomi agar tidak menjadi pelaku potensial dimasa yang akan datang.

    SOFIAN / GUSTIDHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.