Kotoran Air Dekat Pemotongan Babi di Kapuk Hambat Saluran Limbah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Rumah pemotongan hewan di Kapuk, Jakarta Barat, telah memenuhi standar pengolahan limbah. Namun, saluran air di sekitar rumah pemotongan hewan itu kotor sehingga menghambat arus limbah cair.

    "Sudah tidak masalah lagi sebenarnya tapi drainase tidak lancar," kata Kepala Subdirektorat Fasilitasi Penyelesaian Sengketa Lingkungan Jakarta Barat, Dulles Manurung, Selasa (2/2).

    Dulles mengatakan, rumah pemotongan babi itu telah mengikuti anjuran pemerintah. Sebelumnya, warga di sekitar rumah pemotongan hewan mengeluhkan limbah padat buangan. Kotoran babi serta isi perut babi dibuang di sekitar lokasi pemotongan.

    Pemerintah Jakarta Barat meminta pengelola rumah pemotongan hewan itu membangun instalasi pengolahan air limbah. Selain itu, kotoran babi serta isi perut babi harus dibuang ke tempat pembuangan sampah. Pengelola pun harus menggunakan kontainer untuk mengangkut limbah padat itu.

    Persoalan baru yang dikeluhkan warga sekitar, ujar dia, adalah saluran air yang tak lancar. Sampah dan kotoran yang bertumpuk di saluran air menghambat arus limbah cair sehingga limbah cair itu menimbulkan bau.

    Dulles menambahkan, persoalan tersebut harus diselesaikan sejumlah instansi. Warga selama ini hanya mengetahui bahwa kantor Pengelola Lingkungan Hidup yang bisa menyelesaikan persoalan itu.

    Padahal, pembongkaran dan pembersihan saluran air merupakan tanggung jawab Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air. "Itu persoalan terhambatnya drainase kota," ujarnya.


    Kurniasih Budi
      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.