Komnas Anak: Pelaku Kriminal Anak Marak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta -Tindak kriminal yang dilakukan oleh anak-anak marak terjadi di Indonesia. Berdasarkan data di Komisi Nasional Perlindungan Anak, pada 2009 lalu tercatat 1.258 kasus tindak kriminal yang dilakukan anak-anak.

    "Naik 25 persen dari 2008, ini sangat memprihatinkan," ujar Ketua Komnas Anak, Seto Mulyadi saat dihubungi Tempo, Minggu (31/1). Menurut Seto, kondisi tersebut terjadi karena faktor tekanan ekonomi dan kurangnya perhatian orang tua terhadap anak.

    Selain itu faktor lingkungan juga banyak berpengaruh. "Anak-anak yang melakukan konflik dengan hukum itu adalah korban dari kondisi. Mereka mesti dilindungi juga, perlu perlakuan khusus," kata Seto. "Tidak bisa kita hanya menggunakan kaca mata kriminal semata."

    Kepolisian Sektor Beji, Depok, kemarin menangkap Sym dan Rn, masing-masing berusia 17 tahun, karena melakukan perampokan pada sopir taksi Blue Bird, Satun. Mereka berpura-pura sebagai penumpang dan ditengah jalan menodongkan golok dan merampas uang sopir tersebut.
    Hari itu juga polisi berhasil membekuk kedua pelaku. Karena usia mereka yang masih tergolong anak-anak, Polsek Beji menyerahkan penangannya ke unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Depok. Atas perbuatannya tersebut mereka berdua teracam pasal 365 KUHP tentang tindak pencurian dengan kekerasan.

    Polres Depok berkerjasama dengan Komnas Anak untuk penanganan kasus tersebut. Menurut Seto, proses hukum terhadap kedua pelaku tersebut mesti tetap harus berjalan. "Namun penangannya tentu berbeda dengan orang dewasa," katanya.


    AGUNG SEDAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.