Bayi Kembar Siam Asal Lampung Tidak Bisa Dioperasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta - Bayi kembar asal Lampung yang belum genap berusia satu minggu dinyatakan tidak bisa dilakukan operasi pemisahan. Hal itu terkait kedua bayi ternyata berbagi satu jantung.

    Menurut Dr. Bambang Supriyatno, selaku dokter Ketua Departemen Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), kondisi jantung bayi kembar siam itu tidak memungkinkan untuk dipisahkan. "Untuk saat ini keadaannya masih inoperable, tapi akan tetap kami rawat," ujar dia dalam konferensi pers yang digelar di RSCM, Jumat (05/02). Bayi kembar pasangan Wawan dan Iis itu sampai saat ini belum memiliki nama.

    Pernyataan senada disampaikan Dr. Mulyadi M. Djer, dokter spesialis jantung, yang menangani bayi kembar itu menyatakan kalau pun harus dipisahkan berarti salah satu bayi harus ada yang dikorbankan. "Itu yang sulit dari segi etis," ujar dia.

    Selain itu, kata Mulyadi,  kondisi jantung yang tidak normal dari bayi kembar itu kemungkinan fungsi jantung akan tidak sempurna. "Secara teoritis bila jantungnya kami berikan ke salah satu bayi tetap sulit karena kondisinya tidak normal."

    Kedua bayi kembar siam itu saat ini masih dirawat di dalam inkubator di ruang isolasi. Karena kondisi jantungnya satu untuk berdua, menurut Mulyadi, asupan oksigen di dalam darahnya pun kurang. "Nantinya bisa mempengaruhi perkembangan otak dan bila dipaksakan kualitas hidupnya rendah," katanya.

    Mutia Resty


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.