Sampah Tangerang Selatan Akhirnya Dibuang di Cipeucang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Tangerang - Setelah ditolak sana sini, akhirnya sampah Tangerang Selatan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah, Cipeucang, kecamatan Serpong.

    "Sudah mulai dibuang di Cipeucang," ujar Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Tangerang Selatan Didi Supriadi Wijaya saat ditemui di kantornya, Kamis (4/2).

    Didi mengatakan, tempat itu belum sepenuhnya siap untuk menampung 600 kubik sampah Tangerang Selatan setiap harinya. Tapi itu terpaksa dilakukan karena wilayah itu tidak ada tempat pembuangan sampah. "Mau buang di mana kalau semua menolak," katanya. Dia berharap, kebijakan itu tidak akan memancing protes dari pihak-pihak terkait seperti warga sekitar. "Ini adalah salah satu solusi terbaik saat ini," ucapnya.

    Terkait sejumlah tuntutan warga sekitar, kata dia, saat ini sedang dalam tahap pembahasan. Tempat pembuangan akhir Cipeucang merupakan tempat pembuangan akhir sampah sementara yang berlokasi di Serpong sekitar satu kilometer dari pasar Serpong. Lahan seluas 2,4 hektar itu awalnya hanya tempat pembuangan sampah pasar Serpong sejak dua puluh tahun lalu.

    Berkembangnya wilayah dan jumlah penduduk yang semakin padat, berangsur-angsur tempat pembuangan itu dijadikan tempat pembuangan sampah permanen diwilayah Kabupaten Tangerang.

    Menurut Didi, sambil menunggu teknologi pengolahan sampah moderen yang akan diterapkan di Cipeucang, sampah sementara ditumpuk terlebih dahulu. "Nantinya sampah di sana akan diolah dengan baik," ia berjanji.

    Selain tidak punya tempat pembuangan, Tangerang Selatan juga mengalami masalah dalam hal sarana transportasi. Saat ini, kota baru hasil pemekaran Kabupaten Tangerang itu hanya memiliki sembilan armada pengangkut sampah. Jumlah itu masih sangat minim untuk mengangkut sampah ditujuh wilayah seperti Ciputat, Ciputat Timur, Serpong, Serpong Utara, Pamulang, Pondok Aren, dan Setu. "Sangat tidak mencukupi," kata Didi.

    Tahun 2010 ini, Didi menambahkan, armada akan ditambah lima unit lagi. Meski jauh dari ideal, penambahan armada tersebut diharapkan mampu mengatasi permasalah sampah Tangerang Selatan. "Pastinya akan ditambah secara bertahap," katanya

    Krisis sampah di Tangerang Selatan sudah terjadi sejak satu bulan terakhir ini. Awal tahun, Pemerintah Kabupaten Tangerang menghentikan layanan sampah dikota baru itu dengan menarik 40 armada sampah dan melarang pembuangan sampah di Jatiwaringin, Mauk. Hal ini berakibat, sampah menumpuk dimana-mana dan menyebarkan bau busuk.

    JONIANSYAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.