Alami Gangguan Empedu, Bilqis Dioperasi Lagi Rabu Nanti

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Bilqis Anindya Passa, balita berusia 17 bulan yang menderita atresia billier atau gangguan pada saluran empedu, direncanakan akan menjalani operasi di Rumah Sakit Karyadi Semarang, Jawa Tengah, Rabu (3/2) pekan ini.

    Menurut Dewi Farida (37), ibunda dari Bilqis, Dinas Kesehatan Direktorat Jenderal Medik Departemen Kesehatan berjanji akan memfasilitasi semua keperluan operasi. Namun Dewi tidak mengetahui secara pasti jenis bantuan apa yang akan diberi kepadanya.

    "Saya dirujuk ke Rumah Sakit Karyadi Semarang atas saran Dirjen Medik, Depkes. Katanya biayanya juga akan ditanggung, tapi belum mengabari lagi," kata Dewi kepada Tempo, Senin (1/2).

    Untuk sementara, snak kedua dari pasangan Dewi  dan Donny Ardianda Passa (33) saat ini tengah menjalani serangkaian terapi akupuntur syaraf yang sudah berjalan selama 10 hari.

    Orang tua Balqis telah menggagas terbentuknya gerakan sosial Koin Cinta untuk Bilqis yang kini sudah tersebar di 16 wilayah Indonesia. "Awalnya saya shock biaya operasi mencapai Rp 1 milyar. Karena terinspirasi dari Koin Prita, lalu saya dan suami berinisiatif membentuk posko yang sama," kata Dewi menjelaskan.

    Hingga hari ini, uang yang sudah terkumpul lewat rekening mencapai Rp 239 juta. Uang itu, kata Dewi, belum termasuk penghitungan koin. "Terakhir kali penghitungan Jumat kemarin, besar uangnya sebesar 239 juta. Dua hari lagi, kami akan meng-update ulang," kata Dewi lagi.

    Sebelumnya, Bilqis pernah menjalani operasi di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading saat berusia kurang dari dua bulan. Operasi yang memakan waktu tujuh jam itu sedikit membawa perubahan bagi kondisi Bilqis.

    Namun tak memakan waktu empat puluh hari, organ hatinya kembali menggalami gangguan. Bilqis dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusuma selama beberapa bulan.

    Kini, setelah banyaknya pemberitaan tentang Koin Cinta untuk Bilqis, otoritas Departemen Kesehatan akhirnya turun tangan untuk membantu kesulitan yang dihadapi pasangan yang bertempat tinggal di Jl. Kramat Sentiong Mesjid No E 87 F RT 007 RW 06, Jakarta Pusat itu.

    Dwi menuturkan, selama kurang lebih setahun, biaya yang sudah dikeluarkan mulai dari melahirkan hingga operasi, mencapai Rp 400 juta. Dewi mengaku sudah tak punya uang lagi untuk membiayai operasi sebesar Rp 1 milyar itu.

    APRIARTO MUKTIADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.