Korban Pembobolan ATM kembali Melapor ke Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Soemadi Saiman (60), nasabah Bank Mandiri asal Tebet yang menjadi korban pembobolan ATM, kembali melapor ke sentra pengaduan Polda Metro Jaya, Rabu (3/2). Sebelumnya, Soemadi melapor atas kejadian serupa pada Senin (25/1). Dua minggu ini belum ada perkembangan positif dari kejadian yang menimpanya.

    "Saya sudah dua kali bertemu dengan pihak bank, katanya masih diinvestisigasi melalui kantor pusat di Gatot Subroto," kata Soemadi.

    Proses penelusuran agak sulit dilakukan karena bilik Anjungan Tunai Mandiri tempat kejadian pembobolan tidak terdapat CCTV. Pihak Bank Mandiri justru menyalahkan Soemadi. "Kata pihak bank mandiri, jangan-jangan dari keluarga saya yang mengambil. Padahal kartu ATM selalu saya bawa," tambah Soemadi.

    Soemadi menyesalkan tindakan pengamanan pihak bank yang tidak maksimal. "Kalau tidak ada CCTV-nya bagaimana mengamankan ATM?" kata Soemadi.

    Soemadi mengaku mulai kehilangan uang sejak September 2009, dengan total kerugian sekitar 90 juta. Lokasi pengambilan uang ada di tiga lokasi, yakni di Alfa Tebet, Lap Ros, dan Bank Mandiri Tebet. Dari tiga lokasi, Soemadi paling sering mengambil di ATM Bank Mandiri Tebet. "Saya tidak pernah bertransaksi di Alfa Tebet," kata Soemadi.

    Pencuri mengambil uang Soemadi sesuai limit ATM per hari yakni Rp 5 juta. "Jika saya mengambil uang satu juta, maka yang empat juta akan diambil," ujar Soemadi. Jika mengurus lewat Polda tetap tidak bisa, Soemadi berencana mendatangi Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia.

    MAHARDIKA SATRIA HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.